BACAAJA, SEMARANG – Perubahan di Semarang Zoo bukan cuma janji. Pengunjung ikut merasakannya langsung.
Yoyo (51), warga Pedurungan, jadi salah satunya. Ia mengaku kaget melihat kondisi Semarang Zoo sekarang.
Jauh beda dari beberapa tahun lalu.
“Sekarang jauh lebih bagus. Penataannya rapi, hewannya juga kelihatan sehat,” kata Yoyo.
Bacaaja: Semarang Zoo Sambut Libur Nataru, Beragam Event untuk Gaet 15 Ribu Pengunjung
Bacaaja: Stasiun Tawang Semarang Mulai Sesak, Pemudik Nataru 2025 Gas Lebih Awal
Ia datang bareng keluarga di tengah libur sekolah. Alasannya simpel. Dekat, terjangkau, dan kini lebih layak jadi wisata edukasi.
Yoyo bilang, Semarang Zoo sekarang terasa lebih serius dikelola. Ia bahkan sempat ikut sosialisasi pengelola zoo bersama dokter hewan di wilayahnya.
Dari situ, ia tahu banyak pembenahan sudah dilakukan. Termasuk soal perawatan satwa.
“Dulu saya ingat harimaunya kurus. Sekarang saya lihat sudah sehat-sehat,” ujarnya.
Buat Yoyo, nilai plus Semarang Zoo ada di edukasinya. Anak-anak bisa belajar langsung soal satwa. Bukan cuma dari buku atau layar ponsel.
“Kalau ada di kota sendiri, kenapa nggak kita dukung? Ini aset Semarang,” katanya.
Meski begitu, ia juga menyelipkan catatan. Menurutnya, koleksi satwa masih bisa ditambah. Atraksi juga perlu diperbanyak, terutama saat akhir pekan.
Soal fasilitas, Yoyo menyoroti area bermain anak. Khususnya wahana air yang terasa panas di siang hari.
“Mungkin bisa ditambah peneduh, biar anak-anak tetap nyaman,” sarannya.
Meski datang di hari kerja dan tak semua atraksi buka, Yoyo tetap mengapresiasi perubahan yang ada. Baginya, arah pembenahan sudah benar.
“Sekarang sudah berubah. Tinggal dikembangkan. Potensinya besar,” tutupnya. (dul)


