Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Panik, Berikut Doa Ketika Dilanda Cuaca Panas Ekstrem
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jangan Panik, Berikut Doa Ketika Dilanda Cuaca Panas Ekstrem

Dalam Al-Qur’an, permohonan ampun bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab turunnya rezeki. Salah satunya adalah turunnya air hujan yang dibutuhkan semua makhluk hidup di bumi.

Nugroho P.
Last updated: Mei 20, 2025 1:24 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Ilustrasi berdoa
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Cuaca yang begitu terik akhir-akhir ini bukan sekadar fenomena alam biasa. Banyak wilayah di Indonesia mengalami suhu udara yang sangat tinggi, membuat tubuh mudah lelah dan aktivitas harian terganggu. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga memperkuat ikhtiar spiritual.

Cuaca panas ekstrem, yang kerap kali disertai kemarau panjang, berdampak pada menurunnya ketersediaan air, gangguan pada pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan. Dalam Islam, segala musibah dan kekeringan bukan sekadar ujian, tetapi juga momen untuk bermuhasabah dan memperbanyak istighfar.

Ketika musim kemarau melanda, Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan berupa amalan dan doa. Sebab, tidak sedikit bencana yang bisa dicegah atau diringankan dengan kembalinya manusia kepada Allah swt. Permohonan ampun menjadi kunci pembuka langit untuk menurunkan rahmat dan hujan.

Dalam Al-Qur’an, permohonan ampun bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab turunnya rezeki. Salah satunya adalah turunnya air hujan yang dibutuhkan semua makhluk hidup di bumi. Inilah mengapa, memperbanyak istighfar menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.

Allah SWT telah menegaskan hal ini dalam kisah Nabi Nuh as. ketika berdakwah kepada kaumnya. Seruan untuk memohon ampunan kepada Allah menjadi cara untuk memanggil keberkahan dari langit dan bumi. Ayat tersebut sangat relevan dijadikan pegangan saat cuaca panas menyengat dan hujan tak kunjung turun.

Sebagaimana dikutip dari NU Online, Allah SWT berfirman dalam Surat Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ
وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ
وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Faqultu istaghfiruu rabbakum innahu kaana ghaffaaran
Yursilis-samaa-a ‘alaykum midraaraa
Wa yumdidkum bi amwaalin wa baniina
Wa yaj’al lakum jannaatin
Wa yaj’al lakum anhaaraa

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,–sungguh Dia adalah Maha Pengampun–niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh: 10–12).

Bersandar pada ayat tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan akan rahmat Allah, termasuk turunnya hujan. Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan berdasarkan ajaran Rasulullah saw. dalam menghadapi musim kemarau yang panjang.

Doa pertama diambil dari pembukaan khutbah sholat istisqa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau Maha Kaya, kami adalah hamba-Mu yang butuh. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah air itu sebagai kekuatan dan bekal hingga waktu yang telah ditentukan.” (HR Abu Dawud).

Doa berikutnya dibaca oleh Nabi saat sedang khutbah Jumat. Ketika itu seorang sahabat mengadu tentang kekeringan dan Rasulullah langsung berdoa:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR Muttafaq Alaih).

Dalam riwayat lain, ada doa yang dibaca Rasulullah saw. yang cukup panjang dan menggambarkan permohonan hujan dengan awan yang penuh rahmat:

اللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا، كَثِيفًا، قَصِيفًا، دَلُوقًا، ضَحُوكًا، تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا، قِطْقِطًا، سَجْلًا، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: “Ya Allah, kirimkan kepada kami awan tebal, penuh air, bergemuruh, dan menyirami bumi dengan tetesan yang halus maupun deras, wahai Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Agung.” (HR Abu Awanah).

Tidak hanya manusia, bahkan hewan pun disebutkan dalam hadits pernah berdoa meminta hujan. Seperti dalam kisah Nabi Sulaiman as. yang membatalkan niatnya untuk istisqa setelah melihat seekor semut berdoa:

اللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ، لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ

Artinya: “Ya Allah, kami adalah makhluk-Mu. Kami tidak bisa hidup tanpa anugerah air dari-Mu.” (HR Ahmad).

Hadits ini menjadi pelajaran bahwa doa dari makhluk kecil pun bisa menjadi sebab turunnya hujan. Nabi Sulaiman menyadari bahwa ketulusan seekor semut lebih dari cukup untuk mengundang rahmat Allah bagi seluruh rakyatnya.

Untuk memperbanyak permohonan ampun, salah satu bacaan istighfar yang dianjurkan adalah sebagai berikut, sebagaimana diajarkan dalam khutbah istisqa menurut madzhab Syafi’i:

أَسْتَغفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، الحَيُّ القَيُّوْمُ، وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Aku bertobat kepada-Nya.”

Selain membaca doa, hendaknya umat Islam menjaga perilaku agar tidak menjadi penyebab bencana. Lalai menjaga alam, boros air, dan meremehkan ibadah hanya akan menambah derita di musim kemarau.

Musim panas dan kemarau panjang adalah saat yang tepat untuk memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta. Sebab, hanya dengan rahmat-Nya bumi bisa kembali segar dan subur.

Mari kita perbanyak doa dan istighfar, bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh makhluk di bumi yang sangat membutuhkan air kehidupan. Semoga hujan rahmat segera turun dan membawa berkah untuk semuanya.

You Might Also Like

Anggota GRIB Jaya Terima Order Rusak Aset KAI Semarang, User Diburu Polisi

Embun Es dari Dieng hingga Bromo, Fenomena Mbediding Diperkirakan hingga Agustus

Gadget Gift Guide: Perfect Picks for Every Tech Lover

Ramai Isu Pemutihan BPJS, Warga Cari Info Valid? Ini Nih…

Pasang Listrik Baru Mei 2025? Ini Daftar Harganya, dari Rp 400 Ribuan!

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menapak Jejak Boedi Utomo, Menyalakan Api Kebangkitan Nasional
Next Article Duka Menyelimuti Najwa Shihab, Suami Tercinta Wafat,  Ini Bacaan Doa Takziah dan Adabnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget

Mei 29, 2026
Bos PT Matahari nMakmur Sejahtera ditahan dijebloskan ke bui oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah karena korupsi sewa plaza Klaten
Unik

Bos PT Matahari Masuk Bui Karena Korupsi Rp10 M

Juni 25, 2025
Unik

Ada Masalah Apa dengan Putusan Kasus Agnez Mo?

Juni 21, 2025
IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.
Unik

DPR Murka, Pelayanan Haji 2025 Kacau, Jemaah Terlantar di Arafah

Juni 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Panik, Berikut Doa Ketika Dilanda Cuaca Panas Ekstrem
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?