BACAAJA, SEMARANG – Bajaj yang dulu identik dengan kendaraan jadul dan asap knalpot tebal, sekarang lagi rebranding.
Mesinnya udah gak ngebul dan berisik parah kayak dulu lagi, Kini lebih halus dan ramah lingkungan.
Pelan tapi pasti, si roda tiga ini mulai naik level lewat kolaborasi dengan platform transportasi digital.
Bacaaja: Bajaj Online Nyasar Semarang? Izin Masih “Dikulik” Dishub!
Bacaaja: Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman
Lewat kerja sama dengan aplikasi X-Ride, Bajaj masuk ke ekosistem transportasi berbasis teknologi.
X-Ride jadi salah satu pelopor layanan roda tiga berbasis aplikasi, dan kehadiran Bajaj bikin opsi transportasi makin beragam.
Nggak cuma itu, kolaborasi juga dibuka dengan platform lain seperti Maxim supaya jangkauannya makin luas.
Sebagai produsen resmi, Bajaj membawa dua andalan utama: Bajaj AX dan Bajaj Maxima. AX dirancang fleksibel—bisa angkut penumpang sekaligus barang, lengkap dengan ruang khusus penyimpanan.
Sementara Maxima lebih fokus ke angkutan barang berat dan volume besar, cocok buat kebutuhan logistik skala kecil sampai menengah.

“Kami ingin roda tiga tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan bisa bersaing di era sekarang,” kata Manajer Cabang Bajaj Semarang, Siva Gesita.
Kolaborasi ini bukan cuma soal pasang aplikasi. Bajaj menargetkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman, tarif yang ramah kantong, sekaligus membuka peluang ekonomi buat driver lokal agar penghasilannya lebih stabil.
Dari sisi mesin, Bajaj juga sudah jauh berubah. Sekarang mereka pakai mesin empat tak 200 cc berstandar Euro 4 dengan teknologi double spark ignition.
Hasilnya? Mesin lebih efisien dan irit BBM, dengan konsumsi sekitar 25 km per liter—setara motor modern masa kini.
Jaringan resmi Bajaj pun terus diperluas. Selain kota-kota di Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, dan Solo, cabang juga hadir di Makassar, Medan, dan Pekanbaru.
Cabang-cabang ini jadi penghubung langsung antara produsen dan kebutuhan pasar lokal.
Ke depan, Bajaj bahkan menyiapkan langkah lebih besar: rencana pembangunan pabrik di Indonesia agar produksi makin dekat dengan konsumen dan pasar lokal makin kuat.
Pelan tapi konsisten, Bajaj membuktikan satu hal: roda tiga belum habis zamannya. Sekarang tampil lebih modern, lebih fungsional, dan makin relevan buat kebutuhan mobilitas hari ini. (dul)


