Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jutaan Penerima Bantuan Iuran JKN di Jateng Berstatus Non-Aktif, Benarkah Tanda Kemiskinan Turun?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jutaan Penerima Bantuan Iuran JKN di Jateng Berstatus Non-Aktif, Benarkah Tanda Kemiskinan Turun?

Sekitar 1,1 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah berstatus non aktif. Apakah ini menandakan angka kemiskinan turun?

R. Izra
Last updated: Juni 11, 2025 4:35 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Sekda Jateng Sumarno saat memberi sambutan dalam acara di PO Hotel, Rabu (1162025). [Humas Pemprov Jateng]
Sekda Jateng Sumarno saat memberi sambutan dalam acara di PO Hotel, Rabu (1162025). [Humas Pemprov Jateng]
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Sekitar 1,1 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah berstatus non aktif. Apakah ini menandakan angka kemiskinan turun?

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno berharap adanya status non aktif jutaan penerima bantuan ini menjadi wujud keberhasilan pengentasan kemiskinan.

Sisi lain, Sekda menggarisbawahi jika angka tersebut harus diverifikasi dengan dipastikan valid sudah naik kelas. Pasalnya, dari pengalaman yang sudah berlalu, setelah non aktif dari PBI dan peserta sakit, ternyata masih masuk dalam kriteria PBI.

“Kami meminta teman-teman dari kabupaten/kota untuk verifikasi ulang. Alhamdulillah, kalau non aktif dari PBI artinya peserta naik kelas. Tapi dari pengalaman kemarin, begitu sakit, ternyata masih masuk dalam kriteria,” ujar Sekda usai menyampaikan sambutan pada Apresiasi Kontribusi terhadap Program JKN Tahun 2024 di PO Hotel Semarang, Rabu (11/6/2025).

Sekda mengatakan, PBI non aktif akan menjadi problem baru kalau secara kriteria belum waktunya non aktif. Sekda berharap PBI yang sudah non aktif harus bisa mandiri dalam membayar iuran agar menjadi peserta aktif.

“Ini juga menjadi PR untuk cabang agar sosialisasi untuk mendorong PBI yang sudah non aktif agar mendorong kontribusi, bisa juga melalui CSR dan sebagainya,” jelas Sekda.

Sekda berharap setelah verifikasi dan ternyata masih masuk katagori PBI, tidak sulit untuk kembali menjadi peserta aktif. Diakui jika daerah sudah banyak mengikuti kebijakan pusat yang menggerus APBD. Antara lain, kebijakan diskon pajak, pengurangan kendaraan bermotor menggunakan listrik yang pajak BBM nya menjadi nol serta sejumlah kebijakan lain.

“Jangan sampai PBI ini menjadi masalah baru, dan Pemprov Jateng sudah sharing dengan alokasi 2.200 peserta sudah kita ikutkan setiap bulannya,” kata Sekda.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Deputi Direksi Wilayah VI Yessi Kumalasari mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap komunikasi yang sudah berjalan baik dengan Pemprov Jateng. Harapannya, pada tahun 2025, tata Kelola di bidang keuangan tetap memberikan dukungan dan komitmen terhadap pelaksanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah.

Disampaikan Yessi, RPJMN telah menargetkan tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan sebesar 85 persen di tahun 2029. Namun, rata-rata kabupaten/kota di Jawa Tengah masih di angka 75 persen. “Ini sangat menantang untuk bisa memenuhi target RPJMN,” ujarnya.

Yessi mengatakan, dukungan yang diharapkan dari Pemprov adalah mengoptimalkan anggaran PBPU Pemda di seluruh kabupaten/kota dengan memanfaatkan sumber pendapatan yang tersedia seperti pajak rokok, DAU, DBHCHT, PAD dan Insentif Fiskal untuk meningkatkan keaktifan peserta dan pemenuhan pembiayaan iuran JKN.

Selain itu, memastikan seluruh kabupaten/kota pro – aktif dalam melakukan verifikasi an validasi data. Pemerintah pusat menggunakan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) yang bersumber dari DTKS, Regsosek, dan P3KE sehingga perlu diperbaharui secara rutin. “Ini menjadi salah satu kunci pengusulan ppeserta PBI melalui aplikasi SIKS NG maupun melalui Bansos,” terangnya.

Dia juga menyampaikan imbauan kepada Pemda kepada Badan Usaha di wilayahnya agar mengalokasikan dana CSR bagi program JKN khususnya membantu iuran masyarakat tidak mampu yang tidak termasuk dalam PBI.

Dukungan lain yang diharapkan melalui pertemuan tersebut, adalah memastikan Kembali agar seluruh PNS dan PPPK beserta anggotanya di lingkungan instansi Pemda telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Pada kesempatan tersebut, Yessi juga menyerahkan tiga penghargaan kepada kabupaten/kota berupa apresiasi kepatuhan pembayaran iuran program JKN 2024, yaitu Juara I Kota Surakarta, Juara II Kabupaten Pemalang, dan Juara III Kabupaten Magelang. (bai)

You Might Also Like

Pingin Dagangan Laris? Ikuti Doa-doa Ini

Ini Tampang 4 Preman Ngaku Wartawan, Incar Publik Figur untuk Diperas

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Partainya Keluarga Jokowi, Kaesang Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum PSI

Nggak Cuma Healing, Traveling Juga Punya Banyak Bonus Buat Tubuh

TAGGED:bantuan iuran jkn jateng non-aktifjutaan penerima bantuan jkn jateng non-aktifkemiskinan turunpenerima bantuan non aktifpenerima iuran bantuan jateng non aktif
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Terdakwa Rachmat Utama Djangkar (kepala pelontos di layar monitor) terlihat tertuntuk menyeka air mata saat membaca nota pembelaan sidang yang berpusat di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/6/2025). (bai) Penyuap Mbak Ita Menangis saat Sidang: Saya Menderita secara Psikis
Next Article Ironi Pendidikan Indonesia, Guru Beri Tendangan Maut di Tengah Ruang Kelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ilustrasi rumah kebakaran
Unik

Kebakaran Luluhlantakkan 500 Rumah di Kapuk Muara, Begini Nasib Ribuan Penghuninya

Juni 7, 2025
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Unik

Fakta-Fakta Mengejutkan Skandal Laptop Rp9,9 Triliun Era Nadiem, Diduga Sarat Rekayasa dan Kerugian Negara

Mei 31, 2025
Demo masyarakat Kabupaten Pati yang awalnya tuntut penurunan tarif PBB P2 berubah menjadi turunkan Bupati Sudewo. Foto: Bae
Unik

Dari PBB 250% ke “Turunkan Bupati”: Drama Politik Pati yang Plot Twisnya Bikin Netizen Geleng-Geleng

Agustus 13, 2025
Unik

Panduan Shalat Khusuf, Ibadah Saat Gerhana Bulan

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jutaan Penerima Bantuan Iuran JKN di Jateng Berstatus Non-Aktif, Benarkah Tanda Kemiskinan Turun?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?