BACAAJA, JAKARTA- MUI menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataan resminya lewat Tausiyah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang diteken Ketua Umum Anwar Iskandar dan Sekjen Amirsyah Tambunan, MUI menyebut Khamenei gugur akibat serangan Israel yang didukung Amerika Serikat.
“MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika. Sebagai syuhada kita doakan semoga menjadi penghuni surga,” bunyi pernyataan tersebut.
Bukan cuma berduka, MUI juga langsung pasang sikap. Mereka mengutuk keras serangan Israel-AS ke Iran. Alasannya? Dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan semangat Pembukaan UUD 1945 soal ketertiban dunia yang berbasis kemerdekaan dan perdamaian abadi.
Baca juga: Sentil Keras Kesepakatan Dagang RI-AS, MUI: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI bahkan menyoroti laporan serangan bom yang disebut menyasar sekolah dasar di Iran dan menewaskan sekitar 160 anak. Bagi MUI, ini bukan sekadar serangan militer, ini soal nyawa warga sipil.
Di sisi lain, serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer di kawasan Teluk disebut sebagai bentuk pembelaan diri yang dinilai sah menurut hukum internasional. MUI menegaskan, jika mengacu Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB, serangan yang mengancam integritas wilayah negara lain jelas tak bisa dibenarkan.
Konflik Terbuka
Konflik ini, kata MUI, bukan drama satu bab. Ini bagian dari puzzle geopolitik besar yang bisa menyeret Timur Tengah ke konflik terbuka lebih luas. Mereka juga menduga ada motif strategis untuk melemahkan posisi Iran di kawasan sekaligus membatasi dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Nama Donald Trump ikut disebut dalam pernyataan tersebut. MUI menilai langkah Presiden AS yang disebut melakukan serangan bersama Israel berpotensi memicu perang regional yang lebih luas.
Tak berhenti di situ, MUI juga mengkritisi skema Board of Peace (BoP) yang dinilai belum efektif mewujudkan perdamaian adil bagi Palestina. Bahkan, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan mencabut keanggotaan dari forum tersebut.
Baca juga: Barang AS Bebas Masuk-Produk UMKM ‘Dikejar’ Sertifikasi Halal, Apa Kata MUI?
Di tengah situasi yang makin panas, MUI menyerukan semua negara untuk kembali ke jalur diplomasi dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil.
Karena kalau konflik terus dibalas dengan konflik, yang jadi headline mungkin para pemimpin. Tapi yang jadi korban tetap rakyat kecil. Dan sejarah selalu mencatat: perang tak pernah benar-benar punya pemenang, yang ada cuma daftar korban yang makin panjang. (tebe)


