Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah

T. Budianto
Last updated: Januari 26, 2026 9:22 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
Ilustrasi: Jalan rusak. (Foto: Ist)
SHARE

TAJUK RENCANA

 

Musim hujan yang mengguyur Kota Semarang belakangan ini memperlihatkan satu hal yang tak lagi bisa diabaikan: kerusakan jalan tidak lagi sekadar fenomena musiman, tetapi cerminan nyata dari tata kelola infrastruktur yang kurang responsif terhadap tantangan alam yang sudah diprediksi sebelumnya.

 

MERUJUK data dari BMKG, curah hujan di Semarang sepanjang musim hujan kerap mencapai 300-500 mm per bulan, angka yang tergolong tinggi menurut klasifikasi curah hujan di wilayah pesisir Jateng. Namun yang paling menyedihkan bukan hanya intensitas hujannya, melainkan kondisi jalan yang terus menerus rusak bahkan setelah musim hujan berakhir.

Fenomena ini mudah diamati di sejumlah titik strategis Kota Semarang. Pada akhir Oktober hingga awal November 2025, misalnya, banjir yang berlangsung selama sebelas hari berturut-turut merendam Jalan Pantura Kaligawe Raya sehingga aspalnya retak, bergelombang, hingga berlubang di beberapa titik.

Bukan hanya sekadar lubang kecil yang bisa ditambal semalam, tetapi kerusakan pada jalan arteri utama yang menghubungkan kota dengan wilayah lainnya. Jalan nasional di depan Universitas Islam Sultan Agung hingga Terminal Terboyo sempat ditutup dan diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional pascabanjir .

Kerusakan yang terjadi bukanlah kejadian tunggal. Laporan Ombudsman Jawa Tengah menyebut bahwa aduan masyarakat mengenai jalan berlubang dan rusak terus meningkat, mencakup ruas jalan nasional, provinsi, dan kota .

Titik-titik seperti Jalan Brigjen Sudiarto di Pedurungan, Jalan Prof Hamka (jalur Mijen-Ngaliyan), hingga daerah Gunungpati menjadi contoh nyata ketidakmanfaatan perbaikan interim yang cepat rusak begitu hujan datang. Bahkan di Pasar Johar, Jalan Pedamaran yang rusak lama belum diperbaiki, sehingga setelah hujan lubang-lubangnya terisi air dan memakan korban pengendara yang tergelincir .

Kerusakan infrastruktur ini berimbas luas pada kehidupan masyarakat. Akses transportasi terganggu, waktu tempuh membengkak, biaya operasional angkutan meningkat, hingga potensi kecelakaan bertambah.

Dampaknya paling terasa oleh kelompok rentan seperti pengendara roda dua yang dipaksa melewati jalan penuh lubang berair. Tidak sekadar kehilangan kenyamanan, mereka bertaruh nyawa setiap kali melintasi ruas jalan yang rusak.

Kondisi ini juga menunjukkan kegagalan sistem perawatan jalan jangka panjang. Banyak ruas yang hanya diperbaiki secara temporer, tambal sulam aspal yang tidak memperbaiki struktur dasarnya sehingga ketika hujan deras kembali datang, kerusakan pun ikut pulih. Ini bukanlah perbaikan; ini adalah repetisi kegagalan yang diprediksi.

Pemerintah kota dan provinsi sudah seharusnya melihat hujan deras bukan sebagai “musibah” yang tak bisa dihindari, tetapi sebagai tantangan yang sudah bisa diprediksi dan diantisipasi. Curah hujan tinggi di Semarang bukan fenomena baru, melainkan kenyataan iklim tropis yang terjadi setiap tahun . Dengan demikian, perencanaan infrastruktur jalan harus memperhitungkan berbagai parameter teknis seperti kapasitas drainase yang lebih besar, pemilihan material tahan lembap, serta struktur pondasi yang lebih kuat di wilayah dengan tanah lunak atau rawan banjir.

Audit Kualitas

Selain itu, aspek pengawasan juga krusial. Seberapa sering kontraktor, pengawas teknis, hingga instansi pemerintah melakukan audit kualitas jalan dan drainase? Seberapa transparan data anggaran perbaikan jalan, dan bagaimana mekanisme akuntabilitasnya? Kerusakan berulang setiap musim hujan menunjukkan bahwa ada masalah sistemik, bukan sekadar kejadian insidental.

Masyarakat berhak mendapatkan jalan yang aman, tidak sekadar saat musim kemarau tamat. Pemerintah pun berkewajiban menyediakan pelayanan infrastruktur yang menjamin keselamatan publik, bukan sekadar menyelesaikan proyek fisik yang kemudian cepat rusak setelah diuji cuaca.

Hujan tidak boleh lagi dijadikan kambing hitam; ia hanyalah faktor pemicu, bukan akar masalah. Akhirnya, jika kerusakan jalan kembali menjadi headline berita setiap musim hujan, itu berarti kita gagal belajar dari pengalaman sendiri.

Semarang butuh strategi infrastruktur yang adaptif terhadap iklim, bukan sekadar perbaikan dangkal yang berulang. Jalan yang kokoh dan tahan hujan bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga cermin komitmen pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya.  Jalan rusak bukan sekadar lubang di permukaan , ia adalah lubang dalam tata kelola yang harus segera ditutup. (*)

 

You Might Also Like

Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS

DPRD Minta Plaza Simpang Lima Dihidupkan Lagi

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Atraksi Balon Udara Wonosobo Kini Tak Lagi Liar

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

TAGGED:headlinejalan rusakpemkot semarangtajuk rencana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tambal Sulam Jalan Ngaliyan yang Rusak Digerus Hujan
Next Article Karya buatan napi Lapas Semarang dipajang pada Pameran Kreator Semarang di Kota Lama. (ist) Tas dari Tutup Botol hingga Kaos Sablon, Karya Buatan Napi Dipamerin di Kota Lama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Bajaj Online Nyasar Semarang? Izin Masih “Dikulik” Dishub!

Oktober 18, 2025
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Kedua Ortu Chiko Polisi, Bagaimana Nasib Penanganan Kasusnya?

November 15, 2025
Kolase gambar Rismon Sianipar menerima parcel dari Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Info

Pengamat Sebut Rismon Dipermalukan Gibran: Disuruh Pegang Parcel, lalu Ditinggal

Maret 16, 2026
Olahraga

KONI Jateng Gaspol: Bidik “Prestasi Emas 2032”

Desember 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?