BACAAJA, CILACAP – Kabar soal THR ASN di Cilacap yang belum cair bikin banyak pegawai mulai waswas. Penundaan ini terjadi usai operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Meski begitu, pemerintah daerah memastikan dananya sebenarnya sudah siap.
Situasi ini muncul di momen yang cukup krusial. Waktu menuju cuti bersama Lebaran tinggal hitungan hari. ASN pun berharap pencairan bisa segera dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Cilacap langsung memberi penjelasan. Mereka menegaskan tidak ada masalah pada ketersediaan anggaran. Hanya saja ada kendala di sisi administrasi.
Perubahan mekanisme jadi penyebab utama keterlambatan ini. Hal itu berkaitan dengan pergantian pejabat yang berwenang. Proses tanda tangan dokumen pun ikut berubah.
Pelaksana Harian Sekda Cilacap, Annisa Fabriana, menjelaskan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa dana THR sudah tersedia. Namun proses pencairan butuh penyesuaian.
“Prinsipnya uangnya sudah ada, hanya saja perlu pengaturan mekanisme lebih lanjut,” ujarnya. Ia menyebut perubahan penandatangan jadi faktor utama. Hal itu membuat proses sedikit tertunda.
Annisa juga mencoba menenangkan para ASN. Ia meminta mereka tidak perlu khawatir berlebihan. Hak mereka dipastikan tetap akan diberikan.
Ia juga mengajak para pegawai untuk tetap berpikir positif. Proses yang berjalan saat ini disebut hanya soal teknis. Bukan karena anggaran bermasalah.
“Teman-teman ASN mudah-mudahan tidak gelisah, tetap khusnuzon,” katanya. Ia memastikan THR tetap akan cair. Meski waktunya sedikit mundur.
Penundaan ini jadi perhatian karena waktunya mepet. Cuti bersama Idulfitri dijadwalkan segera dimulai. Kondisi ini membuat banyak ASN berharap kejelasan cepat.
Sebelumnya, pemerintah sudah menargetkan pencairan sebelum Lebaran. Bahkan jumlah anggaran yang disiapkan cukup besar. Nilainya mencapai sekitar Rp86 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cilacap. Baik yang berstatus PNS maupun PPPK. Termasuk juga PPPK paruh waktu.
Dengan jumlah sebesar itu, kebutuhan THR sebenarnya sudah ter-cover. Tinggal menunggu proses administrasi selesai. Hal ini yang kini sedang dikebut.
Dampak OTT memang cukup terasa di internal pemerintahan. Sejumlah posisi penting mengalami perubahan. Hal ini berpengaruh pada alur birokrasi.
Namun pemerintah daerah berusaha tetap menjaga stabilitas. Layanan publik diupayakan tetap berjalan normal. Termasuk soal hak pegawai.
ASN diharapkan tetap fokus menjalankan tugas. Meski ada situasi yang tidak biasa. Pemerintah menjamin hak tidak akan hilang.
Di sisi lain, publik juga ikut memantau perkembangan ini. Kasus OTT yang menyeret pejabat daerah masih jadi sorotan. Transparansi jadi hal yang ditunggu.
Sementara itu, proses administrasi terus dikejar. Pemerintah ingin pencairan bisa segera dilakukan. Targetnya tidak terlalu jauh dari jadwal awal.
Harapan besar tentu ada di para ASN. THR jadi salah satu momen penting menjelang Lebaran. Kebutuhan keluarga biasanya meningkat.
Karena itu, kepastian pencairan sangat dinanti. Meski tertunda, ASN diminta tetap tenang. Pemerintah memastikan semuanya tetap berjalan.
Dengan kondisi ini, semua pihak diharapkan saling memahami. Situasi yang terjadi memang di luar rencana. Tapi solusi sedang diupayakan.
Pada akhirnya, Pemkab Cilacap menegaskan komitmennya. THR ASN tetap akan dibayarkan. Hanya soal waktu hingga proses selesai. (*)


