BACAAJA, WASHINGTON — Situasi di Timur Tengah makin panas. Setelah Israel lebih dulu melancarkan “serangan pendahuluan” ke Iran, kini Amerika Serikat juga ikut turun tangan.
Sejumlah laporan media internasional menyebut Washington sudah mulai melakukan serangan militer ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Operasi ini disebut dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel.
Informasi tersebut diungkap beberapa pejabat AS kepada media sejumlah media, di antaranya CNN dan Agence France-Presse (AFP).
Bacaaja: Iran Bergolak! Ekonomi Ambruk, Demo Besar-besaran Telan 7 Korban Tewas
Bacaaja: Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar, Empat Tewas
Salah satu pejabat AS bahkan menyebut serangan yang dilancarkan bukan operasi kecil.
Menurut sumber dari Washington, serangan yang dilakukan AS saat ini difokuskan pada target-target militer di Iran.
Namun, detail soal lokasi target atau jenis serangan yang digunakan masih dirahasiakan karena operasi militer disebut masih berlangsung.
Pejabat AS lainnya mengatakan tujuan operasi ini adalah untuk mengurangi ancaman militer Iran sekaligus melindungi pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Sebelum serangan dilakukan, Washington juga disebut sudah menyiapkan berbagai langkah untuk melindungi personel militernya yang berada di wilayah sekitar.
Meski laporan soal serangan ini sudah beredar luas, hingga kini Pentagon atau Departemen Pertahanan AS belum memberikan pernyataan resmi terkait operasi tersebut.
Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi serangan kedua AS terhadap Iran dalam waktu kurang dari satu tahun.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengaku bahwa pihaknya telah menyerang Iran lebih dulu.
Aksi ini dilakukan sebelum Iran sempat bertindak.
Setelah melancarkan serangan, Israel langsung menyatakan keadaan darurat.
Sebelumnya, pada Juni 2025, serangan terhadap fasilitas nuklir Iran juga dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump, ketika Iran sedang terlibat konflik militer dengan Israel.
Serangan terbaru ini membuat situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.
Ketika dua kekuatan besar, AS dan Israel, melakukan operasi militer langsung terhadap Iran, banyak pihak kini khawatir konflik tersebut bisa meluas menjadi eskalasi yang lebih besar di kawasan. (*)


