Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketika Sampah Tekstil Bicara: Perlawanan Sunyi Samuel Wattimena
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ketika Sampah Tekstil Bicara: Perlawanan Sunyi Samuel Wattimena

Di tengah era post-truth yang dipenuhi kebohongan dan manipulasi, perancang senior Samuel JD Wattimena menghadirkan koleksi busana “Hoax & Seven Sins” sebagai perlawanan kultural yang sunyi namun tajam. Melalui bahan sisa dan desain yang tidak konvensional, karya ini menyuarakan keresahan sosial sekaligus menggugah kesadaran akan pentingnya kejujuran dan identitas.

T. Budianto
Last updated: Juli 14, 2025 12:01 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERIKAN SALAM: Perancang busana senior Samuel Wattimena memberi salam kepada penonton seusai mempersembahkan koleksi rancangannya bertema “Hoax & Seven Sins” dalam gelaran Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 di Renaissance Ballroom, Semarang, Mingggu (13/7). (Foto: tb)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG- Dalam sebuah zaman yang dibanjiri kebohongan, di mana kebenaran kerap dikalahkan oleh emosi dan opini pribadi, perancang busana senior Samuel JD Wattimena menghadirkan perlawanan sunyi lewat koleksi busana bertajuk “Hoax & Seven Sins”.

Pameran karya ini digelar di The Renaissance Ballroom, Semarang, Minggu (13/7), dan menjadi refleksi tajam atas keretakan sosial yang kian nyata. Alih-alih menampilkan kemewahan atau glamor, koleksi ini menghadirkan busana dari limbah tekstil, dengan tekstur kasar dan motif tak selaras.

Semua disusun dalam gaya layering yang liar namun jujur—sebuah simbol dari realitas sosial yang porak-poranda oleh polarisasi, kebohongan publik, dan kehilangan makna kolektif.

“Kita sedang hidup di tengah masyarakat yang tercerai-berai. Busana ini bukan sekadar estetika, tapi pernyataan. Dari tenun yang pudar hingga batik yang hampir dibuang, semua membawa kisah kejujuran yang lahir dari ketidaksempurnaan,” ujar Samuel Wattimena, yang juga anggota DPR-RI Komisi VII dari Dapil Jateng I ini.

Koleksi “Hoax & Seven Sins” juga mencerminkan keresahan akan arah bangsa: politik yang gamang, budaya yang dikomodifikasi, dan spiritualitas yang kian kehilangan ruh. Namun dari serpihan yang dianggap tak berharga itu, Samuel menyalakan harapan.

Patchwork dari bahan sisa, kancing tak sepasang, hingga benang-benang lepas justru memperlihatkan bahwa kejujuran dapat lahir dari hal-hal yang tak sempurna. Garis rancangannya memadukan tenun tradisional, batik lokal, rajutan tangan, hingga denim urban.

Busana longgar bertumpuk memberi kesan kuat sekaligus dinamis—menantang standar kecantikan sekaligus menegaskan keberanian untuk tampil otentik.

Konsep Artcycle

“Ketika batik desa bersanding dengan denim kota, itu adalah dialog. Dialog antara tradisi dan modernitas, antara luka dan harapan,” terang Samuel. Mengusung konsep ArtCycle, karya ini menyatukan budaya lokal dengan napas global.

Lebih dari sekadar mode, setiap potongan adalah narasi; setiap jahitan adalah suara; dan setiap helai kain adalah saksi bisu atas era post-truth yang tak lagi bisa disangkal dengan diam.

Di tengah banjir kebohongan, busana ini tak berteriak—namun ia berbicara dengan tajam. Dan itu cukup untuk membuat kita berhenti, merenung, dan mendengar kembali suara kebenaran yang nyaris tenggelam.

Selain Samuel, perhelatan Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 yang diinisiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter juga menghadirkan karya sejumlah desainer. Beberapa diantaranya yakni Devi Rose, Agied Derta, Gregorius Vici, Ina Priyono, Fenny Chen, Olif, Sudarna, Hesty, Tya Chandra dan yang lainnya.  (*)

You Might Also Like

Waspadai Sejak Awal, Begini Cara Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal Sebelum Terlambat

Fakta Kidal Bukan Sekadar Beda, Banyak Kejutan yang Jarang Disadari

Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh

Luthfi Ingin Ajang ‘Soloraya Great Sale’ jadi Pemacu Ekonomi Aglomerasi

Petai Memang Nagih, Tapi Kebanyakan Bisa Bikin Repot

TAGGED:Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang ChapterJateng Fashion Trend (JFT) 2025samuel wattimena
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rangkaian Grand Opening Best Pangkas Rambut diwarnai dengan praktik cukur rambut di atas mobil yang sedang konvoi, Minggu (13/7/2025). (bae) Serunya Cukur Rambut di Atas Pikap Berjalan, Grand Opening Best Pangkas Rambut di Semarang
Next Article Ilustrasi rangkap jabatan. Republik Rasa Perusahaan? 30 Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN, Berikut Daftar Lengkapnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Unik

Puan Ajak Legislator PDIP Siap Hadapi Revisi UU Pemilu 2029

Juli 31, 2025
Aipda Robig (berprci), polisi penembak siswa, menyalami ayah korban penembakan, dalam sidang di PN Semarang, Selasa (6/5/2025).
Unik

Aipda Robig Minta Maaf kepada Ayah Korban Penembakan di Hadapan Hakim

Mei 6, 2025
Unik

Hanya Disini Buka-bukaan Rahasia Buat Sambal Ijo Se Enak Warung Nasi Padang

September 2, 2025
Unik

Bambang Raya Bantah Terlibat Kasus Prostitusi

Juni 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika Sampah Tekstil Bicara: Perlawanan Sunyi Samuel Wattimena
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?