Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Polisi Pastikan Penyelidikan Kematian Atlet Silat Semarang Ayudiah Rivana Tetap Berjalan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Polisi Pastikan Penyelidikan Kematian Atlet Silat Semarang Ayudiah Rivana Tetap Berjalan

R. Izra
Last updated: Oktober 29, 2026 2:09 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SAMPAIKAN KETERANGAN - Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani (kiri) didampingi Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Sugito (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di kantornya, Kamis (29/10/2026). (Dok Polrestabes Semarang)
SAMPAIKAN KETERANGAN - Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani (kiri) didampingi Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Sugito (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di kantornya, Kamis (29/10/2026). (Dok Polrestabes Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang melakukan klarifikasi kepada direktur rumah sakit, tenaga medis hingga perawat menyusul insiden tewasnya atlet silat Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) di tengah kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026.

Polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan terlepas dari ada atau tidaknya permintaan keluarga korban, lantaran peristiwa ini menelan korban jiwa.

“Karena peristiwa ini menyangkut nyawa seseorang. Kami ingin memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian sehingga penanganannya berdasar fakta secara objektif dan berkeadilan,” ungkap Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKP Jumani kepada wartawan di kantornya, Kamis (29/10/2026).

Bacaaja: Apa Penyebab Kematian Atlet Silat Semarang? Begini Keterangan Rumah Sakit
Bacaaja: Ihwal Kematian Pesilat Semarang: KONI Sebut Penanganan sesuai SOP, Panitia Porprov Jateng Bilang Itu Takdir

Korban diketahui dilarikan ke RS Primaya Semarang usai cedera jari tangan saat tanding Senin (26/10/2026). Pertandingan digelar di Unimus Semarang, jaraknya dekat dengan rumah sakit tersebut.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, pihak rumah sakit memutuskan melakukan operasi pada Selasa (27/10/2026) malam. Namun, esok harinya, korban meninggal dunia.

“Kami telah melakukan klarifikasi kepada para dokter, direktur (RS Primaya) hingga perawat-perawat di sana,” sambungnya.

Polisi menyebutkan dari hasil klarifikasi awal, korban menjalani operasi di RS Primaya Semarang pada Selasa (27/10/2026) mulai pukul 18.00 WIB dan selesai sekira pukul 20.00 WIB. Kemudian dipindahkan ke ruang perawatan.

Malam hari pasca-operasi, kata polisi, korban masih terlihat menggunakan gawainya. Namun, Rabu (28/10/2026) sekira pukul 05.30 WIB, perawat mendapati korban tidak merespons dan dinyatakan meninggal dunia.

Perihal klarifikasi dan pengumpulan sejumlah keterangan, AKP Jumani mengemukakan hal itu menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi untuk menyusun kronologi secara utuh dan menelusuri kemungkinan penyebab kematian.

Terkait dugaan penyebab medis, terdapat informasi awal mengenai kemungkinan komplikasi berupa trombus atau pembekuan darah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Kepolisian masih mendalami keterangan pihak terkait dan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.

Polisi sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mempertimbangkan dilakukannya proses autopsi, namun ayah korban memutuskan menerima kepergian putrinya dan membawa jenazah ke rumah duka.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengubah komitmen kepolisian untuk tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur dan kewenangan yang berlaku.

AKP Jumani menegaskan pentingnya koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan kepolisian apabila terjadi kematian pasien secara mendadak atau ditemukan keadaan yang memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu penanganan awal, menjaga kejelasan informasi, serta mendukung proses pemeriksaan secara profesional.

“Prinsip kami adalah mengedepankan kehati-hatian, mengumpulkan keterangan dari semua pihak yang berkaitan, dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian sebelum proses penyelidikan selesai,” tandasnya. (eka)

You Might Also Like

Indonesia Siap Guncang Dunia Basket, Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen FIBA 3×3 Internasional

Iduladha 2026 Kapan Digelar Ini Jadwal dan Liburnya

Jadwal Piala Presiden 2025 Diubah, Laga Persib vs Port FC Jadi Magnet Utama

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Bank bjb Gelar RUPST, Susi Pudjiastuti eks Menteri KKP jadi Dewan Komisaris

TAGGED:atlet silat semarangayudilah rivana tridiandinitapolisiPolrestabes Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Inbox Gmail Berantakan? Bikin Filter Biar Rapi Otomatis
Next Article Ilustrasi program bayi tabung. Melalui pembiayaan multijasa, BCA Syariah bisa jadi alternatif pasangan untuk mempersiapkan kebutuhan finansial bagi pasangan yang sedang berikhtiar memperoleh keturunan dengan menjalani program bayi tabung. BCA Syariah Hadirkan Pembiayaan Multijasa untuk Program Bayi Tabung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi program bayi tabung. Melalui pembiayaan multijasa, BCA Syariah bisa jadi alternatif pasangan untuk mempersiapkan kebutuhan finansial bagi pasangan yang sedang berikhtiar memperoleh keturunan dengan menjalani program bayi tabung.

BCA Syariah Hadirkan Pembiayaan Multijasa untuk Program Bayi Tabung

SAMPAIKAN KETERANGAN - Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani (kiri) didampingi Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Sugito (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di kantornya, Kamis (29/10/2026). (Dok Polrestabes Semarang)

Polisi Pastikan Penyelidikan Kematian Atlet Silat Semarang Ayudiah Rivana Tetap Berjalan

Inbox Gmail Berantakan? Bikin Filter Biar Rapi Otomatis

Al-Hujurat Ayat 12: Stop Gibah, Jangan Kepo Aib Orang

PDIP-PKS Kompak Bahas Hak Angket Ijazah Gibran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gedung DPRD Solo luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Solo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Daerah

Tengah Malam Mencekam! Massa Jarah dan Bakar Gedung DPRD Solo

Agustus 30, 2025
BERLATIH DIVING--Warga Karimunjawa Jepara mengikuti pelatihan diving yang digelar Bandara Ahmad Yani Semaramg. (ist)
Info

Dilatih Standar PADI, Warga Karimunjawa Didorong Jadi Pemandu Wisata Selam Profesional

September 2, 2026
Olahraga

Gebrakan Bupati Fahmi, GOR Mahesa Jenar Bakal Glowing!

Desember 17, 2025
SIDANG: Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim bersiap menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Senin (5/1/2026). (Foto: Ist)
Hukum

Nadiem Dihukum 10 Tahun Penjara: Hakim Singgung Mens Rea, Ada Niat Jahat

Juni 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Polisi Pastikan Penyelidikan Kematian Atlet Silat Semarang Ayudiah Rivana Tetap Berjalan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?