BACAAJA, PURBALINGGA – Peluang investasi di Purbalingga mulai dilirik sejumlah pelaku usaha. Tiga perusahaan menyatakan minat menanamkan modal di wilayah ini melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam ajang Purbalingga Business Forum 2026, Jumat (23/10/2026).
Ketertarikan tersebut datang dari perusahaan yang bergerak di bidang industri sayuran beku, perdagangan, hingga produksi cincau. Rencana usaha mereka tersebar di tiga kecamatan, yakni Kutasari, Mrebet, dan Kemangkon.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap forum bisnis ini tak berhenti sebagai ajang pertemuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi lokal, dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Tiga Perusahaan Siapkan Investasi
Penandatanganan LoI berlangsung di Ballroom Braling Grand Hotel. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Purbalingga memperluas jaringan investasi sekaligus mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha.
Perusahaan pertama yang menyatakan minatnya adalah PT Agri Pangan Lestari. Perusahaan ini bergerak di industri sayuran beku atau frozen vegetables dengan fokus pengembangan sektor pertanian sebagai pemasok bahan baku industri.
Rencana usaha tersebut berlokasi di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari. Kehadirannya berpotensi membuka peluang kemitraan antara industri pengolahan pangan dan petani lokal.
Perusahaan kedua, PT Pelita Satria Perkasa atau Depo Pelita, bergerak di bidang perdagangan. Perusahaan ini tengah membangun usaha di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet.
Sementara itu, PT Mesona Jaya Indonesian berencana mengembangkan industri cincau di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon. Ketiga perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas aktivitas usaha di Purbalingga.
Meski telah menyatakan ketertarikan melalui LoI, realisasi investasi tetap menjadi tahapan penting berikutnya. Pemerintah daerah berharap komunikasi dan komitmen yang sudah terbangun bisa berlanjut hingga pengembangan usaha benar-benar berjalan.
Pemkab Janji Buka Jalan bagi Investor
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, yang hadir mewakili Bupati Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi dukungan Bank Jateng dalam penyelenggaraan forum tersebut.
Kolaborasi antara Bank Jateng dan Pemkab Purbalingga melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dinilai menjadi salah satu langkah untuk mendatangkan pelaku usaha baru.
Dimas menegaskan, forum bisnis bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut perlu menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Dia berharap sinergi yang terbentuk mampu memberikan dampak nyata bagi warga Purbalingga, termasuk mendukung terwujudnya cita-cita kepenak ngodene.
Menurut Dimas, kerja sama dengan investor harus dibangun dengan prinsip saling menguntungkan. Kepentingan masyarakat tetap perlu diperhatikan, tetapi pada saat yang sama dunia usaha juga harus mendapatkan ruang untuk berkembang.
Pemkab Purbalingga, lanjutnya, berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif. Upaya tersebut dilakukan melalui kemudahan akses dan perizinan, serta upaya menjaga keamanan dan kenyamanan berusaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan dukungan itu, investasi diharapkan bisa berkembang tanpa mengabaikan kepentingan publik. Pemerintah juga ingin memastikan kolaborasi yang terbangun dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pelayanan publik dan pengembangan usaha.
Dimas menekankan, investasi seharusnya menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah, bukan sekadar aktivitas ekonomi yang manfaatnya hanya dirasakan oleh perusahaan.
Karena itu, keberadaan investor di Purbalingga diharapkan turut membuka kesempatan kerja, memperluas aktivitas ekonomi, dan menciptakan peluang kemitraan bagi masyarakat setempat.
Bank Jateng Siap Dukung Dunia Usaha
Purbalingga Business Forum 2026 juga menghadirkan talkshow bertema Sinergi Penguatan Ekosistem Keuangan dan Investasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
Diskusi tersebut dimoderatori jurnalis senior Andy F. Noya. Sejumlah narasumber turut hadir, yakni Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Founder dan Owner Eka Surya Plaza Tedy Adianto, Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Industri Kementerian Investasi dan Hilirisasi Suhartono, serta Pimpinan Cabang Bank Jateng Aji Dewanto.
Dalam diskusi tersebut, Aji Dewanto menjelaskan bahwa keterlibatan Bank Jateng bukan hanya berkaitan dengan layanan perbankan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun transaksi pemerintahan.
Menurutnya, bank daerah juga memiliki peran dalam mendukung pengembangan usaha melalui layanan permodalan, investasi, hingga fasilitas digital.
Aji menegaskan, Bank Jateng siap membantu investor yang membutuhkan dukungan layanan keuangan untuk mengembangkan bisnisnya.
Dia berharap pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai peran perbankan daerah semakin luas, sehingga peluang kolaborasi bisa dimanfaatkan secara optimal.
Forum ini juga mengundang sejumlah asosiasi pengusaha untuk memperluas jejaring kemitraan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan peluang yang tersedia di Purbalingga.
Dengan masuknya minat dari tiga perusahaan tersebut, Pemkab Purbalingga berharap iklim investasi daerah semakin berkembang. Tantangan berikutnya adalah memastikan ketertarikan yang sudah disampaikan dapat berlanjut menjadi investasi nyata yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat. (*)

