Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Biar Dongeng Nggak Cuma Jadi Cerita Pengantar Tidur, UPGRIS Ajak Siswa Demak Naik Panggung!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Biar Dongeng Nggak Cuma Jadi Cerita Pengantar Tidur, UPGRIS Ajak Siswa Demak Naik Panggung!

T. Budianto
Last updated: Oktober 22, 2026 6:32 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
OLAH SUARA: Narasumber "Lawatan Sastra" FPBS UPGRIS di SMAN 1 Karangtengah, Demak, memperagakan teknik olah suara dan pemanfaatan boneka peraga dalam pelatihan mendongeng, Kamis (22/10/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, DEMAK– Di tengah gempuran konten digital yang serba cepat, siapa bilang dongeng sudah kehilangan panggungnya? Justru lewat suara, ekspresi, dan imajinasi, cerita bisa kembali hidup.

Semangat itulah yang dibawa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang (FPBS UPGRIS) saat mengajak siswa SMAN 1 Karangtengah, Demak, belajar seni mendongeng secara langsung, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Lawatan Sastra” ini menjadi bagian dari Narawita Fest ke-4, festival tahunan yang digelar FPBS dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPBS UPGRIS setiap Oktober untuk merayakan bahasa, sastra, dan keberagaman budaya Indonesia.

Baca juga: Rektor UPGRIS Minta Wisudawan Berdampak bagi Masyarakat

Bukan sekadar datang, menyampaikan materi, lalu pulang. Lawatan Sastra kali ini dikemas dalam pelatihan mendongeng yang mengajak siswa mengenal seni bertutur dari sisi teknis sekaligus kreatif.

Hadir sebagai narasumber, Dr Muhajir, SPd, MHum yang dikenal dengan nama pena Muhajir Arrosyid. Akademisi sastra sekaligus praktisi seni pertunjukan, penulis, dan pendongeng ini membagikan berbagai teknik agar cerita tak sekadar terdengar, tetapi juga terasa hidup di hadapan penonton.

Para siswa diajak mengolah suara, membangun karakter tokoh melalui gerak tubuh dan gestur, memainkan dialog, hingga memanfaatkan alat peraga. Mereka juga belajar membangun interaksi dan memainkan emosi agar penonton ikut larut dalam cerita.

Meninggalkan Kesan

Dengan bekal tersebut, mendongeng diharapkan tak lagi dipandang sebagai aktivitas membaca cerita dengan suara lantang. Ada kreativitas, teknik pertunjukan, dan kemampuan komunikasi yang perlu diasah agar sebuah kisah mampu meninggalkan kesan.

Dekan FPBS UPGRIS, Siti Musyarokah, SPd, MHum hadir bersama Ketua BEM FPBS UPGRIS, Firza Yudha serta jajaran pimpinan fakultas dan pengurus mahasiswa. Kedatangan mereka disambut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Karangtengah, Siti Alfiah, SPd bersama jajaran guru.

Siti Musyarokah mengatakan, Lawatan Sastra menjadi cara membawa semangat Bulan Bahasa langsung ke lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan pendongeng saat ini terbilang terbatas sehingga perlu ada upaya untuk mengenalkan sekaligus merawat tradisi lisan kepada generasi muda.

Baca juga: Wisuda UPGRIS Kukuhkan 1.255 Sarjana dan Magister

Ia berharap pelatihan ini mampu mengasah keterampilan bertutur dan kreativitas siswa, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra Indonesia.

Sementara itu, Siti Alfiah mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari praktisi dan pakar di bidangnya. Baginya, proses menimba ilmu tak harus selalu berlangsung di dalam kelas.

Lawatan Sastra menjadi salah satu agenda Narawita Fest ke-4, yang juga menghadirkan panggung seni sastra, kompetisi sastra, musikalisasi puisi, serta pertunjukan seni budaya. Festival ini turut menjadi ruang apresiasi bagi sekolah dan tokoh yang konsisten berkontribusi dalam dunia bahasa dan sastra.

Pada akhirnya, dongeng bukan sekadar kisah tentang kancil yang cerdik atau raksasa yang menakutkan. Di dalamnya ada warisan bahasa, nilai kehidupan, dan imajinasi yang tak selalu bisa ditemukan lewat guliran layar ponsel. Sebab, kalau generasi muda hanya sibuk menonton cerita orang lain, siapa yang kelak mau berdiri dan menceritakan kisah bangsanya sendiri? (tebe)

You Might Also Like

Djarum Bangun Peternakan Sapi Terbesar di Brebes

Agustina Janji Tambaksari Bakal Punya Jembatan

Geotermal Diklaim Energi Bersih, Narasi yang Menguntungkan Siapa?

30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul

JPPI: Anggaran Pendidikan Dipotong Demi MBG, “Pengkhianatan Konstitusi”

TAGGED:headlinekopertis VIsman 1 karangtengahupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SURPRISE UNTUK PELANGGAN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, PLN Icon Plus Jawa Bagian Tengah memberikan kejutan kepda pelanggan setia di Semarang. Rayakan HUT ke-26, PLN Icon Plus Apresiasi Pelanggan Setia ICONNET melalui Program Birthday Surprise
Next Article Macan Tutul Jawa Muncul di Nusakambangan, Terekam Kamera

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jateng Diminta Tutup Sementara

KHUSYUK - 1.328 hafiz dan hafizah menggelar khataman Alquran bareng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonosobo pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengantarkan Wonosobo raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keren! Wonosobo Raih Rekor MURI pada HSN 2026, 1.328 Hafiz dan Hafizah Khataman Alquran Bareng

LATIHAN TANGANI INSIDEN: Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang sedang latihan menangani insiden kebakaran pesawat. (ist)

Bandara Ahmad Yani Latihan Tangani Kecelakaan Pesawat dan Kebakaran

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Dari Taruna Nusantara TN5 hingga Senayan, Uniknya Perjalanan Karier Politik Danang Wicaksana Sulistya

PABRIK OBAT KERAS - Pejalan kaki melintas di depan pabrik obat keras ilegal berkedok pabrik botol dan pabrik kardus di Jalan Indronoto, Dusun II, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (22/10/2026).

Pabrik Obat Keras di Sukoharjo Digrebek Polisi, Pemdes: Bilangnya Pabrik Kardus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto di awal pemerinttahan. Foto: dok.
Unik

Reshuffle atau Rechef? Saat Dapur Kabinet Prabowo Mulai Kebakaran Gas Politik

September 9, 2025
Pendidikan

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Agustus 15, 2026
Hukum

Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Desember 10, 2025
Hukum

Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno

Mei 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Biar Dongeng Nggak Cuma Jadi Cerita Pengantar Tidur, UPGRIS Ajak Siswa Demak Naik Panggung!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?