Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

Nugroho P.
Last updated: Oktober 15, 2026 4:53 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kehidupan kadang membawa seseorang ke situasi yang benar-benar sulit, bahkan ketika ia sudah berusaha sekuat tenaga. Pengalaman seperti itu juga pernah dirasakan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, terutama ketika menghadapi masa-masa berat saat tinggal di perantauan.

Contents
Sujud Hati, Bukan Sekadar GerakanPernah Malu Meminta Pertolongan AllahJangan Merasa Bisa Melakukan Semuanya Sendiri

Gus Baha pernah menceritakan kondisi ekonominya yang serba terbatas ketika anak pertamanya hendak lahir. Tinggal di rumah kontrakan tanpa uang di tangan, ia menghadapi keadaan yang membuatnya harus benar-benar bersandar kepada pertolongan Allah SWT.

Dari pengalaman tersebut, Gus Baha mengungkap pelajaran tentang doa yang masih diingatnya hingga sekarang. Baginya, ada momen ketika seseorang tidak lagi mengandalkan kemampuan diri sendiri, melainkan menyadari bahwa pertolongan Allah dibutuhkan bahkan untuk urusan yang terlihat sederhana.

Sujud Hati, Bukan Sekadar Gerakan

Dalam sebuah pengajian, Gus Baha menjelaskan pentingnya menghadirkan hati secara sungguh-sungguh ketika berdoa. Ia menyebut konsep sujud hati atau sujud qalbi, yakni sikap batin yang penuh ketundukan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Menurutnya, seseorang perlu melatih hati agar mampu benar-benar khusyuk ketika bersujud. Bukan sekadar menjalankan gerakan salat sebagai rutinitas, tetapi menghadirkan kesadaran bahwa manusia tidak mempunyai daya tanpa pertolongan-Nya.

“Hanya butuh satu sujud, tapi sujudnya hati,” kata Gus Baha.

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak buru-buru merasa belum mampu mencapai kekhusyukan tersebut. Justru, hati perlu terus dilatih agar ibadah tidak berhenti pada gerakan fisik, tetapi juga melibatkan ketulusan dan kesadaran batin.

Gus Baha turut mengaitkan renungan tersebut dengan penghayatan terhadap ayat iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn, yang berarti, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Pernah Malu Meminta Pertolongan Allah

Gus Baha mengisahkan bahwa dirinya pernah merasa malu untuk meminta pertolongan Allah dalam urusan yang dianggap sederhana. Perasaan tersebut bukan berarti tidak percaya kepada kekuasaan Allah, melainkan muncul dari cara pandangnya ketika menghadapi persoalan hidup.

“Saya sebagai manusia sering berdoa, tapi kalau minta sama Allah malu,” tuturnya.

Ia bahkan sempat berpikir bahwa urusan kelahiran merupakan sesuatu yang secara alami terjadi pada makhluk hidup. Namun, ketika benar-benar berada dalam situasi sulit, ia akhirnya melaksanakan salat hajat dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Akhirnya saya sholat hajat. Dalam keadaan begitu saya doa, doa saya itu saya bawa sampai mimpi,” ungkapnya.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa manusia tidak seharusnya menganggap remeh pertolongan Allah. Sesuatu yang tampak mudah sekalipun tetap membutuhkan izin dan kehendak-Nya.

Jangan Merasa Bisa Melakukan Semuanya Sendiri

Dari kisah tersebut, Gus Baha mengajak umat Islam untuk tidak terjebak pada perasaan mampu mengatasi segala persoalan dengan kekuatan sendiri. Manusia tetap perlu berusaha, tetapi juga harus menyadari keterbatasan dirinya.

Ia mencontohkan bahwa aktivitas sehari-hari yang terlihat biasa saja bisa menghadirkan risiko ketika manusia tidak mendapatkan pertolongan Allah. Karena itu, doa bukan hanya dipanjatkan ketika menghadapi masalah besar, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran dalam menjalani kehidupan.

Ayat iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn pun tidak semestinya hanya dibaca berulang kali tanpa penghayatan. Kandungannya mengingatkan manusia untuk beribadah sekaligus menggantungkan pertolongan kepada Allah SWT.

Kisah Gus Baha menjadi pelajaran bahwa kesulitan hidup bisa dialami siapa saja. Melalui doa, salat hajat, dan sujud yang tulus, seseorang diajak untuk memperkuat ketergantungan kepada Allah tanpa meninggalkan ikhtiar dalam menjalani kehidupan. (*)

You Might Also Like

Maulid dan Maulud, Apa Bedanya Menurut Quraish Shihab?

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Biar Hati Siap, Belum Telat Kok

Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu

Jangan Asal Bongkar Kebohongan dari Gerakan Mata, Ikuti Trik Ini

Penting Banget, Skincare Bumil Jangan Cuma Ikut Tren

TAGGED:doadoa islamgus bahaislamislamirejekitak punya duit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist) Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya
Next Article UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

Pencabutan Hak Politik Fadia Arafiq Harga Mati, KPK Tak Mau Negosiasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Olahraga Tetap Penting, Tapi Penderita Jantung Jangan Asal Gas

Desember 18, 2025
Tips

Cocok Banget Buat Pemudik! Zikir di Tanjakan dan Turunan ala Rasulullah

Maret 15, 2026
Tips

Jantung Terlihat Baik-Baik, Tiba-Tiba Tubuh Mendadak Tumbang Sendirian

Mei 7, 2026
Tips

Jangan Keburu Percaya Mitos Rambut Sehat Ternyata Begini Faktanya Sekarang

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?