BACAAJA, SEMARANG – Program Indonesia FOLU Net Sink 2030 yang harusnya serius ngurus masa depan bumi, mendadak ikut panas gara-gara urusan kursi dan honor. Biangnya: Raja Juli Antoni, Sekjen PSI yang baru saja naik level jadi Menteri Kehutanan.
Lewat Kepmen Kehutanan Nomor 32 Tahun 2025, Raja Juli merombak struktur Operation Management Office (OMO) FOLU Net Sink 2030.
Masalahnya, rombakan ini dinilai bukan cuma soal teknis iklim, tapi juga ramai wajah kader partai sendiri—lengkap dengan honor yang bikin alis publik naik.
Bacaaja: Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Bencana Aceh, Luapan Rasa Kecewa?
Bacaaja: Bikin Konten di Lokasi Bencana, Aspri Prabowo Dirujak Netizen
Plot twist-nya? Raja Juli menetapkan honor Rp50 juta per bulan untuk dirinya sendiri sebagai penanggung jawab.
Santai dulu, katanya. Duitnya bukan dari APBN. Aman? Belum tentu. Netizen tetap nanya: kalau bukan APBN, tapi tetap uang publik juga kan?
Ini program iklim atau ajang bag-bagi sedekah untuk PSI
Buat konteks, FOLU Net Sink 2030 itu target besar Indonesia biar sektor kehutanan dan lahan nyerap emisi lebih banyak daripada yang dilepas di tahun 2030.
Target ini bahkan jadi tulang punggung penurunan emisi nasional—kontribusinya hampir 60 persen dari target Indonesia.
Program ini diatur lewat:
- Perpres 98/2021
- Fokus ke cegah deforestasi
- Restorasi gambut
- Konservasi hutan
- Rehabilitasi mangrove & bekas tambang
Singkatnya: ini proyek hidup-mati komitmen iklim Indonesia, bukan side quest.
Menurut Walhi, posisi strategis di OMO FOLU Net Sink harusnya diisi orang yang paham hutan, iklim, dan krisis ekologis, bukan sekadar paham struktur partai.
Apalagi program ini dibiayai hibah Norwegia, yang harusnya dipakai buat:
- Nutup keterbatasan anggaran negara
- Bayar tenaga ahli yang kompeten
- Bikin kementerian bisa kerja maksimal di tengah era “anggaran dipangkas tapi target makin gila”
Bukan malah jadi ajang bagi-bagi peran dengan gaji premium.
Target global drama kokal
Indonesia lagi kejar:
- Penurunan emisi 31,89% mandiri
- 43,2% kalau dibantu internasional
- Net Zero Emission 2060 (atau lebih cepat, katanya)
Tapi kalau tim pelaksananya bikin publik sibuk debat soal nepotisme dan honor, fokus ke krisis iklim bisa ke-distract parah.
- Karena jujur aja:
- Bumi lagi darurat
- Hutan terus tertekan
- Dana iklim terbatas
- Kepercayaan publik makin tipis
Dan di tengah semua itu, yang muncul justru pertanyaan klasik: ini kebijakan lingkungan, atau politik yang kebetulan lewat hutan?
Kalau targetnya Net Sink, ya jangan sampai kepercayaan publik yang malah tenggelam duluan.
Karena krisis iklim itu nyata—dan sayangnya, politik gaya lama juga masih nyata. (*)

