Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nama Nyeleneh Lapak Sarapan Tebet Bikin Heboh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Nama Nyeleneh Lapak Sarapan Tebet Bikin Heboh

Lapak sederhana yang mangkal di depan Lapangan PSPT Tebet ini mendadak jadi bahan obrolan. Bukan karena menu mewah atau tempat fancy, tapi justru karena nama-nama menunya yang nyeleneh dan bikin senyum-senyum sendiri. Bayangin aja, di papan menu terpampang singkatan seperti “MBG”, “BGN”, sampai “SPPG”. Sekilas memang terdengar familiar dengan istilah yang lagi ramai dibahas publik, tapi ternyata punya arti yang jauh lebih santai dan receh.

Nugroho P.
Last updated: April 4, 2026 10:12 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Di papan menu terpampang singkatan seperti “MBG”, “BGN”, sampai “SPPG”. Sekilas memang terdengar familiar dengan istilah yang lagi ramai dibahas publik, tapi ternyata punya arti yang jauh lebih santai dan receh.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pagi hari di kawasan Tebet belakangan ini terasa sedikit beda. Bukan cuma karena lalu lalang pekerja dan warga yang buru-buru memulai aktivitas, tapi juga karena munculnya satu lapak sarapan yang sukses bikin orang berhenti, nengok, lalu penasaran.

Lapak sederhana yang mangkal di depan Lapangan PSPT Tebet ini mendadak jadi bahan obrolan. Bukan karena menu mewah atau tempat fancy, tapi justru karena nama-nama menunya yang nyeleneh dan bikin senyum-senyum sendiri.

Bayangin aja, di papan menu terpampang singkatan seperti “MBG”, “BGN”, sampai “SPPG”. Sekilas memang terdengar familiar dengan istilah yang lagi ramai dibahas publik, tapi ternyata punya arti yang jauh lebih santai dan receh.

“MBG” di lapak ini bukan yang serius-serius, tapi singkatan dari “Mantap Banget Gila”. Lalu “BGN” jadi “Badan Ganjel Nyarap”, dan “SPPG” diartikan “Solusi Perut Paling Gawat”. Kombinasi kata yang simpel tapi ngena banget buat situasi pagi hari yang lapar.

Pemilik lapak, Edi, mengaku ide nama tersebut muncul spontan. Awalnya cuma obrolan santai bareng teman, tapi malah jadi identitas unik yang bikin usahanya cepat dikenal.

Menurutnya, inspirasi memang datang dari istilah yang lagi ramai dibicarakan. Tapi ia sengaja memelintir maknanya jadi lebih santai, biar terasa dekat dengan keseharian orang-orang yang mampir.

Meski begitu, Edi sempat merasa “ngeri-ngeri sedap” saat pertama kali pakai nama tersebut. Bukan karena takut dikritik, tapi lebih ke reaksi orang-orang yang kadang salah paham.

Ada saja yang mengira makanan di lapaknya gratis karena mengaitkan singkatan itu dengan program pemerintah. Situasi ini sempat bikin Edi harus menjelaskan berulang kali ke pembeli yang datang.

Namun alih-alih ribet, Edi justru melihat ini sebagai peluang. Ia memilih menyiasatinya dengan cara yang lebih positif, yaitu dengan rencana berbagi makanan gratis setiap hari Jumat.

Langkah ini jadi semacam jawaban santai atas ekspektasi orang. Sekaligus memberi nilai lebih bahwa usaha kecil juga bisa punya sisi sosial, bukan cuma jualan semata.

Dari sisi menu, lapak ini juga nggak kalah menarik. Pilihannya cukup beragam untuk ukuran sarapan cepat, mulai dari nasi cumi, nasi ayam, sampai spageti dan rice bowl yang kekinian.

Buat yang pengin ngemil, tersedia juga camilan seperti takoyaki, dimsum, roti, hingga sushi mentai. Bahkan ada opsi salad buat yang lagi pengin sarapan lebih ringan.

Yang bikin makin menarik, semua menu dibanderol dengan harga seragam, yakni Rp12 ribu. Harga ini jelas jadi daya tarik tersendiri, apalagi di kawasan kota besar seperti Jakarta.

Menu favorit sejauh ini jatuh ke rice bowl nasi cumi dan nasi ayam. Kombinasi rasa yang familiar tapi tetap praktis bikin banyak pelanggan balik lagi.

Lapak ini mulai buka sejak pukul 05.30 pagi, menyasar orang-orang yang butuh sarapan cepat sebelum kerja atau beraktivitas. Jam operasionalnya memang singkat, tapi justru itu yang bikin terasa eksklusif.

Dalam waktu singkat sejak mulai jualan akhir Maret, lapak ini sudah berhasil menarik perhatian cukup banyak orang. Mulai dari warga sekitar sampai pekerja kantoran yang lewat.

Ke depan, Edi punya rencana untuk mengembangkan usahanya. Ia ingin menambah tempat duduk supaya pembeli bisa makan di tempat dengan lebih nyaman.

Selain itu, variasi minuman seperti jus dan susu juga sedang dipersiapkan untuk melengkapi menu yang ada sekarang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas sederhana bisa jadi pembeda yang kuat. Nggak harus mahal atau besar, yang penting punya identitas yang bikin orang ingat.

Di tengah padatnya persaingan kuliner kota, ide unik seperti ini justru jadi jalan pintas untuk menarik perhatian.

Akhirnya, lapak sarapan ini bukan cuma soal isi perut, tapi juga soal pengalaman kecil yang bikin pagi terasa lebih seru. Dari nama yang nyeleneh, obrolan santai, sampai rasa yang bersahabat—semuanya jadi satu paket yang bikin orang pengin balik lagi. (*)

You Might Also Like

Tak 100 Persen Gratis! OJK Tetapkan Peserta Asuransi Kesehatan Ikut ‘Patungan’ Tanggung Biaya Berobat

Ekonom Senior Kelahiran Pati Kwik Kian Gie Wafat, Kader PDIP Pernah Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo

Harus Kreatif! Gubernur Minta Pengusaha Muda Jateng Cetak Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kota Lama & Lawang Sewu Bakal Disambung Jalur Hits, Wisata Semarang Makin Estetik!

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

TAGGED:bgnLapak sarapansppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Viral Pungli Pantai Garut Bikin Dedi Mulyadi Gerak Cepat
Next Article Prabowo Mau Sulap Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Alasannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Longsor Malam Hari Guncang Majenang, 2 Tewas,  Warga Belum Pulih

November 14, 2025
Viral

Viral!! Motor Kakek Hilang saat Nonton HUT ke-80 TNI di Monas

Oktober 7, 2025
Plesir

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Februari 17, 2026
Jaksa menyerahkan surat tuntutan kepada terdakwa Robig Zaenudin dalam sidang di PN Semarang, Selasa (872025). (bae)
Unik

Aipda Robig Dituntut Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Tembak Mati Pelajar SMK di Semarang

Juli 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nama Nyeleneh Lapak Sarapan Tebet Bikin Heboh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?