BACAAJA, SEMARANG – Banjir bandang yang sempat menerjang Kabupaten Pemalang nggak cuma bikin rumah warga tergenang, tapi juga merusak sejumlah sekolah. Dampaknya? Aktivitas belajar siswa jadi ikut keganggu.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengingatkan kalau pendidikan itu sektor krusial yang nggak boleh ikut “lumpuh” meski daerah lagi kena bencana. Karena itu, pemulihan pendidikan harus langsung masuk daftar prioritas pemerintah.
“Untuk pemulihan sektor pendidikan, perlu dipikirkan percepatan perbaikan sekolah dengan segala sarana dan prasarananya. Kita harus bergerak cepat dan serius,” tegasnya, Minggu (8/2/2026).
Bacaaja: Rehab 10 Ribu Rumah di Jateng Ngebut, Saleh: Data Warga Wajib On Point!
Bacaaja: Kiki Tewas Tertimbun, Lagi-lagi Tanah Longsor di Pemalang Telan Korban Jiwa
Saleh menekankan, jangan sampai anak-anak kehilangan hak buat dapetin pendidikan layak cuma karena penanganan yang telat.
Menurutnya, di lokasi pengungsian pun harus segera disiapkan kebutuhan penting seperti ruang kelas darurat, perlengkapan belajar, hingga dukungan psikososial supaya siswa lebih siap mengikuti pembelajaran di tengah situasi darurat.
Ia juga menegaskan pemulihan pendidikan nggak bisa dikerjakan sendirian. Pemerintah perlu gandeng banyak pihak — mulai dari swasta, relawan, sampai organisasi sosial dan keagamaan, biar prosesnya makin cepat.

“Upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana harus terus dilakukan dengan mengedepankan semangat optimisme dan gotong royong,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kelas kembali berjalan, keberhasilan pemulihan juga dilihat dari apakah anak-anak merasa aman, mau datang ke sekolah, berani berinteraksi lagi, dan perlahan mulai bangun mimpi mereka.
“Evaluasi implementasi lapangan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pemulihan pembelajaran bukan sekadar administrasi formal,” tandasnya. (*)


