BACAAJA, JAKARTA– Gaji guru honorer yang miris banget jadi sorotan panas di rapat Komisi X DPR RI bareng Kemendikdasmen! Anggota Komisi X, Mercy Chriesty Barends, ngebet banget minta pemerintah revisi aturan soal dana BOS, khususnya buat honor guru. Soalnya, sejak aturan baru Permendiknas No. 8 Tahun 2025 diterapkan, alokasi untuk gaji guru dipangkas dari 50% jadi cuma 20%. Efeknya? Ada guru yang digaji cuma Rp200-300 ribuan sebulan. Waduh!
Nggak cuma itu, Mercy dan Fraksi PDI-Perjuangan juga dukung penuh kenaikan dana Program Indonesia Pintar (PIP), biar makin banyak anak-anak bisa sekolah tanpa beban biaya. PIP buat SD naik dari Rp450 ribu ke Rp600 ribu, SMP dari Rp750 ribu ke Rp1 juta, dan SMA/SMK tetap di angka Rp1,8 juta. Mercy juga nyorot soal digitalisasi sekolah, yang menurutnya harus merata sampai ke pelosok 3T. Jangan sampe digitalisasi cuma dinikmati kota besar doang!
Di sisi lain, Komisi X DPR RI juga udah ngasih lampu hijau buat Pagu Anggaran Kemendikdasmen RI tahun 2026 sebesar Rp55 triliun. Dana segede ini bakal dibagi buat program wajib belajar 13 tahun, peningkatan kualitas guru dan pembelajaran, pelatihan vokasi, pengembangan bahasa-sastra, sampai dukungan manajemen. Nggak berhenti di situ, ada juga usulan tambahan anggaran Rp52,9 triliun yang bakal dibahas lanjut sama Badan Anggaran DPR.
My Esti Wijaya, Wakil Ketua Komisi X, bilang kalau semua anggaran ini harus langsung ngasih dampak ke rakyat. Fokusnya ya ke hal-hal yang beneran dibutuhin kayak PIP, gaji guru, tunjangan, sampai DAK fisik buat bangun dan perbaiki infrastruktur sekolah. Komisi X juga wanti-wanti supaya digitalisasi pendidikan jangan cuma wacana doang, tapi bisa dirasain semua anak Indonesia – dari Sabang sampai Merauke. Karena pendidikan yang adil itu bukan soal akses doang, tapi juga soal kualitas dan kesempatan yang merata!(*)


