BACAAJA, CILACAP – Hujan deras bareng angin kencang bikin sore di Cilacap, Kamis (2/10/2025), jadi mencekam. Pusat terparah ada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Sampang. Pondok Pesantren Al Fahri yang biasanya ramai santri, malah porak-poranda.
Beberapa bangunan inti pondok nggak kuat nahan hantaman cuaca. Kelas 1, 2, 3 sampai dapur roboh. Suasana langsung kacau, warga sekitar pada keluar rumah lihat kondisi.
Untungnya, meski bangunan rusak lumayan parah, nggak ada korban jiwa. Santri yang lagi di lokasi berhasil menyelamatkan diri.
Kerugian Nggak Main-Main
Menurut data awal, kerugian ditaksir sekitar Rp50 juta. Lumayan bikin pusing, apalagi ruang belajar santri jadi nggak bisa dipakai.
“Kejadian pas hujan deras jam tiga sore. Angin langsung nyapu bangunan, dan beberapa ruang kelas langsung ambrol,” kata Budi Setyawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Jumat (3/10/2025).
Budi juga bilang, kerusakan lumayan signifikan karena material bangunan kemungkinan nggak cukup kuat hadapi cuaca ekstrem.
Tim Langsung Gerak
Begitu laporan masuk, tim gabungan dari PKBD Kroya, Forkopimcam Sampang, sampai pemerintah desa langsung turun ke lokasi. Mereka cek kerusakan sekaligus data kebutuhan mendesak buat pesantren.
“Korban jiwa nihil, tapi kerugian materialnya udah kami catat. Saat ini fokus dulu ke pendataan dan langkah darurat,” tambah Budi.
Santri yang terdampak sementara ini dipindahkan ke ruang yang masih aman, sambil nunggu perbaikan awal.
BPBD Berkata Begini
Kejadian ini jadi pengingat kalau cuaca di Cilacap lagi nggak ramah. Potensi hujan deras plus angin kencang masih mungkin terjadi beberapa hari ke depan.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan angin kencang,” tegas Budi.
Antisipasi dini, menurutnya, jauh lebih baik biar kejadian kayak di Ponpes Al Fahri nggak terulang di tempat lain. (*)


