BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang siap meladeni Kendal Tornado FC dalam lanjutan Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 dengan satu misi utama: balas kekalahan.
Pada pertemuan leg pertama di putaran awal, PSIS harus menelan pil pahit usai kalah telak 1-4 dari Tornado di Stadion Jatidiri. Kini situasinya berbalik. PSIS bakal tampil sebagai tuan rumah dalam laga yang dijadwalkan berlangsung Jumat, (30/1/2026), pukul 15.00 WIB.
Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, tak menutupi ambisi timnya. Meski sadar lawan bukan kaleng-kaleng, ia memastikan anak asuhnya sudah menyiapkan skenario agar hasil buruk tak terulang.
Baca juga: Kendal Tornado Siap Adu Mental
“Di putaran pertama kita kalah. Tapi sekarang kita sudah persiapan. Harapannya minimal tidak kalah, bahkan bisa menang dari Tornado,” ujar Jafri saat jumpa pers di Stadion Jatidiri, Kamis (29/1/2026).
Namun Jafri juga realistis. Menurutnya, Kendal Tornado FC masih jadi tim yang berada di atas PSIS, baik dari posisi klasemen maupun kualitas pemain. Ia pun memberi perhatian khusus pada mantan anak asuhnya, Patrick Cruz, yang kini jadi salah satu motor serangan Tornado.
“Patrick pemain bagus. Dulu ikut saya waktu masih usia 20-an. Tapi semoga apa yang kita persiapkan bisa bikin dia nggak cetak gol,” katanya sambil tersenyum.
Fokus Tim
Soal kabar Tornado yang kemungkinan kehilangan dua pilar, Felipe Ryan dan Juan Pablo Morales akibat cedera, Jafri memilih tak ambil pusing. “Saya tidak ingin memikirkan tim lawan. Saya fokus ke tim saya sendiri, karena tim saya juga masih banyak kekurangan,” tegas pelatih asal Padang tersebut.
Ia memastikan PSIS sudah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama di lini belakang dan penyelesaian akhir, dua sektor yang jadi sumber masalah di laga sebelumnya.
“Kekurangan kami perbaiki supaya tim bisa tampil lebih solid,” ujarnya. Menariknya, Jafri mengungkapkan persiapan melawan Tornado dilakukan cukup singkat, hanya tiga hari. Meski begitu, laga ini diharapkan jadi momentum penting untuk kembali mengamankan poin penuh.
Baca juga: Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin
Sementara itu, perwakilan pemain PSIS, Dani Ibrohim, menegaskan kondisi tim dalam suasana positif dan siap tempur. “Persiapan berjalan lancar. Kami latihan sungguh-sungguh, kerja keras, dan kompak. Target kami besok hasil maksimal, tiga poin,” katanya.
Bermain di kandang sendiri juga disebut Dani jadi suntikan semangat tambahan. “Main di Jatidiri pasti motivasi lebih. Kami ingin kasih hasil terbaik buat suporter,” ujarnya. Dulu Jatidiri jadi saksi PSIS tumbang empat gol. Sekarang di stadion yang sama, ending cerita bisa berbeda. Tinggal satu pertanyaan: revans sungguhan, atau nostalgia pahit jilid dua? Jumat sore nanti jawabannya. (tebe)


