Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

Nugroho P.
Last updated: Oktober 16, 2026 7:45 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – PDI Perjuangan menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih jauh dari harapan. Kebakaran yang terus berulang setiap tahun dinilai menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan, koordinasi, dan mitigasi pemerintah belum berjalan maksimal.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut persoalan karhutla bukan sekadar urusan api dan asap. Bencana ini juga menyangkut keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, hingga nama baik Indonesia di mata negara tetangga yang ikut terdampak kabut asap.

Karena itu, PDIP mendorong perubahan strategi penanganan karhutla. Pemerintah diminta tidak hanya sibuk memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menghentikan potensi kerusakan hutan melalui moratorium alih fungsi kawasan hutan.

Hasto menyampaikan kritik tersebut saat berada di Malang Selatan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Ia menilai kebakaran yang terus berulang setiap tahun seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah.

“Kami datang saat ini kan di tengah penderitaan, tidak hanya rakyat Kalimantan dan Sumatera, atas kebakaran hutan yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Padahal suatu kejadian-kejadian yang berulang. Ini adalah suatu tamparan terhadap wajah politik kekuasaan kita, terhadap wajah politik pemerintahan kita karena tidak mampu terhadap menyelesaikan persoalan yang datang setiap tahun,” jelas Hasto.

Menurut Hasto, dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang terbakar. Kabut asap juga dapat melintasi batas negara dan mengganggu aktivitas warga di sejumlah negara tetangga.

“Kemudian tidak hanya warga Kalimantan, Sumatera dan sekitarnya yang menderita. Bahkan Singapura, Malaysia, Brunei,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kesiapan pemerintah menghadapi ancaman El Nino ekstrem. Kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar ketika kehilangan kelembapan.

Hasto mengatakan peringatan dari sejumlah pakar semestinya menjadi dasar untuk memperkuat langkah antisipasi. Namun, ia menilai upaya mitigasi dan koordinasi pemerintah masih belum memadai untuk menghadapi ancaman tersebut.

“Banyak pakar yang sudah mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi El Nino ekstrem yang berimplikasi pada lahan-lahan gambut yang berpotensi untuk menciptakan suatu titik-titik api sebagai penyebab juga kebakaran di beberapa wilayah. Tapi PDI Perjuangan melihat langkah-langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang dilakukan itu sangat kurang,” katanya.

Selain faktor cuaca, Hasto menyinggung dugaan pembakaran hutan yang berkaitan dengan pembukaan lahan perkebunan. Ia menilai praktik semacam itu perlu menjadi perhatian serius agar kawasan hutan tidak terus mengalami kerusakan demi kepentingan alih fungsi lahan.

“Kami juga banyak melihat bagaimana kebakaran itu ada upaya-upaya sengaja sebagai suatu konversi lahan hutan untuk lahan sawit dan juga perkebunan yang lain. Inilah yang ditolak oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, PDIP mendorong pemerintah memberlakukan moratorium konversi hutan. Kebijakan tata ruang juga dinilai perlu diperkuat agar pemanfaatan lahan tidak mengorbankan kawasan yang seharusnya dilindungi.

“Politik merawat pertiwi itu harus dimulai dengan, yang pertama adalah, konsepsi tentang tata ruang. Bahwa kita tidak boleh melakukan suatu perubahan tata guna hutan dan harus ada moratorium hutan. Maka politik tata ruang harus kita galakkan kembali, hutan harus ada moratorium, tidak boleh dikonversi,” tegas Hasto.

Tak berhenti pada penghentian alih fungsi hutan, PDIP juga mengusulkan gerakan reboisasi secara serentak. Penanaman pohon kembali dianggap penting untuk memulihkan kawasan yang rusak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Hasto menilai program penghijauan juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Jika dilakukan secara luas, kegiatan reboisasi berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam merawat kawasan hutan.

“Dan kemudian gerakan merawat lingkungan dengan menanam pohon, reboisasi, itu harus dilakukan secara serentak. Dengan cara itu pemerintah juga diuntungkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat melalui penghijauan kembali hutan-hutan kita,” tuturnya.

Sebagai rujukan, Hasto menyinggung kebijakan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri terkait pembatasan perluasan lahan kelapa sawit. Ia menilai pendekatan tersebut relevan untuk kembali dibahas dalam upaya menjaga kawasan hutan dan mencegah kebakaran berulang.

“Kita bisa melakukan pencegahan sebagaimana Bu Mega, sebagai satu-satunya, presiden yang tidak mengeluarkan izin untuk perluasan lahan kelapa sawit,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Agustina Buka Pameran di Lawang Sewu: Jejak Penyair Legendaris Prancis Arthur Rimbaud Lintasi Jawa

Megawati Rangkap Jabatan Ketum dan Sekjen PDIP, Hasto Tak Masuk Struktur Baru

Warga Antusias Ikut Pengobatan Gratis di Panti Marhaen, Messy: Serentak, Bakal Terus Diulang

Catat! Festival Kota Lama 2026 Digelar 4-20 September, Ada Musik hingga Kuliner Nostalgia

TAGGED:hastokonversi hutanpdip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes, Mulai 2026?
Next Article ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa.
Nasional

PDI Perjuangan Pecat Wahyudin Moridu Yang Viral Ngaku Mau “Rampok Uang Negara”

September 21, 2025
Politik

PDIP Rombak Kursi Kader di DPR, Rieke ‘Oneng’ Sekarang di Komisi Ini

Januari 20, 2026
BERI SAMBUTAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sedang memberi sambutan dalam rangkaian acara Semarang Great Event. (ist)
Info

Semarang Great Event 2026 Digelar Sebulan, UMKM hingga Hotel Dibidik Ikut Kecipratan

Oktober 8, 2026
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP MY Esti Wijayati
Unik

PDIP Tegas Minta Fadli Zon Hentikan Penulisan Ulang Sejarah Nasional: Lukai Banyak Orang

Juni 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PDIP Sentil Pemerintah, Minta Konversi Hutan Disetop
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?