Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hari Jadi Wonosobo ke-200, Songsong Agung Jadi Simbol Pengayom Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Hari Jadi Wonosobo ke-200, Songsong Agung Jadi Simbol Pengayom Rakyat

Prosesi penyerahan Songsong Agung dan pusaka-pusaka lainnya membuktikan bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan mampu menjadi inspirasi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Nugroho P.
Last updated: Juli 4, 2025 9:47 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Prosesi Songsong Agung (Diskominfo Wonosobo)
SHARE

NARAKITA, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-200 dengan prosesi Pasrah Tampi Panji Miwah Pusaka di halaman Pendopo Bupati pada Kamis (3/7/2025) lalu.

Dalam suasana khidmat, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara simbolis menyerahkan Songsong Agung Pangayom kepada para camat, sebagai tanda dimulainya kirab pusaka keliling kecamatan.

Prosesi ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya yang telah mengakar kuat di Wonosobo selama dua abad.

Dalam sambutannya, Bupati Afif menyampaikan bahwa kirab pusaka merupakan sarana strategis dalam menyosialisasikan program pemerintah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kearifan lokal.

Menurut Afif, melestarikan tradisi seperti ini sangat penting dalam menjaga identitas daerah. Budaya yang dijaga dengan baik akan menjadi dasar yang kokoh bagi pembangunan, tanpa harus mengabaikan kemajuan teknologi dan modernisasi yang terus berkembang.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan, kata Afif, tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama yang harmonis, semangat gotong royong, serta kebersamaan dari semua unsur.

Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah “Dwi Abad Wonosobo, Kukuh ing Tembayatan, Unggul ing Samukawis. Tumuju Wonosobo Raharja, Adil lan Makmur.” Tema ini menegaskan pentingnya persatuan, kekeluargaan, dan kemajuan bersama dalam membangun masa depan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, menjelaskan bahwa kirab panji dan pusaka akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan dan desa. Setiap titik kirab akan diramaikan dengan gelar budaya dan keterlibatan langsung masyarakat, sebagai upaya pelestarian dan pemberdayaan.

Songsong Agung yang diserahkan kepada para camat merupakan simbol pengayoman. Seorang pemimpin daerah diharapkan menjadi pelindung rakyat, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara sosial dan budaya. Selain itu, terdapat pula Tombak Korowelang Kantentreman yang diserahkan dari Kapolres kepada para Kapolsek sebagai simbol penjaga ketenteraman, yang kini dimaknai dalam konteks perjuangan melawan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Panji Gegunungin Praja sebagai lambang identitas daerah diserahkan oleh Ketua DPRD kepada para sekretaris kecamatan. Sedangkan Sang Saka Merah Putih, sebagai simbol nasionalisme dan persatuan, diserahkan oleh Dandim 0707 kepada para Danramil se-Wonosobo.

Kirab ini dimulai dari Kecamatan Kaliwiro dan akan berlanjut ke 14 kecamatan lainnya hingga berakhir di Kecamatan Kalibawang. Tiap kecamatan menyambut panji dan pusaka dengan cara khas, mulai dari pertunjukan seni tradisional, arak-arakan rakyat, hingga bazar ekonomi kreatif.

Menurut Agus, keterlibatan masyarakat dalam kirab ini sangat penting. Tidak hanya untuk menjaga semangat perayaan, tetapi juga sebagai cara agar manfaat ekonomi dan sosial bisa langsung dirasakan oleh warga, terutama para pelaku UMKM dan komunitas budaya.

Kirab pusaka juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Pelajar dari berbagai sekolah ikut terlibat dalam prosesi, baik sebagai peserta maupun penampil seni. Hal ini dilakukan agar mereka tidak tercerabut dari akar tradisinya dan terus mengenal sejarah daerahnya sendiri.

Dua abad Kabupaten Wonosobo adalah usia yang panjang dalam perjalanan sejarah pemerintahan dan masyarakat. Perayaan ini menjadi momentum untuk kembali menguatkan jati diri daerah, menyatukan harapan, dan menyusun langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Dengan menjaga harmoni antara tradisi dan kemajuan, Wonosobo berharap dapat terus berkembang sebagai daerah yang berdaya saing, namun tetap berpijak pada akar budayanya yang kuat.

Prosesi penyerahan Songsong Agung dan pusaka-pusaka lainnya membuktikan bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan mampu menjadi inspirasi dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Kirab pusaka bukan sekadar mengarak benda warisan, tetapi menyatukan langkah masyarakat dalam satu semangat: membangun Wonosobo yang sejahtera, adil, dan lestari. (*)

You Might Also Like

Mbak Ita Curhat Rumah Tangga di Persidangan: Iin Diam-diam Sering Ketemu Alwin di Rumah

Eks Cawabup Purbalingga Zaini Makarim Minta Dibebaskan dari Tuntutan karena Alasan Ini

Robot Polisi Seharga Rp 3 Miliar di HUT Bhayangkara Tuai Sorotan, Netizen Ramai Bandingkan Harga Pasaran, Cuma Segini

Putri Wali Kota Prabumulih Pindah Sekolah, Publik Tambah Ngotot Soroti Drama yang Terjadi

Insights into the Inner Workings of Artificial Intelligence

TAGGED:2 abad wonosobowisata wonosobowonosobo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua DPR RI Puan Maharani Puan Ingatkan Agar Penulisan Sejarah Ulang Nasional Tak Hilangkan Jejak Sejarahnya
Next Article Ketua DPR RI Puan Maharani. Berduka Dirut RS Indonesia di Gaza Tewas Dibom Israel, Puan: Ini Masalah Kemanusiaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Sinopsis Pembantaian Dukun Santet, Teror Berdarah di Pesantren Banyuwangi

Mei 11, 2025
Ilustrasi taman kota buka 24 jam.
Unik

Mas Pram Terinspirasi London, Aturan Taman di Jakarta Buka 24 Jam

Juni 28, 2025
Sejumlah pejabat memukul gong sebagai pembuka gelaran Munas BEM SI. Kehadiran para pejabat dalam Munas BEM SI membuat sejumlah BEM keluar dari keanggotaan BEM SI. 15 BEM kampus Jateng-DIY menuntut BEM SI kembali ke marwah. Foto:dok/ist
Unik

Berikut 7 Tuntutan 15 BEM Kampus Jateng-DIY Kepada BEM SI

Juli 26, 2025
Dasuki tak menyangka rumah jeleknya disambangi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Tak cukup itu, Luthfi membawa membawa berkah karena akan merehab rumahnya yang dinilai tidak layak huni. Foto: Dok.HumasJateng
Unik

Dasuki Tak Menyangka Rumah Jeleknya Didatangi Gubernur Luthfi

Juni 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hari Jadi Wonosobo ke-200, Songsong Agung Jadi Simbol Pengayom Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?