Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu

R. Izra
Last updated: Februari 13, 2026 11:56 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
SHARE

BACAAJA, DEMAK — Suasana di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, mendadak sendu. Seorang siswi SD berinisial SA (13) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (11/2/2026). Kejadian ini bikin warga kaget sekaligus terpukul.

SA dikenal sebagai anak yang aktif dan punya segudang kegiatan positif, salah satunya menekuni olahraga taekwondo. Nggak ada yang menyangka, sore itu justru jadi momen paling berat bagi keluarganya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sang ibu saat pulang ke rumah bersama adik korban. Fakta tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono.

Bacaaja: Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi
Bacaaja: Peduli Kesehatan Mental, Respati akan Tambah Psikolog dan Upgrade Posyandu Plus di Solo

Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban masuk ke rumah sekitar pukul 18.01 WIB sambil menggendong adik SA. Namun hanya berselang beberapa saat, ia langsung keluar rumah sambil berteriak histeris meminta pertolongan.

“Begitu masuk rumah, ibunya kaget melihat kondisi anaknya. Lalu langsung keluar minta tolong,” jelas Anggah, Jumat (13/2/2026).

Teriakan itu bikin tetangga berdatangan. Korban kemudian segera dilarikan ke RSUD Wongsonegoro.

Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban meninggal karena kekurangan oksigen. Polisi juga menepis berbagai spekulasi yang sempat beredar.

Dari rekaman CCTV, ibu korban hanya berada di dalam rumah sekitar dua menit sebelum keluar meminta bantuan.

“Dengan waktu sesingkat itu, tidak memungkinkan terjadi tindak kekerasan,” tegas Anggah.

Aktivitas terakhir di ponsel korban tercatat sekitar pukul 16.25 WIB. Hingga ibunya pulang, tidak terlihat ada orang lain masuk ke rumah.

Polisi dalami percakapan terakhir korban

Sehari sebelum kejadian, korban diduga sempat membagikan tangkapan layar percakapan dengan ibunya yang berisi kemarahan dan kata-kata kasar.

Polisi membenarkan adanya percakapan tersebut, namun menegaskan penyebab pasti peristiwa ini belum bisa disimpulkan.

“Masih banyak faktor yang harus kami dalami,” kata Anggah.

Kejadian ini jadi pengingat buat semua orang: kondisi emosional anak dan remaja sering kali nggak terlihat dari luar. Karena itu, perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitar punya peran besar.

Kontak bantuan

Kalau kamu, temanmu, atau keluargamu sedang berada di masa sulit atau butuh dukungan emosional, jangan ragu untuk cari bantuan profesional.

Kamu bisa:

  • Datang ke layanan kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat
  • Mengunduh aplikasi Sahabatku untuk mendapatkan pendampingan
  • Menghubungi Call Center Halo Kemenkes 1500-567 (24 jam)
  • SMS ke 081281562620
  • Email ke kontak@kemkes.go.id

Kamu nggak sendirian. Cerita ke orang terpercaya atau mencari bantuan adalah langkah kuat, bukan tanda kelemahan.

You Might Also Like

204 Siswa SMPN 1 Blora Keracunan MBG, 20 Dirawat di RS

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Sempat Terganggu Akibat Banjir, Jalur KA Kaliwungu – Kalibodri Kendal Berangsur Normal

Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Es Gabus Sudah Aman, Tapi Trauma Masih Nempel

TAGGED:akhiri hidupanak sdbunuh dirichatdemakdimarahi ibuheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekda Jateng, Sumarno menanggapi ramainya protes kenaikan pajak kendaraan bermotor. (ist) Pemprov Jateng Klaim Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan, tapi Rakyat Tetap Bayar Lebih Mahal
Next Article Mantan Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Oegroseno. Eks-Wakapolri Jadi Ahli Sidang Botok-Teguh di PN, Sorot Dugaan Kriminalisasi Aktivis Pati

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

Antrean BBM Mengular di Semarang, Isu Harga Naik Bikin Warga Panic Buying

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Hemat Energi, Wali Kota Solo Dorong ASN Naik Transportasi Publik dan Bike to Work

SPBU di Ngaliyan, Kota Semarang, dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Perlatite Tidak Naik, tapi Dibatasi

Menaker Spill Rencana Program Magang Batch Baru, Ayo Fresh Graduate Siap-Siap

MTQ 2026, Jateng Bidik Juara Umum

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PDAM Semarang Siapkan 17 Armada, Siaga Full Pas Lebaran

Maret 18, 2026
Ilustrasi anak-anak main game online.
Tumbuh

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Januari 2, 2026
Ekonomi

Next Indonesia: Perluasan Jargas Jadi Kunci Tekan Subsidi LPG

Oktober 12, 2025
Info

Hujan Semalaman, Enam Desa di Batang Kebanjiran

Maret 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?