BACAAJA, BREBES – Kasus penemuan mayat di dalam koper yang bikin warga geger akhirnya mulai terang. Motif pelaku pembunuhan keji dibongkar.
Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan terhadap Sapri (67), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Dan ya, semuanya bermula dari utang Rp5 juta.
Pelaku berinisial Rokib (45) nekat menghabisi korban setelah emosi berat saat ditagih. Situasi makin panas karena korban disebut sempat menampar pelaku.
Bacaaja: Bau Aneh Bikin Kaget Sekampung Ujungnya Koper Berisi Mayat
Bacaaja: Gak Hanya Ngerampok, Agus Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan Juragan Sate Boyolali
Kapolres Brebes Lilik Ardiansyah menjelaskan, kejadian terjadi Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB ketika korban mendatangi pelaku untuk menagih uangnya.
“Pelaku merasa kesal dan emosi saat ditagih utang. Korban sempat menampar pelaku, lalu pelaku mengambil batu dan memukul korban,” jelasnya.
Sebelum kejadian, korban sempat pamit ke anaknya untuk menemui seseorang yang punya utang. Ia membawa uang Rp20 juta dan ponsel. Namun setelah itu, korban tak kunjung kembali—hingga akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa.
Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat benturan benda tumpul di bagian belakang kepala. Polisi juga menemukan patah tulang dan kerusakan serius di area kepala.
Setelah korban tewas, pelaku mengambil uang tunai Rp15.622.000 serta ponsel milik korban. Nggak berhenti di situ, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak dengan memasukkan jasad ke dalam koper lalu menyembunyikannya di rumah kosong.
Kasus ini sendiri terkuak setelah warga mencium bau menyengat dari rumah tak berpenghuni di Desa Sukareja. Saat koper digeser, terlihat bagian tubuh dari dalam, warga langsung lapor polisi.
Gerak cepat, tim Satreskrim berhasil menangkap pelaku kurang dari 24 jam. Ia ditangkap saat bersembunyi di wilayah Majalengka.
Pelaku terancam penjara seumur hidup
Polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis karena ada unsur pembunuhan sekaligus pencurian. Ancaman hukumannya nggak main-main, bisa sampai 20 tahun penjara untuk pembunuhan dan tambahan hingga 15 tahun untuk pencurian.
Saat ini, polisi masih mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus tersebut.
Kasus ini jadi pengingat pahit: konflik soal uang yang harusnya bisa diselesaikan baik-baik malah berujung tragedi. Emosi sesaat, konsekuensinya bisa seumur hidup. (*)


