Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: JTAB: Cara Baru Bikin Petani Naik Kelas, akan Dibuka di 35 Kabupaten/Kota di Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

JTAB: Cara Baru Bikin Petani Naik Kelas, akan Dibuka di 35 Kabupaten/Kota di Jateng

JTAB cara baru Luthfi bikin petani Jateng naik kelas. Kios JTAB akan dibuka di seluruh 35 kabupaten/kota di Jateng.

R. Izra
Last updated: Oktober 9, 2025 8:51 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, paparin konsep JTAB yang bisa bikin petani naik kelas, jadi pemain bukan penonton.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, paparin konsep JTAB yang bisa bikin petani naik kelas, jadi pemain bukan penonton.
SHARE

BACAAJA, SOLO — Petani di Jawa Tengah sebentar lagi gak cuma jadi “pemasok bahan mentah” buat tengkulak.

Lewat program baru bernama Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB), Pemprov Jateng pengin bikin petani naik kelas —jadi pemain utama dalam rantai pangan, bukan cuma penonton.

Program ini resmi diluncurin Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pasar Legi Solo, Rabu (8/10). Gak tanggung-tanggung, JTAB bakal buka kios di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Kita ingin petani gak lagi rugi gara-gara tengkulak. JTAB ini hadir biar mereka bisa langsung jual ke pasar dengan harga yang layak,” kata Luthfi waktu peluncuran.

Selama ini, rantai distribusi hasil pertanian di Jateng tuh ribet banget — dari petani ke pengepul, terus ke pedagang besar, baru sampai pasar. Akibatnya, harga di pasar jadi tinggi, tapi petani tetep aja dapet untung tipis.
Nah, JTAB pengin potong rantai itu langsung.

“Kios JTAB ini buat memangkas jalur dagang yang kepanjangan. Petani jual langsung, masyarakat beli lebih murah, semua senang,” lanjutnya.

Selain jadi “penjaga harga”, JTAB juga jadi cara baru buat ngubah mindset petani di Jateng. Dari yang dulu cuma produksi, sekarang mereka bisa ikut ngatur distribusi dan harga.

“Kita udah buktiin di cabai merah. Harga yang sempat tembus Rp40 ribu sekarang turun jadi Rp26 ribu. Petani tetap dapet harga wajar, konsumen juga gak keberatan. Win-win,” tegas Luthfi.

Direktur Utama JTAB, Totok Agus Siswanto, bilang kalau JTAB bukan saingan pedagang, tapi teman seperjuangan buat bikin pasar lebih sehat.

“Sekarang udah ada 35 outlet JTAB di Kendal, Ungaran, Salatiga, Boyolali, dan Solo. Targetnya, tiap kabupaten/kota punya minimal satu kios di pasar utama,” jelasnya.

JTAB juga udah punya pusat pasok di Magelang yang tiap hari nerima hasil panen langsung dari petani.

“Kita beli dengan harga yang layak, terus dijual di pasar dengan harga terjangkau. Jadi gak ada lagi cerita harga cabai melonjak cuma gara-gara rantai dagang terlalu panjang,” tambahnya.

Buat Pemprov Jateng, JTAB bukan cuma program ekonomi, tapi juga gerakan sosial — biar petani punya posisi tawar yang lebih kuat, dan masyarakat bisa dapet bahan pokok dengan harga yang adil.

“JTAB ini cara kita biar petani naik kelas, bukan cuma kerja keras,” tutup Luthfi. (*)

You Might Also Like

Tarif 0% Produk Asal AS Ancam Kedaulatan Pangan Indonesia

Jateng-Jatim Jabat Tangan, Kerja Sama Dagang Tembus Rp2,9 Triliun

Pemkot Geber 240 Pasar Murah Sampai Lebaran

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi

TAGGED:jatengjtabjtab bikin petani naik kelasluthfipetani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Muhammad Syaeful Mujab, anak muda asal Tegal, yang juga Ketua Indonesian Youth Diplomacy (IYD), jadi pembicara di forum internasional ASEAN for Peoples Conference. Anak Muda Tegal Syaeful Mujab Bicara di Forum ASEAN: Teknologi Harus Buka Peluang, Bukan Nambah Ketimpangan 
Next Article UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tangkapan layar siaran berita debut dua sopir bus profesional asal Indonesia di Jepang, yang berangkat melalui program JIDS.

Pecah Rekor! Lulusan JIDS Jadi Sopir Bus Perempuan Asing Pertama di Jepang

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Gadai Jadi Andalan, Pegadaian Panen Triliunan Sepanjang 2025

Desember 26, 2025
Ekonomi

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Maret 7, 2026
Ilustrasi rekening bank.
Ekonomi

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

Oktober 20, 2025
EkonomiPlesir

Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Maret 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: JTAB: Cara Baru Bikin Petani Naik Kelas, akan Dibuka di 35 Kabupaten/Kota di Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?