Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Untag Posisi Ketiga Lomba Rancang Bangun Atap Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Untag Posisi Ketiga Lomba Rancang Bangun Atap Nasional

T. Budianto
Last updated: Oktober 19, 2026 2:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PRESTASI NASIONAL: Tim Griya Kencana dari Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang didampingi Wakil Rektor III, Drs. Harsoyo, MSi foto bersama usai meraih Juara III dalam Lomba Rancang Bangun Atap Nasional di ajang PNB Engineering Scientific Competition (PESC) 2026 yang berlangsung di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali, 18-19 Oktober 2026. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, BADUNG- Urusan membangun atap, salah hitung bisa bikin bocor. Urusan lomba, sudah menghitung, merancang, sampai merakit pun belum tentu langsung jadi juara pertama.

Itulah yang dialami tim Griya Kencana dari Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Mereka sukses membawa pulang juara III dalam Lomba Rancang Bangun Atap Nasional di ajang PNB Engineering Scientific Competition (PESC) 2026.

Bukan sekadar modal gambar dan teori di ruang kuliah, tiga mahasiswa Untag ini harus membuktikan bahwa rancangan mereka bisa diwujudkan menjadi konstruksi nyata. Persaingan pun tak main-main karena mereka harus melewati seleksi puluhan proposal sebelum akhirnya menembus tiga besar nasional.

Baca juga: Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!

Final PESC 2026 berlangsung pada 18-19 Oktober di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali. Tim Griya Kencana yang digawangi M. Irvan Maulana bersama Ardito Novitra dan Muhammad Farhan berhadapan dengan tim dari Universitas Annuqayah serta Politeknik Negeri Pontianak.

Di babak penentuan, mereka membawa karya bertajuk “Optimasi Rancang Bangun Atap Baja Ringan Berbasis Teknologi Digital”. Bukan cuma presentasi yang bikin juri harus menyimak, tim Untag juga mendemonstrasikan langsung perakitan struktur atap menggunakan material baja ringan.

Di sinilah ilmu teknik sipil diuji: mulai dari ketepatan rancangan, perhitungan teknis, sampai keterampilan merakit. Sebab, desain sekeren apa pun tetap harus masuk akal ketika berhadapan dengan material dan proses konstruksi di lapangan.

Tim Terbaik

Hasil akhirnya, Griya Kencana finis di posisi ketiga. Belum berdiri di podium tertinggi, tetapi berhasil membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik di antara peserta kompetisi tingkat nasional.

Dukungan juga datang langsung dari Wakil Rektor III Untag Semarang, Drs. Harsoyo, MSi yang hadir di langsung untuk menyaksikan sekaligus menyemangati perjuangan para mahasiswa. Kehadiran tersebut menjadi suntikan motivasi bagi tim yang membawa nama kampus ke arena kompetisi rekayasa nasional.

Ketua tim, M. Irvan Maulana mengakui hasil yang diraih belum sesuai harapan tertinggi mereka. “Mohon maaf karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik. Namun, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan agar bisa meraih prestasi yang lebih baik ke depannya,” ungkap Irvan.

Baca juga: Dua Pedangdut Unwahas Raih Juara Harapan di Ajang Peksiminas 2026

Meski belum membawa pulang gelar juara pertama, pengalaman menghadapi kompetitor dari perguruan tinggi lain menjadi modal penting bagi Griya Kencana. Apalagi, kompetisi semacam ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menguji gagasan, mengasah keterampilan, dan membuktikan bahwa ilmu dari bangku kuliah bukan sekadar tumpukan rumus di papan tulis.

Toh, juara tiga bukan berarti bangunannya setengah jadi. Atap karya Griya Kencana sudah selesai dirancang dan dirakit, sementara ambisi untuk naik podium masih bisa terus dibangun. Karena dalam dunia konstruksi maupun kompetisi, yang berbahaya bukan gagal menjadi nomor satu, melainkan merasa sudah paling tinggi lalu berhenti memperbaiki fondasi. (tebe)

You Might Also Like

Manyaran Punya Taman Baru: Bocil Senang, Orang Tua Tenang

Embun Es dari Dieng hingga Bromo, Fenomena Mbediding Diperkirakan hingga Agustus

Baru Dilantik, Langsung Dapat PR

Fahmi Kampiun Ceqiu 10 Ball Tournament

Kasus Influenza A Naik Drastis, Puan Minta Pemerintah Jangan Kecolongan

TAGGED:headlinekopertis VIteknik sipil untaguntag semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Politikus PDIP yang kini menjabat sebagai Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Angka Kemiskinan Wonosobo Turun 4,33 Persen dalam 5 Tahun, Pemkab Kejar Target Satu Digit
Next Article Pantura Demak Kian Terancam Rob, Mangrove dan Teknologi HexBricks Jadi Andalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ayo Kenalan dengan Nara, Lawang, dan Semar, Trio Harimau Benggala Warga Baru Semarang Zoo

WARNET JUDI: Tim Ditressiber Polda Jawa Tengah menyidak Warnet Strix Cyber Arena, Jalan Suyudono, Kota Semarang yang jadi lokasi judi online. (ist)

Zaman Gini Warnet Masih Laku di Semarang, Polisi Bilang Ada Indikasi untuk Judol

Irigasi Dikeruk, Petani Berharap Panen Tak Cuma Sekali Setahun

Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Banyak Peluang, Nol Gol! Penyelesaian Akhir Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono duduk berdampingan meski beda sikap dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)
Hukum

Mengapa Bupati dan Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Berbeda? KPK Ungkap Alasannya

September 30, 2026
Ekonomi

CJIBF 2026 Bawa Potensi Rp19,07 Triliun ke Jateng

Agustus 29, 2026
Erupsi Gunung Semeru.
Info

178 Pendaki Tertahan, Begini Sejarah Erupsi Semeru Sejak 1818

November 20, 2025
SAKSI SIDANG--Eks Kowad, Dian Putri Permatasari (kemeja putih) dicecar soal pembelian mobil saat menjadi saksi sidang TPPU BUMD Cilacap di pengadilan, Senin (22/6/2026). (bae)
Hukum

Kowad Cantik Diduga Dapat Jatah Alphard dari Letjen Widi, TPPU Korupsi BUMD Cilacap

Juni 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Untag Posisi Ketiga Lomba Rancang Bangun Atap Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?