BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 7.990 atlet dari 35 kabupaten/kota bakal meramaikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Ajang olahraga empat tahunan itu dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng, Aria Chandra Destianto mengatakan, ribuan atlet tersebut akan bertanding dalam 66 cabang olahraga (cabor) utama. Sebanyak 2.769 medali diperebutkan, dengan dukungan 1.911 official.
“Secara keseluruhan sebenarnya kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 7.990 atlet, kemudian 1.911 official dan ada 2.769 medali yang diperebutkan,” kata Aria, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Porprov Jateng 2026 Pakai Sistem Real-Time
Selain cabor utama, Porprov juga menghadirkan empat cabor eksibisi, yakni korfball, beach handball, menembak IPSC, dan futsal putri. Namun, hasilnya tidak masuk dalam perolehan medali kontingen.
Pertandingan Porprov tidak hanya berlangsung di satu daerah. Kota Semarang menjadi pusat utama, bersama Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak. Sementara Pati, Blora, dan Kota Surakarta menjadi daerah pendukung. “Cabor yang paling banyak ada di Kota Semarang,” ujarnya.
Pembukaan Porprov
Pembukaan Porprov akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang pada 25 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, api Porprov akan diambil dari Mrapen, Grobogan, lalu diarak melewati Demak, Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kendal sebelum tiba di Semarang.
Sebanyak 17 atlet unggulan Jateng dijadwalkan terlibat dalam kirab api tersebut. Sementara penutupan Porprov akan berlangsung di Kendal Sport Center pada 31 Oktober 2026.
Aria menyebut persiapan penyelenggaraan saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Tahapan pendaftaran atlet dan kontingen juga telah berjalan sesuai jadwal.
Baca juga: 7.990 Atlet Ikuti Porprov Jateng XVII, 2.769 Medali Diperebutkan
“Intinya road to Porprov itu kan paling tidak di 10 persen ini tinggal menunggu waktu sebenarnya. Tapi overall sudah berjalan dan sudah on schedule,” katanya.
Porprov 2026 diharapkan tak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung bagi atlet-atlet Jateng untuk menunjukkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding di level provinsi.
Sebanyak 7.990 atlet datang untuk mengejar 2.769 medali. Artinya, tidak semua bisa pulang membawa emas, perak, atau perunggu. Tapi tenang, setidaknya semua bisa membawa pulang pengalaman. Dan kalau ada yang pulang cuma membawa pegal-pegal, ya anggap saja itu “oleh-oleh resmi” dari Porprov. (dul)

