BACAAJA, JAKARTA – Tabir duka menyelimuti sebuah rumah mewah di Kota Cilegon setelah seorang bocah ditemukan meninggal dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuh korban penuh luka tusukan dan tergeletak tengkurap dengan pendarahan hebat, membuat suasana rumah berubah mencekam. Peristiwa ini langsung mengarah pada dugaan kuat tindak kejahatan serius.
Korban berinisial MAHM, anak laki-laki berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Ia ditemukan tak bernyawa di rumah keluarganya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Kesunyian kawasan perumahan mendadak pecah oleh kabar duka yang menyebar cepat.
Pemeriksaan awal menunjukkan adanya banyak luka tusukan akibat benda tajam di beberapa bagian tubuh korban. Polisi menilai luka-luka tersebut mengindikasikan adanya kekerasan berat yang disengaja. Dugaan pembunuhan pun semakin menguat sejak temuan awal di lokasi.
Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menegaskan bahwa kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dan petunjuk. Setiap detail kejadian sedang ditelusuri untuk mengungkap pelaku dan motifnya. Polisi juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.20 WIB saat ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon panik dari anak keduanya yang masih berusia 8 tahun. Anak tersebut meminta pertolongan karena berada di rumah bersama korban saat kejadian berlangsung. Mendapat kabar itu, sang ayah langsung bergegas pulang dari tempat kerjanya.
Sesampainya di rumah, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan. Anak itu ditemukan tengkurap dengan luka serius dan darah di sekitarnya. Korban segera dilarikan ke RS Bethsaida menggunakan kendaraan pribadi untuk mendapat pertolongan medis.
Namun takdir berkata lain, nyawa korban tak tertolong. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Pemeriksaan awal rumah sakit mencatat adanya sekitar 14 luka tusukan di tubuh korban.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama berselang, aparat dari Polres Cilegon dan Polsek Cilegon langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Garis polisi dipasang dan sejumlah saksi dimintai keterangan.
Dugaan perampokan mencuat dari keterangan pihak keluarga dan Partai Keadilan Sejahtera. Korban diketahui merupakan putra dari Maman Suherman, Dewan Pakar PKS Kota Cilegon yang baru saja dilantik beberapa hari sebelum kejadian. Informasi tersebut menambah keprihatinan di kalangan internal partai.
Humas DPW PKS Banten, Kusuma Nirmala, menyebut pelaku diduga panik saat aksinya diketahui korban. Teriakan korban diduga memicu penusukan hingga berujung kematian. Dugaan ini masih terus didalami oleh penyidik kepolisian.
Pantauan di lokasi rumah duka menunjukkan suasana haru yang mendalam. Karangan bunga duka cita berjejer dari berbagai pihak, sementara warga sekitar datang silih berganti untuk melayat. Lingkungan perumahan yang biasanya tenang kini dipenuhi rasa kehilangan.
Hingga kini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun memastikan motif kejadian secara resmi. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi mengenaskan ini. (*)


