Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”

Hari demi hari, secara tidak langsung, publik seolah dipaksa untuk terus membicarakan nama besar Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Tidak hanya di warung-warung, di cafe, masjid, sekolah, atau tempat nongkrong lainnya. Bahkan dunia maya, nyaris semua laman media sosial terus memperbincangkannya.

baniabbasy
Last updated: Juli 15, 2025 2:37 pm
By baniabbasy
5 Min Read
Share
SETIAP hari, masyarakat diminta untuk terus sibuk membicarakannya. Mulai dari keturunan PKI, ijazah palsu, kondisi fisik yang sakit-sakitan setelah tidak lagi menjabat presiden, bahkan isu kematiannya, pemakzulan Wapres Gibran, hingga wacana penugasan ngantor ke Papua.
SETIAP hari, masyarakat diminta untuk terus sibuk membicarakannya. Mulai dari keturunan PKI, ijazah palsu, kondisi fisik yang sakit-sakitan setelah tidak lagi menjabat presiden, bahkan isu kematiannya, pemakzulan Wapres Gibran, hingga wacana penugasan ngantor ke Papua.
SHARE

SETIAP hari, masyarakat diminta untuk terus sibuk membicarakannya. Mulai dari keturunan PKI, ijazah palsu, kondisi fisik yang sakit-sakitan setelah tidak lagi menjabat presiden, bahkan isu kematiannya, pemakzulan Wapres Gibran, hingga wacana penugasan ngantor ke Papua.

Oleh semua isu yang dimunculkan ke publik itu, kemudian dirangkum oleh dirinya sendiri lalu Kembali disampaikan ke publik sebagai sosok yang didzolimi. Bahwa di balik itu semua, ada ‘agenda besar’ dari sejumlah pihak yang akan menghabisinya. Berharap belas kasih, dan tentu tetap meminta agar publik terus memperbincangkannya.

Iya. Masyarakat diminta untuk terus memperbincangkan nama Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Baik di warung-warung kopi di pelosok desa hingga perkotaan, atau di laman-laman social media, di akun-akun pribadi masyarakat.

Jokowi menolak punah! Baru-baru ini, akun TikTok @presidenke_7rijokowidodo mengunggah tanggapan Jokowi terkait isu ijazah palsu dan isu penugasan Wapres Gibran berkantor di Papua.

Akun tersebut menyatakan, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo buka suara soal maraknya tuduhan terhadap dirinya terkait tuduhan ijazah palsu.

Menurut Jokowi, isu ini bukanlah sekadar serangan personal, melainkan bagian dari agenda besar politik yang ditujukan untuk menjatuhkan reputasi dirinya setelah menjabat sebagai kepala negara selama sepuluh tahun.

“Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu-isu ijazah palsu ini. Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar untuk men-downgrade saya,” ujar Presiden Ke-7 RI Jokowi kepada wartawan di kediamannya, Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin 14 Juli 2025.

Kok Pak Jokowi sekarang jadi baper ya? Sedikit-sedikit ngomong ke publik. Setiap pekan bikin jumpa pers, ngundang wartawan makan siang ke rumah. Tak luput, drama-drama kecil wajah beringsut, jalan kaki sedikit sempoyongan, dan banyak warga datang berkunjung.

Atau jangan-jangan, Presiden ke-7 RI ini mulai beralih profesi menjadi influenzer? Sehingga sedikit-sedikit ngomong ke media. Bukankah saat menjabat, Pak Jokowi terkenal dengan sedikit omong dan lebih banyak diam. Kok sekarang jadi cerewet. Apa itu gambaran umur yang sudah lebih dari 63 tahun. Atau tepatnya 64 tahun.

Presiden Ke-7 RI Jokowi menilai bahwa isu yang menyeret nama putranya, Gibran Rakabuming Raka, juga merupakan bagian dari agenda politik tersebut.

Seperti diketahui, Gibran kini menjabat sebagai wakil presiden, dan beberapa pihak sempat menggulirkan wacana pemakzulan. Meski demikian, semua tekanan politik itu tidak membuatnya gentar.

Pertanyaanya, siapa dalang di balik agenda besar yang disebut Jokowi? Bagaimana jika dalang di balik semua itu adalah Jokowi sendiri… ya Jokowi sendiri…

Jokowi menggelindingkan isu-isu itu melalui tangan-tangan yang tak tampak dan kemudian diramaikan oleh buzzer-buzzer yang sekilas tampak seperti musuh-musuhnya.

Namun, benarkah mereka yang tampak memusuhi Jokowi itu merugikan Jokowi? Tentu tidak.. Justru mereka menguntungkan Jokowi

Dengan isu ijazah palsu yang menggelinding kencang, Jokowi diuntungkan dengan tetap menjadi bahan perbincangan di seantro negeri. Istilahnya tetap menjadi ‘top of mind‘.

Hal ini menjaga, agar Jokowi tetap bercokol di benak warga negara. Jokowi tetap jadi bahan perbincangan. Agar Jokowi tak hilang dari peredaran politik nasional.

Agendanya jelas, apapun yang diperbincangkan, entah jelek entah baik, semua itu akan memelihara Jokowi tetap berada di jalur perbincangan masyarakat. Itulah tujuan utamanya.

Dengan Jokowi tetap jadi bahan perbincangan, maka pengaruhnya tak akan cepat hilang. Ia tak akan punah di tengah “timbunan lupa”.

Berbagai cara digunakan, agar Jokowi tetap diperbincangkan dan tak dilupakan.

Beberapa waktu lalu, Jokowi ia dinobatkan sebagai nabi baru dari Indonesia.

Lalu, dikabarkan mati. Semua itu adalah cara untuk memantik kontroversi, yang bermuara pada satu tujuan: Masyarakat bahkan orang per orang kembali memperbincangkan Jokowi.

Belum lama ini, Luhut Binsar Pandjaitan yang semasa Jokowi menikmati rangkap jabatan hingga berderet-deret, juga mengungkap kesedihan Jokowi.

Kesedihan terdalam itu adalah banyaknya orang yang mulai melupakannya.

Jokowi menolak punah. Ia ingin tetap diperbincangkan. Tetap berkuasa melalui tangan siapa saja yang dapat dikendalikannya.(*)

You Might Also Like

Dipikir Sehat, Ternyata Air Kelapa Bisa Jadi Pantangan untuk Orang Ini

The Future is Here: Exploring Cutting-Edge Tech Gadgets

Man Mums Jadi Tren Baru Pengusir Sepi di China, Peluk Sepuasnya Bayar Rp110 Ribu

Enam Pejabat Bank Pasar Semarang Main Kredit Nakal, Negara Kebobolan

Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep

TAGGED:headlinejokowiLengserkan JokowiPrabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Beras Oplosan Premium Viral, Apakah Aman Bila Sudah Terlanjur Dimakan? Ini Penjelasan Dokter
Next Article Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung DPR Kompleks Senayan Jakarta Butuh Kolaborasi Para Pihak Guna Membangun Ekosistem Pendidikan yang Holistik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Sejumlah bambu ditanam warga untuk menyangga jembatan akses keluar-masuk dari dan ke Deliksari, Rabu (11/02/2026).

Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pelanggar Lalin Kini Diawasi dari Langit

Januari 10, 2026
Sirkular

Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!

September 19, 2025
Unik

Pengerukan Sedimentasi Sungai Jadi Mitigasi Bajir Rob di Demak

Juni 12, 2025
Pencarian korban hilang dalam bencana longsor di Pandanarum, Banjarnegara.
Info

Update Longsor Pandanarum Banjarnegara: 26 Warga Masih Hilang

November 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?