BACAAJA, JAKARTA – Ramai di media sosial, kebakaran kantor PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran sempat dikaitkan dengan isu panas: sabotase data pemetaan sawit di Sumatera. Tapi polisi langsung pasang badan—isu itu dipastikan nggak berdasar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menegaskan, spekulasi yang beredar di platform X cuma asumsi warganet, bukan hasil penyelidikan.
“Kami dengar isu-isu itu, tapi sifatnya spekulasi dunia maya. Sampai sekarang, tidak ada indikasi sabotase,” kata Roby dalam konferensi pers, Jumat (12/12/2025).
Isu soal sawit berhembus kencang
Isu sabotase makin liar karena Terra Drone dikenal sebagai salah satu perusahaan pemetaan lahan sawit di Sumatera. Namun polisi menegaskan, nggak ada kaitan antara kebakaran dan upaya penghilangan data.
“Sekarang data itu digital. Nggak serta-merta hilang cuma karena gedung kebakaran,” ujar Roby.
Bacaaja: Kebakaran Hebat, Korban Terra Drone Berguguran
Bacaaja: Isu Sabotase Kebakaran Terra Drone Makin Liar, Polisi Angkat Suara
Ia juga meluruskan satu hal penting: Terra Drone bukan satu-satunya pemain pemetaan di Indonesia. Banyak perusahaan lain yang juga mengerjakan mapping lahan, termasuk sawit.
“Jadi nggak semua pemetaan sawit di Indonesia itu dilakukan oleh Terra Drone,” tegasnya.
Sebelumnya, warganet ramai berspekulasi. Ada yang mengaitkan kebakaran dengan pemetaan sawit, bencana banjir di Sumatera, sampai dugaan “mafia” di balik layar.
Beberapa unggahan bahkan menyebut kehadiran pejabat di lokasi sebagai tanda ada sesuatu yang disembunyikan.
“Sekelas Terra Drone jadi rujukan pemetaan. Pastes semua ketar-ketir, ada pejabat langsung hadir di lokasi TKP segala,” tulis akun @sharkpandshark.
“Perusahaan yg pernah mapping lahan sawit Sumatera kebakaran pak @RajaJuliAntoni, kira2 nih siapa mafia2 nya yg bakal ketangkep ya?,” tulis akun @xjbeat.
22 orang tewas, dirut langsung tersangka
Kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) pukul 12.43 WIB di gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran. Damkar tiba tujuh menit kemudian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB.
Tragedi ini menewaskan 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Salah satu korban diketahui tengah hamil tujuh bulan.
Sebagian besar korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sementara penghuni lantai 6 berhasil menyelamatkan diri lewat rooftop. Dugaan awal, korban meninggal akibat kekurangan oksigen. Seluruh jenazah telah diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga.
Pasca-kejadian, polisi menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, sebagai tersangka. Ia ditangkap pada Kamis (11/12/2025) dan resmi ditahan keesokan harinya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan, penetapan tersangka ini bukan tanpa alasan. Masalahnya ada di level paling atas: manajemen.
“Tersangka MWW selaku Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia,” kata Susatyo dalam jumpa pers, Jumat (12/12/2025).
Michael langsung digelandang ke Rutan Polres Jakpus. Ia dijerat Pasal 187, 188, dan 359 KUHP, dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun.
Polisi menyebut kebakaran ini bukan kecelakaan biasa. Ada kelalaian berat dan berlapis yang dibiarkan terjadi.
Michael disebut gagal memastikan standar keselamatan dasar di perusahaannya sendiri. Mulai dari hal paling krusial: penyimpanan baterai drone.
“Tidak ada SOP penyimpanan baterai berbahaya, tidak ada petugas K3, tidak ada pelatihan keselamatan,” ungkap Susatyo. (*)

