BACAAJA, SEMARANG – Masa libur Lebaran sering bikin pola hidup jadi lebih santai dari biasanya. Aktivitas fisik berkurang sementara makan justru makin bebas tanpa banyak batas. Akibatnya, kondisi tubuh pun berubah dan nggak seprima sebelum liburan.
Banyak orang langsung pengin “balas dendam” begitu libur selesai. Mulai dari olahraga berat sampai nambah durasi latihan biar cepat balik fit. Padahal cara seperti itu justru berisiko bikin tubuh kaget.
Tubuh butuh waktu buat adaptasi sebelum kembali ke ritme lama. Nggak bisa langsung dipaksa kerja keras setelah lama santai. Kalau dipaksakan, risiko cedera atau kelelahan malah makin besar.
Idealnya, olahraga bisa mulai lagi sekitar 1 sampai 3 hari setelah Lebaran. Waktu ini cukup buat tubuh menyesuaikan metabolisme dan energi. Tapi tetap lihat kondisi badan, jangan asal ikut jadwal.
Saat mulai lagi, pilih intensitas ringan sampai sedang dulu. Jalan cepat, joging santai, atau sepeda ringan bisa jadi pilihan aman. Yang penting, tubuh diajak bergerak tanpa tekanan berlebihan.
Dengerin sinyal tubuh juga penting banget. Kalau cepat capek atau otot terasa kaku, itu tanda harus menurunkan intensitas. Jangan sampai ambisi malah bikin tubuh tumbang.
Selain itu, perhatikan juga asupan makanan dan cairan. Tubuh butuh nutrisi seimbang biar performa olahraga kembali optimal. Air yang cukup juga bantu proses pemulihan lebih cepat.
Kebiasaan “balas dendam” olahraga sebaiknya dihindari. Latihan berlebihan dalam waktu singkat justru bikin tubuh drop. Lebih baik pelan tapi konsisten daripada langsung berat lalu berhenti.
Fokus utama sebenarnya bukan seberapa keras latihan, tapi seberapa rutin dilakukan. Kembalikan dulu kebiasaan olahraga secara bertahap. Dengan cara ini, tubuh bisa balik fit tanpa drama cedera. (*)


