Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jokowi Bungkam soal Izin Tambang Nikel Raja Ampat: “Itu Urusan Teknis”, Tapi Lingkungan Rusak Siapa Tanggung?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jokowi Bungkam soal Izin Tambang Nikel Raja Ampat: “Itu Urusan Teknis”, Tapi Lingkungan Rusak Siapa Tanggung?

Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, memilih irit bicara saat dicecar soal kontroversi izin tambang nikel di Pulau Gag, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Padahal, izin usaha pertambangan (IUP) PT GAG Nikel di kawasan tersebut diterbitkan saat dirinya masih menjabat di periode pertama, tepatnya tahun 2017.

Nugroho P.
Last updated: Juni 13, 2025 5:35 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang disebut kader PSI penuhi syarat sebagai nabi.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang disebut kader PSI penuhi syarat sebagai nabi.
SHARE

NARAKITA, SOLO – Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, memilih irit bicara saat dicecar soal kontroversi izin tambang nikel di Pulau Gag, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Padahal, izin usaha pertambangan (IUP) PT GAG Nikel di kawasan tersebut diterbitkan saat dirinya masih menjabat di periode pertama, tepatnya tahun 2017.

Jokowi, yang kini juga dikenal sebagai ayah dari Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, tampak menghindari tanggung jawab langsung. Ia menyebut urusan tambang itu hanyalah masalah teknis yang ditangani oleh kementerian.

“Di kementerian. Itu masalah teknis. Itu sudah diberikan izin sejak lama. Perpanjangannya juga di kementerian. Itu masalah teknis itu,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Jumat (13/6).

Pernyataan itu tak menjawab pertanyaan mendasar: mengapa tambang nikel bisa diizinkan beroperasi di wilayah konservasi laut dan hutan tropis yang selama ini dianggap jantung ekowisata Indonesia?

Soal pencemaran lingkungan yang diduga muncul akibat aktivitas tambang, Jokowi tetap memilih jalur aman. Ia menyatakan belum melihat kondisi lapangan secara langsung, seolah-olah semua kerusakan bisa dikesampingkan karena belum dilihat sendiri.

“Saya belum lihat. Tapi kalau mengganggu lingkungan, kalau perlu disetop ya setop, kalau perlu dicabut ya dicabut,” katanya.

Retorika seperti itu tidak cukup untuk menjawab kemarahan publik yang menyaksikan hutan dan laut Papua dijarah atas nama investasi. Jokowi tampak cuci tangan, menyerahkan semua urusan ke kementerian, tanpa refleksi atas keputusan strategis yang dikeluarkan di bawah pemerintahannya.

Sejarah tambang ini tidak pendek. PT GAG Nikel mendapat kontrak karya di penghujung kekuasaan Presiden Soeharto, tepatnya 19 Januari 1998. Kontrak karya generasi VII itu diteken langsung oleh Soeharto, hanya beberapa bulan sebelum lengser.

Namun satu tahun setelahnya, pemerintah mengeluarkan UU Kehutanan yang melarang penambangan di hutan lindung. Larangan itu tak bertahan lama. Pada era Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, aturan tersebut direvisi. Lewat Perppu Nomor 1 Tahun 2004 yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2004, sebanyak 13 perusahaan tambang termasuk PT GAG diberi karpet merah untuk tetap menambang di hutan lindung.

Izin tambang PT GAG Nikel di Pulau Gag baru terbit resmi pada 2017, ketika Jokowi memimpin dan Ignasius Jonan menjabat sebagai Menteri ESDM. Enam tahun berselang, izin itu diperpanjang kembali pada 2023. Semua ini berlangsung tanpa banyak suara publik, sampai akhirnya ledakan kritik datang dari para pemerhati lingkungan dan warga lokal yang mulai merasakan dampak kerusakan ekosistem.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sendiri sempat menyatakan bahwa PT GAG Nikel dulunya dimiliki asing. Kini, katanya, mayoritas saham telah diambil alih oleh pihak dalam negeri. Namun apakah perubahan kepemilikan berarti kerusakan lingkungan bisa ditoleransi?

Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu wilayah dengan kekayaan biodiversitas laut tertinggi di dunia. Namun kini, keberadaannya terancam oleh kerakusan industri tambang yang didorong oleh kebijakan pusat.

Pemerintah pusat terkesan bermain dua kaki. Di satu sisi berbicara tentang konservasi dan pariwisata berkelanjutan, namun di sisi lain memberi karpet merah pada industri ekstraktif yang merusak habitat asli kawasan.

Sementara masyarakat adat dan nelayan di Pulau Gag menghadapi dilema: mempertahankan tanah dan laut leluhur atau menerima realitas tambang yang terus meluas. Suara mereka jarang terdengar di istana.

Ketika negara sibuk menyebut segala hal sebagai urusan teknis, yang tak teknis adalah kerusakan ekologi dan trauma sosial yang ditinggalkan. Pemerintah tak bisa terus bersembunyi di balik meja kementerian.

Pertanyaan yang harus dijawab Jokowi dan para penerusnya: apakah Papua hanya dipandang sebagai ladang nikel, bukan rumah bagi manusia dan alam? Jika lingkungan hancur dan rakyat menderita, siapa yang akan bertanggung jawab—atau akan semuanya kembali disebut “urusan teknis”? (*)

You Might Also Like

‘Pangeran Tidur’ Arab Saudi Meninggal Dunia setelah 20 Tahun Hidup dalam Kondisi Koma

Amran Sulaiman Masuk Radar Bursa Calon Ketum PPP karena Faktor Jokowi dan Haji Isam?

Momen Langka di Borobudur: Presiden Macron Sentuh Patung Buddha di Puncak Candi

Presensi Ga Masuk Kantor, Ribuan ASN Brebes Ketahuan Akal-Akalan

Kereta Petani–Pedagang: Jalan Tengah Membangun Ekonomi Desa dan Menekan Urbanisasi

TAGGED:ijin nikelijin nikel raja ampat dari Jokowiijin tambang nikel raja ampatjokowinikel raja ampat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Undip Anggarkan Rp 11,9 Miliar Bangun Jogging Track
Next Article Kombinasi Warna Terbaik untuk Cat Hijau, Inspirasi Segar untuk Rumah Idaman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Ojol Bakal Masuk UMKM, Mas Dewan RI Andhika Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Sosial Pengemudi

PERTAJAM STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Aksi Hangat Reskrim Banjarnegara Berbagi Senyum di Jalanan

Desember 7, 2025
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Unik

“Kongres Tinggal Mengukuhkan Ibu Mega”, PDIP Klaim Solid Dukung Megawati

Mei 9, 2025
Plesir

Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi

Januari 26, 2026
Unik

Belum Terlambat! Pahami 5 Syarat Sah Kurban agar Ibadah Tak Sia-Sia

Juni 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jokowi Bungkam soal Izin Tambang Nikel Raja Ampat: “Itu Urusan Teknis”, Tapi Lingkungan Rusak Siapa Tanggung?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?