Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor

Cuaca ekstrem kayak gini jadi pengingat buat semua daerah di lereng selatan Jawa Tengah: musim peralihan nggak bisa disepelekan. Sekali hujan turun tanpa jeda, tanah yang gembur bisa berubah jadi ancaman.

Nugroho P.
Last updated: November 10, 2025 6:43 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi Longsor
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Hujan deras yang turun sejak Sabtu (8/11/2025) bikin tiga wilayah di Banyumasan — Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap — kelimpungan. Air turun tanpa ampun, tanah nggak kuat nahan beban, akhirnya longsor dan banjir datang bareng-bareng.

Di Purbalingga, bencana datang bertubi-tubi di tiga kecamatan: Bobotsari, Karangjambu, dan Karangreja. Tanah amblas, air meluap, dan jalanan mendadak jadi kolam.

Revon Hapinindriat, Kepala BPBD Purbalingga, cerita kalau banjir dan longsor itu muncul nyaris bersamaan. “Hujan deras banget. Di beberapa titik, air dari sungai nggak tertahan,” katanya Minggu (9/11).

Di Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari, air naik setinggi setengah meter dan bikin jalan kabupaten lumpuh total. Panjang genangan sekitar 400 meter, dan kendaraan roda dua sampai empat nggak bisa lewat.

Banjir ini gara-gara Sungai Tungtung Gunung meluap, merendam 16 hektare sawah. Selain itu, tebing sungai juga longsor di bagian tanggul penahan air.

Jalan di Dusun Karangduwur ikut terdampak, tanah di sisi bahu jalan runtuh sampai mengancam saluran irigasi dan pipa air bersih Pamsimas di bawahnya.

Di Karangjambu, longsor menimpa rumah milik Salimi di Desa Purbasari. Untungnya nggak ada korban jiwa, tapi dinding rumah rusak parah karena tertimpa material tanah.

Masih di kecamatan yang sama, jalan alternatif dari Dusun Tungkeb menuju Dusun Welirang juga sempat tertutup tanah. Di Desa Jingkang, longsor terjadi di belakang rumah kepala desa, menimpa area penampungan air.

Sementara di Karangreja, longsor besar bikin jalan kabupaten Karangreja–Karangjambu tertutup total. Kendaraan harus muter jauh karena akses utama nggak bisa dilewati.

Tim BPBD dan Damkar Bobotsari langsung turun tangan, bantu bersihin material dan semprot area jalan yang ketimbun lumpur. Tapi kerja di lapangan nggak gampang — hujan masih terus turun sampai Minggu malam.

Revon bilang, pihaknya udah koordinasi sama pemerintah desa dan minta warga tetap waspada. “Kita takut ada longsor susulan, jadi warga jangan lengah,” ujarnya.

Pindah ke Banyumas, kondisinya nggak jauh beda. Hujan deras yang turun dari siang sampai malam bikin tanah di banyak titik labil.

BPBD Banyumas mencatat lebih dari 20 titik longsor di tujuh kecamatan: Lumbir, Ajibarang, Purwokerto Selatan, Pekuncen, Gumelar, Kembaran, dan Kebasen.

Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, bilang ada lima titik longsor di Ajibarang, semuanya di Desa Tipar Kidul. Di Purwokerto Selatan, longsor muncul di Kelurahan Tanjung dan Karangklesem.

Di Lumbir, tanah amblas di empat desa: Lumbir, Parungkamal, Dermaji, dan Canduk. Sementara di Gumelar, dua titik longsor menimpa area Puskesmas dan jalan utama.

“Total sementara ada 21 titik longsor. Untungnya, nggak ada korban jiwa,” ujar Dwi, Minggu petang.

Meski begitu, beberapa rumah dan bangunan publik ikut kena imbas. Ada pondasi sekolah yang retak, tembok Puskesmas yang roboh, sampai jalan desa yang terputus.

Evakuasi dilakukan bareng warga dan relawan, meski hujan belum juga berhenti. “Kami udah lakukan kaji cepat, tapi karena masih hujan, penanganan belum bisa maksimal,” tambahnya.

Sementara di Cilacap, situasinya juga nggak kalah berat. Kecamatan Karangpucung jadi salah satu titik paling parah. Hujan lebat selama lebih dari tiga jam bikin tanah di Desa Babakan longsor, menutup akses jalan Babakan–Cinangka sepanjang 10 meter.

Material longsor setinggi 8 meter bikin jalan itu benar-benar terisolir. Di waktu yang sama, Sungai Cinangka juga meluap dan merendam area persawahan warga sampai dua meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, bilang, air hujan yang deras bikin tanah jenuh dan akhirnya amblas. “Airnya nggak sempat meresap, langsung bikin longsor di beberapa titik,” jelasnya.

Dua rumah warga, milik Wasino dan Kasmad, rusak karena tertimpa tanah dan pohon tumbang. Beruntung semua penghuni selamat.

Total kerugian material di Cilacap diperkirakan mencapai Rp25 juta. Warga dan aparat desa langsung kerja bakti bareng TNI, Polri, dan tim BPBD buat bersihin sisa-sisa longsoran.

Meski kerja berat, semangat gotong royong tetap jalan. Dalam waktu beberapa jam, sebagian akses jalan udah mulai terbuka lagi.

Cuaca ekstrem kayak gini jadi pengingat buat semua daerah di lereng selatan Jawa Tengah: musim peralihan nggak bisa disepelekan. Sekali hujan turun tanpa jeda, tanah yang gembur bisa berubah jadi ancaman.

Sampai Minggu malam, hujan belum menunjukkan tanda reda. Tapi di balik kelelahan dan lumpur, masih ada harapan — bahwa gotong royong dan kewaspadaan bisa bantu warga bertahan di tengah alam yang lagi “ngambek.” (*)

You Might Also Like

Cemburu Buta Berujung Tragis, Pria Dibakar Pasutri di Madura

Banjir Sumatera Sisakan Misteri, Masih Ada Ratusan Korban Belum Ditemukan

Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!

Monitoring Ketat Stok dan Harga Bakan Pokok di Solo, Respati: Ramadan hingga Lebaran Aman

Eks-Pangdam Diponegoro Letjen Widi Tersangka Korupsi BUMD Cilacap? Ada Salinan Surat Berkop Kejagung

TAGGED:banyumascilacaphujanlongsorpurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika
Next Article Cantiknya Sundul Langit, Nama Anak Bupati Ponorogo yang Bikin Heboh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengisi tumbler saat launching layanan Air Siap Minum “Toya Wening” di Pasar Gede Surakarta, Rabu (1/4/2026).

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)

Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

“Pemilihan Ketua KONI Jateng: Drama Permenpora Jadi Plot Twist?”

September 11, 2025
Daerah

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Januari 19, 2026
Hukum

Sandera Intel, Mahasiswa Undip Divonis Bersalah tapi Tak Perlu Mendekam di Penjara Lagi

Oktober 7, 2025
Sepak Bola

PSIS ke Sleman Bukan Cari Sunrise, Tapi Tiga Poin

Januari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?