BACAAJA, SOLO — Kabar baik buat anak-anak Kota Bengawan. Kejaksaan Negeri Surakarta resmi melaunching program Jaksa Sayang Anak, Rabu (4/3/2026).
Launching-nya nggak kaleng-kaleng. Digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, barengan sama buka puasa bersama Forum Anak Surakarta. Hadir juga Wali Kota Solo, Respati Ardi, dan Kepala Kejari Solo, Supriyanto.
Menurut Respati, langkah ini keren banget karena fokusnya pencegahan. Jadi bukan nunggu kejadian dulu baru gerak.
Bacaaja: Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Solo Respati Minta Pemda Dikasih Kewenangan
Bacaaja: Respati Apresiasi Nafar Ramadan, Minta Sekolah di Solo Ikut Bikin Program Serupa
“Kami sangat mengapresiasi. Ini langkah preventif yang bagus untuk melindungi masa depan anak-anak kita,” kata Respati.
Harapannya jelas: program ini bisa jadi tameng buat mencegah kekerasan dan eksploitasi anak di Solo.
Program Jaksa Sayang Anak ini bukan cuma soal hukum, tapi juga edukasi. Anak-anak diharapkan nggak lagi merasa takut atau terintimidasi kalau menghadapi ancaman.
Pesannya simpel: ada negara, ada penegak hukum, ada pemerintah yang siap melindungi.
“Anak-anak harus tahu kalau mereka nggak sendirian,” tegas Respati.
Data kekerasan naik, alarm keras
Kepala Kejari Solo, Supriyanto, bilang program ini muncul karena tren kekerasan terhadap anak dan perempuan di Solo meningkat.
Data yang ia paparkan:
- Tahun 2024: sekitar 170 laporan
- Tahun 2025: naik jadi sekitar 190 laporan
Memang nggak semuanya sampai ke pengadilan. Tapi jumlah perkara yang diproses juga naik, dari 7 kasus jadi 11 kasus.
Artinya? Tren-nya lagi naik, dan itu nggak bisa dianggap remeh.
Lewat program ini, Kejari Solo pengen hadir lebih dekat. Nggak cuma sebagai penegak hukum yang “serem”, tapi juga sebagai pelindung dan pengedukasi.
“Anak adalah masa depan kita. Kita ingin hadir untuk mencegah, mengedukasi, dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang melibatkan anak,” kata Supriyanto.
Intinya, Jaksa Sayang Anak ini jadi sinyal kalau Solo nggak mau main-main soal perlindungan anak.
Karena generasi masa depan nggak cukup cuma disayang, tapi juga harus dijaga dan dilindungi. (*)


