Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wamentan Ajak Peternak Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sirkular

Wamentan Ajak Peternak Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan

Kotoran sapi bukan lagi sekadar limbah. Jika dikelola secara tepat, bisa menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi. Wamentan Sudaryono mengajak pelaku usaha peternakan di seluruh Indonesia untuk meniru langkah PT Greenfields Dairy Indonesia yang sukses mengubah limbah sapi menjadi biogas dan produk bernilai tambah.

baniabbasy
Last updated: Agustus 2, 2025 10:23 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
PENGOLAHAN BIOGAS: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) bersama jajaran Kementerian Pertanian dan perwakilan PT Greenfields Dairy Indonesia meninjau fasilitas pengolahan biogas di Blitar, Jawa Timur, Rabu (30/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan menjadi energi terbarukan. (Foto: Kementan)
SHARE

NEWSREAL.ID, BLITAR- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong pelaku usaha peternakan di Tanah Air agar mulai memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif. Ajakan itu disampaikan saat Wamentan meninjau fasilitas pengolahan biogas milik PT Greenfields Dairy Indonesia di Blitar, Jawa Timur, sebagaimana pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/8).

Menurut Sudaryono, pengelolaan limbah ternak sudah saatnya menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian menuju arah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

“Limbah letong (kotoran sapi) sudah menjadi masalah lama. Alhamdulillah, hari ini fasilitas pengolahan limbah Greenfields telah selesai. Dengan difermentasi dan diproses, limbah ini bisa menjadi biogas yang digunakan untuk pembangkit listrik dan kebutuhan rumah tangga,” ujar Sudaryono.

Fasilitas milik Greenfields disebut sebagai yang terbesar di sektor peternakan sapi perah di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 12.000 meter kubik. Limbah dari sekitar 10.000 ekor sapi diproses setiap hari, tidak hanya untuk menghasilkan biogas, tapi juga diolah menjadi pupuk organik dan bahan kandang yang memiliki nilai jual.

“Ini menjadi contoh konkret bahwa limbah bisa menjadi berkah. Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi peternak,” tambahnya.

Ramah Lingkungan

Sudaryono berharap, model biogas Greenfields bisa direplikasi di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku usaha peternakan yang bertransformasi ke arah produksi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini, lanjutnya, juga penting dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional.

Selain isu lingkungan, Wamentan juga menyoroti pentingnya memperkuat industri susu lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 82,9 juta siswa di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa produksi susu dalam negeri perlu ditingkatkan agar tidak terus bergantung pada produk impor.

“Susu akan menjadi pasar yang berkembang besar, dan yang harus kita pastikan adalah susu yang dikonsumsi anak-anak adalah produk lokal, bukan impor,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong kemitraan yang kuat antara industri dan peternak rakyat. Sudaryono mencontohkan keberhasilan Greenfields dalam menjalin kemitraan dengan peternak lokal di Blitar, Malang, dan Pasuruan. Menurutnya, peningkatan konsumsi susu harus diimbangi dengan kenaikan produksi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menyatakan, pengelolaan limbah terintegrasi dengan energi terbarukan sejalan dengan arah pembangunan peternakan nasional yang ramah lingkungan.

“Inisiatif seperti ini sangat kami dukung. Ini bukan hanya soal pengelolaan limbah, tapi juga tentang transisi menuju sistem peternakan yang hijau dan berdaya saing tinggi,” kata Agung.

Senada, CEO Greenfields Indonesia, Akhil Chandra, menyampaikan komitmen perusahaannya untuk terus memproduksi susu secara berkelanjutan, dengan memperhatikan dampak lingkungan.

“Fasilitas biogas ini memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan. Limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini menjadi energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Akhil.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak rakyat, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi dalam negeri, tetapi juga menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan. (*)

You Might Also Like

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan

Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

PLN Gandeng Danantara, Energi Hijau Nggak Cuma Wacana

90 Persen Proyek Energi Terbarukan Lebih Murah daripada Listrik Fosil, tapi . . .

TAGGED:biogasenergi terbarukanwamentan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kongres Persatuan PWI Digelar di Cikarang, Dua Kubu Akhirnya Satu Suara
Next Article Megawati Tegur Keras PDIP Jateng: Jangan Lagi Memalukan Saya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENGENALAN DUNIA KERJA - PLN Icon Plus ajak siswa SLB B Yakut Purwokerto kenali ekosistem dunia kerja melalui program program BERDAYA.

PLN Icon Plus Ajak Siswa SLB B Yakut Purwokerto Kembangkan Kemampuan melalui Program Magang Industri

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Perpres Ojol Jadi UMKM Disoal Mas Dewan RI, Andhika Soroti Perlindungan dan Jaminan Sosial

Ilustrasi anak korban kekerasan. (ist)

Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual

MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang

MENGENAL TEKNOLOGI - Siswa SLB B Yakut Purwokerto mengenal teknologi komunikasi lewat Program BERDAYA dari PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Rabu (5/8/2026).

PLN Icon Plus Kenalkan Teknologi Telekomunikasi kepada Siswa SLB B Yakut Purwokerto melalui Praktik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

Oktober 4, 2025
Sirkular

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Juli 14, 2025
Sirkular

Sampah Masih Cemari Lingkungan, DLHK Jateng Dorong Ekonomi Sirkular Hingga Tingkat Desa

Juli 16, 2025
Pemerhati lingkungan pesisir dari Universitas Katholik Sugijopranoto (Unika) Semarang Hotmauli Sidabalok, saat menjelaskan masalah lingkungan yang terjadi di pesisir Semarang-Demak, Sabtu (19/7/2025). Foto: BAE
Sirkular

Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Juli 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wamentan Ajak Peternak Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi Terbarukan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?