BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng memastikan stok BBM dan elpiji di wilayahnya masih dalam kondisi aman. Jadi, masyarakat diminta buat nggak panik, apalagi sampai borong berlebihan yang ujung-ujungnya malah bikin ribet sendiri.
Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto ngajak masyarakat buat lebih santai tapi tetap bijak dalam pakai energi. Menurutnya, efisiensi itu nggak harus ribet, mulai dari hal kecil juga bisa.
Baca juga: WFH Jumat di Semarang: Bukan Buat Rebahan, Tapi Biar Hemat BBM
“Kalau jaraknya dekat, ya jalan kaki atau naik sepeda. Bisa juga pakai transportasi umum atau barengan satu kendaraan,” ujarnya. Agus juga menegaskan, hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan stok BBM seperti Pertalite, Pertamax, hingga LPG masih aman terkendali.
Jadi, kalau ada info yang bikin panik di medsos, sebaiknya dicek dulu sumbernya. Jangan sampai belum apa-apa, SPBU udah diserbu. Menariknya, Pemprov juga mulai dorong kebiasaan rapat daring. Selain lebih praktis, cara ini dinilai bisa memangkas perjalanan dinas yang nggak terlalu penting, alias hemat BBM tanpa harus ribet.
Rapat Online
“Sekarang kan zamannya digital, rapat bisa online. Lebih efisien juga,” tambah Agus. Untuk elpiji, masyarakat juga diminta tetap tenang. Stok cukup, jadi nggak perlu “nyetok berlapis-lapis” di rumah. Yang penting, pakainya secukupnya. Misalnya, nggak perlu air panas berlebihan atau boros energi di aktivitas rumah tangga.
Nggak cuma soal hemat, Pemprov Jateng juga mulai serius garap energi alternatif. Dari sampah plastik jadi bahan bakar lewat pirolisis, limbah organik jadi bioetanol, sampai kotoran ternak diolah jadi biogas.
Baca juga: Antrean BBM Mengular di Semarang, Isu Harga Naik Bikin Warga Panic Buying
Program Desa Mandiri Energi juga terus digenjot, mulai dari mikrohidro sampai pemanfaatan limbah industri kecil. Tujuannya jelas: biar desa makin mandiri dan nggak terlalu bergantung sama energi fosil.
Kadang yang bikin BBM terasa “langka” itu bukan stoknya, tapi rasa panik kita sendiri. Jadi sebelum nyalahin keadaan, mungkin yang perlu di-rem dulu… ya, kebiasaan paniknya. (tebe)


