BACAAJA, BANJARNEGARA – Aktivitas di kawasan Dieng kembali jadi perhatian setelah dua pekan terakhir Kawah Sileri menunjukkan peningkatan yang cukup kelihatan. Asap putih yang biasanya tipis kini naik lebih tebal dan bisa mencapai kisaran 40 meter dari dasar kawah. Kondisi seperti ini bikin suasana di sekitar kawasan terasa lebih intens dari biasanya.
Dengan perubahan yang lumayan signifikan itu, status aktivitas Gunung Api Dieng pun resmi berada di level II atau waspada. Artinya, warga maupun wisatawan benar-benar diminta untuk tidak nekat mendekat ke area kawah. Bukan karena panik, tapi langkah hati-hati ini memang diperlukan untuk menghindari risiko yang nggak perlu.
Surip, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieneg, bilang kalau peningkatan aktivitas ini sudah terlihat jelas dari data yang masuk ke PVMBG. Dari pos pemantauan, asap putih dari Kawah Sileri tampak muncul dengan intensitas sedang sampai tebal—sesuatu yang sebelumnya jarang muncul dengan pola sekuat ini.
Ia menjelaskan kalau status level II ini makin kuat setelah melihat perubahan pola asap yang mulai meninggi. “Ketinggian kepulan asap sekarang sekitar 20 sampai 40 meter, jadi memang perlu perhatian bersama,” ucapnya.
Peningkatan ini juga kelihatan di data kegempaan. Seismograf mencatat aktivitas tektonik dalam beberapa kali, termasuk satu kali gempa dalam yang amplitudonya mencapai 42,7 mm. Selain itu, gas CO₂ di Kawah Timbang juga menunjukkan kenaikan, ditambah suhu tanah di area kawah yang berada di kisaran 23–24 derajat Celsius.
Perubahan suhu tanah seperti ini menunjukkan ada proses panas bumi yang terus berjalan di bawah permukaan. Kondisi tersebut wajar, tapi tetap perlu diawasi agar tahu apakah ada perubahan signifikan yang butuh respons cepat.
Pemantauan harian juga menunjukkan adanya gempa tektonik yang masih muncul, meski frekuensinya tidak ekstrem. Tapi bagaimanapun, setiap aktivitas kecil tetap dihitung sebagai tanda-tanda yang harus dicermati.
Karena perkembangan data inilah PVMBG mengeluarkan imbauan resmi. Pengunjung maupun warga diminta menjaga batas aman dan tidak masuk ke zona berbahaya, terutama di sekitar Kawah Sileri dan Kawah Timbang. Area itu memang dikenal sensitif dan bisa berubah kapan saja.
Dalam keterangan terbarunya, petugas mengingatkan bahwa semua aktivitas sebaiknya dilakukan di luar radius bahaya yang sudah ditetapkan. Mereka menegaskan bahwa situasi saat ini belum masuk level mengkhawatirkan, tapi jelas tidak boleh disepelekan.
PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Dieng juga memastikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara intens. Setiap perubahan kecil akan langsung dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar respons bisa lebih cepat dan akurat.
Warga Dieng sendiri tetap diminta tetap tenang. Situasinya bukan untuk ditakuti, tapi disikapi dengan hati-hati. Yang penting, selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak mengambil risiko dengan mendekat ke area rawan.
Dengan perubahan yang cukup terasa pada aktivitas kawah akhir-akhir ini, kewaspadaan jadi kunci untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kawasan Dieng tetap aman untuk dikunjungi, asalkan menghindari titik-titik yang sedang naik aktivitasnya.
Jika aktivitas makin meningkat, pihak terkait akan segera memberikan pembaruan status. Untuk sementara, imbauan untuk tidak berada di zona merah sudah lebih dari cukup untuk menjaga keamanan semua orang. (*)


