BACAAJA, SEMARANG – Ada fenomena unik nih di tengah banjir besar yang ngehajar Sumatera dan Aceh: dunia udah siap ngegas bantu, tapi Indonesia masih bilang “tahan dulu, bro.”
Padahal, banjir dan longsor udah makan banyak korban, ribuan orang mengungsi, dan akses bantuan ke beberapa wilayah masih ke-blocked lumpur dan reruntuhan.
Tapi pemerintah menegaskan: bantuan internasional belum dibuka.
Bacaaja: Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Bencana Aceh, Luapan Rasa Kecewa?
Bacaaja: Bupati Kabur Saat Banjir, Mualem Singgung Karaoke di Tengah Panik
Alasannya? Katanya masih bisa ditangani nasional.
Mensesneg Prasetyo Hadi bilang, “Untuk bantuan sementara belum ya. Tapi kita apresiasi perhatian negara-negara sahabat.”
Simpelnya: negara lain udah standby, Indonesia masih jawab: “Ntar dulu, kita lihat situasi.”
Terus siapa aja sih yang udah siap turun tangan?
1. Malaysia
Malaysia nggak pakai banyak omong. Mereka langsung kirim 2 ton pasokan medis, tim dokter, dan personel penyelamat ke Aceh pada 29 November 2025.
Paket sekitar 1 juta ringgit (Rp 4 miliar) itu udah mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda.
Koordinasinya rapi lewat Gomez Medical Services dan Blue Sky Rescue Malaysia.
Ironisnya, Malaysia sendiri lagi diterpa dampak Siklon Senyar. Tapi mereka tetap nyempetin bantu Aceh duluan…
2. Elon Musk
Yup, Elon Musk masuk list. Starlink ngumumin layanan internet gratis untuk wilayah terdampak banjir besar di Indonesia dan Sri Lanka sampai akhir Desember 2025.
Tanpa ribet:
- pengguna lama langsung dapat kredit otomatis
- yang sempat nonaktif bisa re-activate gratis
- pengguna baru cukup bikin tiket bertuliskan “Dukungan Banjir Indonesia
Starlink juga ngebut pasang terminal di Sumatera yang BTS–nya banyak tumbang.
3. Liga Muslim Dunia (MWL)
Sekjen MWL, Sheikh Mohammed Al-Issa, datang langsung ke Jakarta dan bilang MWL siap kerahkan sumber daya buat bantu Indonesia.
Mereka menyampaikan belasungkawa, siap kasih dukungan penuh, tapi lagi-lagi: bantuan asing belum dibuka.
Jadi MWL masih stay di mode: “Siap, kalau diminta.”
4. PBB
Sekjen Antonio Guterres kirim belasungkawa atas bencana di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia.
Juru Bicaranya, Stephane Dujarric, bilang PBB siap bantu respons darurat kapan pun.
Koordinasi juga udah jalan.
Intinya: pintunya sudah dibuka dari sana. Tinggal dari sini belum ngizinin.
5. Uni Emirat Arab
UEA juga udah gercep. Dubes Abdulla AlDhaheri bilang pihaknya sudah ditelepon dari negaranya untuk menanyakan kesiapan bantu Indonesia.
Komunikasi intens sama Kemlu RI udah dilakukan.
Tapi UEA paham: Indonesia belum menetapkan banjir ini sebagai bencana nasional, jadi bantuan asing otomatis belum bisa masuk.
Dunia udah siap, standby mode ON, tapi Indonesia masih di mode: “kita coba handle dulu sendiri.”
Apakah ini langkah strategis? Atau justru bikin bantuan yang harusnya cepat jadi nunggu izin administrasi?
Prabowo kuasai lahan seluas 4 kali Singapura
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memiliki atau menguasai lahan yang luasnya setara empat kali negara Singapura.
Apa karena Singapura itu kecil? Oh Tidak. Luas Singapura adalah 728 km².
Empat kalinya berarti sekitar 2.900 km², atau dalam hitungan Indonesia, sekitar 290.000 hektare.
Angka itu bukan muncul tiba-tiba. Itu berasal dari pernyataan publik saat debat politik beberapa tahun lalu — yang menyebut Prabowo menguasai sekitar 340.000 hektare lahan HGU:
- 220.000 hektare di Kalimantan Timur
- 120.000 hektare di Aceh Tengah
Jumlahnya hampir sama dengan empat kali Singapura. Dan angka itu melekat hingga hari ini —menjadi bagian dari memori politik Indonesia. (*)

