BACAAJA, SEMARANG- Drama politik di DPRD Pati akhirnya berujung antiklimaks. Rencana pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, resmi kandas. Mayoritas anggota dewan memilih jalan damai: perbaiki kinerja aja, gak usah dimakzulkan.
Dari 49 anggota DPRD yang hadir di sidang paripurna, 36 orang kompak nolak pemakzulan. Sisanya, 13 anggota dari PDIP tetap kekeh pengin Sudewo turun jabatan. “13 anggota DPRD Kabupaten Pati sepakat dimakzulkan, dan 36 anggota DPRD Kabupaten Pati sepakat perbaikan,” kata Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, Jumat (31/10).
Desak Dicopot
Sebelum voting, tujuh dari delapan fraksi udah kasih sinyal bakal nolak pemakzulan. Hanya Fraksi PDIP yang masih ngegas minta Sudewo dicopot. “Fraksi PDIP mengusulkan pemberhentian Bupati Pati,” kata perwakilan Fraksi PDIP.
Ia menilai, Bupati Pati telah melanggar sumpah jabatan. Banyak pelanggaran yang tidak bisa lagi dimaafkan. Fraksi PDIP menyatakan tetap berdiri di atas kepentingan rakyat, dan rakyat Pati menghendaki Sudewo dilengserkan.
Sementara itu, anggota dewan dari fraksi PKS, PPP, PKB, Golkar, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat lebih milih kasih PR ke bupati biar kinerjanya dibenerin. Singkatnya, drama pemakzulan Sudewo selesai tanpa gebrakan besar.
Yang ada malah saran lembut dan janji-janji manis buat perbaiki kinerja. Ya, politik Pati lagi-lagi adem, setidaknya untuk sekarang. (bae)


