Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

T. Budianto
Last updated: Oktober 13, 2026 7:28 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KONTINGEN APG: Perwakilan atlet mencium bendera Merah Putih saat upacara Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games (APG) Nagoya 2026 di Pendopo Balai Kota Surakarta, Senin (12/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Targetnya bukan sekadar pulang membawa cerita, tetapi juga medali yang bikin Merah Putih berkibar di panggung Asia. Kontingen Indonesia bersiap tempur di Asian Para Games Nagoya 2026 dengan target tujuh medali emas sekaligus menembus 10 besar klasemen.

Sebanyak 219 atlet, pelatih, dan ofisial dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Selasa (13/10/2026). Mereka akan berjuang di 12 cabang olahraga dalam ajang yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026.

Target Indonesia dipatok pada raihan tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Sebelum bertolak, kontingen menjalani pengukuhan dan pelepasan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Pendopo Balai Kota Surakarta, Senin (12/10/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng, Aria Chandra Destianto.

Baca juga: Atlet Jateng Sabet 11 Medali di Asian Games 2026

Erick menyebut persiapan atlet dan pelatih telah dilakukan secara matang. Ia juga menilai kondisi Nagoya lebih baik dibandingkan saat penyelenggaraan Asian Games sebelumnya yang sempat menghadapi sejumlah kendala, termasuk banjir.

“Di Nagoya sudah jauh lebih baik dari ketika Asian Games. Insya Allah kondisinya tidak ada masalah. Saya sudah menyaksikan juga beberapa fasilitas baik,” ujarnya.

Bagi Indonesia, Asian Para Games bukan sekadar ajang berburu medali. Ada ambisi jangka panjang untuk memperkuat posisi di kawasan Asia Tenggara. Erick menyebut atlet Indonesia sepanjang sejarah Asian Para Games telah mengoleksi 76 medali emas. Jumlah itu masih di bawah Thailand yang mencatatkan 96 emas.

Posisi Teratas

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan prestasi dan secara bertahap mengejar posisi teratas di Asia Tenggara. “Kita bertahap bisa menunjukkan kepada negara-negara Asia Tenggara, kita juga bisa menjadi nomor satu,” kata Erick.

Pemerintah, lanjut dia, berkomitmen mendukung National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan para atlet, mulai dari fasilitas, pendanaan, hingga jaminan masa depan. Pemerintah juga menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi.

Erick turut menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu dengan Komisi X DPR Jateng Sumbang 50 Personel Di balik target nasional tersebut, Jateng menjadi salah satu kekuatan penting kontingen Indonesia. Sebanyak 50 personel asal Jateng, terdiri atas 34 atlet dan 16 pelatih/ofisial, akan ambil bagian dalam Asian Para Games Nagoya 2026. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi telah melepas para wakil Jateng pada Sabtu (10/10/2026). Ia berpesan agar para atlet berjuang maksimal sekaligus membawa nama baik daerah dan Indonesia di pentas internasional.

Baca juga: Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya

Luthfi mengaku bangga atas pencapaian atlet paralimpik Jateng. Banyaknya wakil yang terpilih memperkuat kontingen nasional, menurutnya, menunjukkan peran NPCI Jateng dalam pembinaan olahraga disabilitas. “Tunjukkan kiblatnya paralimpik nasional ada di Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Chief de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani menyebut, bulu tangkis, boccia, dan atletik sebagai cabang andalan untuk mengejar target medali. Ia berharap persiapan selama pemusatan latihan dapat berbuah hasil sesuai harapan.

Kini, hitung mundur menuju Nagoya sudah dimulai. Target tujuh emas telah dipasang, dukungan sudah diberikan, dan para atlet siap bertanding. Namun, di lapangan nanti, yang berbicara bukan besarnya target atau meriahnya seremoni pelepasan, melainkan performa. Sebab, medali tak bisa diraih hanya dengan optimisme, ia harus diperjuangkan satu demi satu. (tebe)

You Might Also Like

Viral Ayah Tewas Gara-Gara Ayam, Legislator Semarang: “Butuh Ayam? Ambil Saja di Rumah Saya”

Balon Udara Bawa Petasan? Ending-nya Dimusnahkan Gegana

Perpres Ojol Jadi UMKM Disoal Mas Dewan RI, Andhika Soroti Perlindungan dan Jaminan Sosial

Tragis! Sopir Ambulans Semarang Dipecat Lewat Chat dan Tak Dapat Kompensasi

Waduh! Eks-Bos Bank Jateng Keseret Kredit Siluman Proyek Bandara Internasional

TAGGED:Asian Para Games 2026headlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol
Next Article Rp380 Juta Kerugian Negara, Kasus Kades Karangsari Masuk Jaksa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rp380 Juta Kerugian Negara, Kasus Kades Karangsari Masuk Jaksa

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol

KUNJUNGAN INDUSTRI - Kenalkan industri telekomunikasi, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah terima kunjungan dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman (baju batik) didampingi tim penasihat hukumnya (sisi kanan) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae)

Ngaku Gak Salah, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Merengek Minta Dibebaskan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Iko Juliant Junior, mahasiswa FH Unnes, meninggal dalam kondisi tak wajar.
Daerah

Polisi Ubah TKP Kecelakaan, IKA FH Unnes Ungkap Kejanggalan Kematian Iko Juliant

September 2, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Info

Indonesia Gabung Dewan Keamanan Trump Bayar Rp16,9 Triliun? Nurut Banget Sama Amerika

Januari 22, 2026
Sepak Bola

Kalah, tapi PSIS Masih Aman

April 19, 2026
JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)
Info

Kabar Baik dari Grobogan: Ratusan Warga Diduga Keracunan Sudah Pulih

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?