BACAAJA, CILACAP – Upaya menjaga pesisir Cilacap terus digencarkan. Kali ini, bantaran Sungai Bengawan Donan jadi sasaran penanaman ratusan bibit mangrove sebagai tameng alami dari abrasi dan kerusakan lingkungan.
Aksi hijau ini digelar Polsek Cilacap Utara bersama lintas sektor. Tujuannya sederhana tapi penting, menjaga alam sekaligus melindungi warga yang beraktivitas di sekitar sungai.
Penanaman mangrove berlangsung pada belum lama ini. Dua titik dipilih, yakni Kelurahan Karangtalun dan Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara.
Wilayah tersebut masuk kawasan BKPH Rawa Timur III, daerah yang selama ini dikenal rawan abrasi dan termasuk lahan kritis.
Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam secara gotong royong. Personel Polsek Cilacap Utara, anggota TNI, aparatur kecamatan, hingga jajaran Perhutani turun langsung ke lokasi.
Kegiatan diawali dengan apel singkat yang dipimpin Kapolsek Cilacap Utara, AKP Setiyo Nugroho. Setelah itu, peserta langsung menyebar ke titik penanaman.
AKP Setiyo Nugroho menyebut penanaman mangrove ini sebagai langkah preventif yang nyata. Fokusnya menahan pengikisan tanah di bantaran sungai.
Menurutnya, mangrove punya peran penting menjaga struktur tanah dan menahan laju air, terutama saat debit sungai naik.
“Ini upaya konkret untuk mengantisipasi abrasi dan kerusakan lingkungan. Mangrove juga melindungi kawasan sungai yang dekat dengan aktivitas warga,” ujarnya.
Bengawan Donan sendiri punya peran strategis. Selain jalur perairan, sungai ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Karena itu, kondisi lingkungannya perlu dijaga bersama agar tetap aman dari ancaman bencana alam.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Cilacap Utara Dra Trias Handayani, Danramil Cilacap Utara yang diwakili Batuud Serma Teguh, serta perwakilan Perhutani BKPH Rawa Timur III.
Kehadiran berbagai unsur ini jadi bukti kuatnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti di satu kegiatan saja.
AKP Setiyo Nugroho berharap mangrove yang ditanam bisa tumbuh optimal dan memberi dampak jangka panjang.
Ia juga mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga dan merawat tanaman tersebut.
“Kalau dirawat bareng, mangrove ini bukan cuma cegah abrasi, tapi juga jadi warisan lingkungan untuk anak cucu,” pungkasnya. (*)


