BACAAJA, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik mitra yang viral karena aksi joget di area dapur.
Keputusan ini disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang setelah tim turun langsung melakukan inspeksi. Hasilnya? Bukan cuma soal etika yang jadi masalah, tapi juga ditemukan pelanggaran teknis yang cukup serius.
“Layout dapurnya salah dan IPAL-nya tidak sesuai, jadi kita suspend,” ujar Nanik. Jadi, bukan sekadar viral doang yang bikin dapur ini ditutup. Dari hasil pengecekan, tata letak dapur ternyata tidak sesuai standar, ditambah sistem pengolahan limbah (IPAL) yang juga bermasalah. Padahal, standar dapur untuk program MBG harus ketat, terutama soal kebersihan dan keamanan makanan.
Baca juga: MBG Mau Dipangkas Satu Hari, Hematnya Bisa Tembus Puluhan Triliun
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan video seorang pria yang diduga pengelola SPPG. Dalam video itu, ia terlihat santai joget di area dapur tanpa alat pelindung diri (APD). Aksi ini langsung menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan standar higienitas.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” tegas Nanik. Sebagai tindak lanjut, BGN langsung bergerak. Tim pengawasan diterjunkan untuk menemui pihak terkait, dan hasilnya: teguran keras sudah diberikan, baik dari sisi perilaku maupun pelanggaran prosedur kerja.
Alarm Keras
Kasus ini jadi alarm keras buat seluruh mitra program MBG. Soalnya, program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan gratis, tapi menyangkut kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, yang artinya standar kebersihan nggak bisa ditawar.
BGN juga memastikan pengawasan bakal diperketat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan ke semua dapur SPPG di berbagai daerah, supaya kejadian serupa nggak terulang.
Baca juga: Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!
Penutupan sementara ini sekaligus jadi “warning” keras: kerja di dapur program publik itu bukan tempat buat santai apalagi konten-konten iseng.
Kalau dapur udah jadi tempat joget, yang bahaya bukan cuma citra, tapi juga kesehatan. Di program gizi, yang harus “panas” itu kompor, bukan kontennya. (tebe)


