Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?

DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani. Pemerintah dituntut segera menertibkan peredaran gula rafinasi yang bocor ke pasar ritel dan menekan harga petani, serta menyoroti kebijakan impor etanol yang tumpang tindih. Tanpa tindakan tegas dari pusat, petani dan konsumen akan terus jadi korban.

baniabbasy
Last updated: September 8, 2025 3:21 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Industri gula nasional lagi-lagi jadi sorotan, dan kali ini yang bersuara adalah Mufti Aimah Nurul Anam, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP. Dalam Rapat Kerja bareng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di Senayan, Rabu (4/9), Mufti ngebongkar kondisi pahit di balik manisnya rasa gula di pasar.

Gimana nggak pahit, Bro-Sis, petani tebu kita ternyata lagi ngos-ngosan. Gula hasil panen mereka numpuk di pabrik kayak gunung es, tapi nggak bisa keluar karena pasar udah kebanjiran gula rafinasi. Padahal, gula rafinasi ini seharusnya exclusively buat industri makanan dan minuman. Tapi kenyataannya? Bocor ke pasar ritel!

Mufti ngerujuk langsung ke kasus di Pabrik Gula Jatiroto, Jawa Timur. Di sana, stok gula lokal ngendon karena pasar udah over supply gara-gara gula rafinasi yang nyelonong ke ritel. Akibatnya, harga gula petani jeblok di angka Rp11.000–Rp11.500/kg, padahal harga acuan pemerintah (HAP) di Rp12.500/kg. Sedih nggak, sih?

“Kalau begini terus, petani kita bisa bangkrut massal. Pemerintah harus berani stop peredaran gula rafinasi di pasar umum. Ini udah nggak sehat,” tegas Mufti dengan nada geram.

Dan masalahnya nggak berhenti di situ. Kebijakan buffer stock atau penyimpanan stok oleh pemda juga dinilai nggak efektif. Menurut Mufti, duit daerah terbatas, dan ini adalah masalah struktural yang seharusnya ditangani pemerintah pusat. “Nggak bisa terus ngandelin anggaran daerah. Pemerintah pusat harus turun tangan,” katanya.

Selain gula, Mufti juga menyinggung soal etanol. Yup, produk turunan tebu ini juga kena imbas kebijakan yang nggak sinkron. Ada kebingungan antara Kemendag dan Kemenperin soal impor etanol, padahal produksi lokal bisa sampai 450 juta liter per tahun. Tapi yang terserap? Cuma 60–65 persen. Kenapa? Karena nggak ada arah kebijakan yang jelas soal pemanfaatan etanol buat energi terbarukan.

Data dari Gabungan Industri Hasil Tebu Indonesia dan Badan Pangan Nasional makin bikin hati miris. Harga gula konsumsi di pasar udah tembus Rp17.200/kg per Agustus 2025. Artinya, meski stok gula lokal melimpah dan harga di petani jatuh, harga di konsumen malah selangit. Siapa yang untung? Jelas bukan petani, jelas bukan rakyat. Mafia pangan, baby.

Mufti pun minta BPKN ikut turun tangan ngawasin distribusi dan praktik curang yang udah lama jadi rahasia umum. “Rakyat jerit, petani rugi, harga mahal, tapi mafia santuy? Ini negara harus hadir. Jangan biarkan mereka kuasai rantai pangan kita!” tutup Mufti dengan garang.(*)

You Might Also Like

Ibu Bukan Cuma Urus Rumah, Tapi Juga Bumi: Pesan Megawati di Hari Ibu

Alirkan Uang Haram Korupsi BUMD Cilacap ke Jenderal TNI, Andhi Hanya Dihukum 1 Tahun Penjara

Pidato Puan: Negara Konoha, One Piece, dan Ironi Demokrasi Kita

Bersolek buat MTQ, PKL Simpang Lima Diminta Geser

Deretan Koleksi 17 Jam Mewah Alwin Basri Suami Mbak Ita, Ada Rolex Rp600 Juta

TAGGED:headlineImpor gula bunuh petani tebuIndustri Gula Nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sampah plastik yang mencemari perairan di Indonesia. Indonesia ngehasilin 60 juta ton sampah per tahun, dan 17%-nya adalah plastik. Dari jumlah itu, hampir 10 juta ton plastik udah nyasar ke laut. Foto: dok/DLH Buleleng Bali. DPR Gaspol Urus Lingkungan: Dari Sampah Sampai Perdagangan Karbon, Semua Disikat!
Next Article Karang Taruna Jateng Dikasih PR Baru: Kawal Desa, Lawan Kemiskinan!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

LUDES TERBAKAR - Pesawat latih terjatuh di ladang tembakau, turut Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (6/9/2026) siang. (ist)
Info

Pesawat Jatuh di Ladang Tembakau Blora

September 6, 2026
Fokus

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

September 25, 2026
Ilustrasi rekening bank.
Politik

Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri

September 20, 2025
Politik

Dipimpin Puan Maharani, DPR Sahkan RAPBN 2026

September 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?