Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gulai Melung Bu Hadi, Keajaiban Rasa dari Dapur Tradisional Purbalingga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Gulai Melung Bu Hadi, Keajaiban Rasa dari Dapur Tradisional Purbalingga

Namanya Warung Gulai Melung Bu Hadi, sebuah destinasi rasa yang lebih dari sekadar tempat makan. Ia adalah saksi bisu warisan kuliner yang telah bertahan sejak 1980.

Nugroho P.
Last updated: Mei 25, 2025 5:05 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Namanya Warung Gulai Melung Bu Hadi, sebuah destinasi rasa yang lebih dari sekadar tempat makan. Ia adalah saksi bisu warisan kuliner yang telah bertahan sejak 1980.
SHARE

NARAKITA, PURBALINGGA – Di balik lebatnya pepohonan dan jalanan berkelok di timur Purbalingga, tersembunyi sebuah warung sederhana yang menjadi legenda kuliner tersendiri bagi para pecinta gulai. Namanya Warung Gulai Melung Bu Hadi, sebuah destinasi rasa yang lebih dari sekadar tempat makan. Ia adalah saksi bisu warisan kuliner yang telah bertahan sejak 1980, merawat kelezatan dengan cara yang nyaris dilupakan: tungku kayu bakar.

Tak sedikit yang menyebutnya sebagai “gulai terenak sejagat”, dan itu bukan klaim kosong. Warung ini berdiri di Dukuh Melung, Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan—sekitar 28 kilometer dari pusat kota Purbalingga. Perjalanan ke sana bukan hanya soal menempuh jarak, tapi juga menjemput kenangan rasa yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Ketika Anda sampai di lokasi, kesan pertama mungkin tak istimewa. Dinding anyaman bambu, meja-meja kayu sederhana, dan aroma kayu terbakar yang menguar dari dapur. Tapi justru di sanalah letak keajaibannya. Dari dapur itu, gulai kambing legendaris dimasak dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, menggunakan tungku tradisional yang tak tergantikan oleh kompor modern.

Tungku bukan sekadar alat masak, melainkan medium yang menciptakan rasa. Aroma asap kayu meresap ke dalam daging kambing yang direbus perlahan, memberi sentuhan rasa yang dalam dan kompleks. Tak heran jika banyak yang datang jauh-jauh hanya demi menikmati semangkuk gulai di sini.

Daging kambing yang digunakan berasal dari bagian-bagian pilihan: iga, dengkil, kepala, hingga tulang sumsum. Yang membuatnya unik, setiap bagian memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda, namun semua diolah dengan kuah yang sama-sama memikat. Kuah kuning keemasan yang kental dan sarat rempah, begitu kental hingga terasa hangat hingga ke tulang.

Tradisi di sini adalah menyajikan daging dan kuah gulai secara terpisah. Ini bukan tanpa alasan—agar setiap pengunjung bisa meracik sendiri harmoni rasa antara gurihnya daging dan pekatnya kuah. Sajian ini bisa dinikmati dengan kupat yang lembut atau nasi putih yang hangat, sesuai selera.

Dan bila Anda beruntung, bisa mencicipi sumsum tulang kambing yang dimakan dengan sedotan. Sebuah pengalaman makan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyenangkan dan mengingatkan kita pada masa kecil di kampung.

Bukan hanya pengunjung lokal yang terpikat. Kanal YouTube @KeluargaCindo juga pernah menyorot warung ini dalam salah satu videonya.

“Aku tuh pesen sudah banyak yang habis, akhirnya cuma kebagian tulang kambing sama sayur bagian kepala,” ujar sang pembuat konten sambil menikmati gulai dengan lahap. Dalam video tersebut, tergambar bagaimana setiap sendok kuah diseruput dengan rasa syukur dan bahagia.

Menariknya, kenikmatan itu tidak membuat harga melambung tinggi. Harga daging kambing dihitung per ons—Rp30 ribu untuk dua porsi kenyang. Tengkleng bisa didapatkan seharga Rp27 ribu, dan gulai dengkil hanya Rp20 ribu. Bahkan menu spesial seperti Gulai Kepala Kambing dibanderol Rp150 ribu—dengan catatan, harus pesan dulu sehari sebelumnya.

Warung ini buka setiap hari hingga pukul 7 malam. Namun karena popularitasnya yang terus meroket dari mulut ke mulut dan media sosial, tidak ada salahnya datang lebih awal agar tidak kehabisan.

Melung bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita. Tentang bagaimana kuliner tradisional bisa bertahan di tengah gempuran zaman. Tentang bagaimana dapur bambu dan tungku bakar bisa menyimpan kekuatan magis yang tak mampu ditiru oleh mesin.

Jadi, bila Anda sedang berada di Purbalingga, atau bahkan di kawasan Banyumas Raya, sempatkanlah mampir ke Warung Gulai Melung Bu Hadi. Di tempat ini, Anda tidak hanya makan. Anda pulang membawa kenangan—dan mungkin, kerinduan untuk kembali.

You Might Also Like

Viral Surat Minta THR ke Pengusaha, Kades Jampang

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Bukan Cuma Manis, Isi Dapur Ini Diam-Diam Jaga Gula Darah

Labkesda Baru Banjarnegara Siap Dibangun, Aman, Lengkap dan Modern

Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang

TAGGED:gulai melunggulai melung purbalinggakuliner gulaikuliner purbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua DPR RI Puang Maharani menjabat tangan PM China Li Qiang sebelum pertemuan bilateral kedua negara di Jakarta, Minggu (25/5/2025) Puan Ajak China Berpartisipasi Ciptakan Stabilitas dan Perdamaian di ASEAN
Next Article Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dukungan pemerintah China untuk membuka blokade bantuan kemanusiaan di Gaza Ketua DPR RI Minta RRT Bantu Buka Blokade Kemanusiaan di Gaza

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Mau Gratis Buka dan Sahur di Masjid Kampus UGM? Ini Caranya

Februari 19, 2026
Unik

Mengenang Mgr Soegijapranata, SCU Gaungkan Semangat “Perjumpaan yang Mengubah”

Juli 22, 2025
Wisatawan memadati area Pancuran 13, Guci, Kabupaten Tegal.
Plesir

Tetap Ramai Meski Ada Larangan, Pancuran 13 Guci Diserbu Wisatawan di Libur Lebaran

Maret 26, 2026
Viral

Aktivitas Kawah Sileri Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Desember 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gulai Melung Bu Hadi, Keajaiban Rasa dari Dapur Tradisional Purbalingga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?