Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan

Api belum juga benar-benar pergi dari TPA Jatibarang. Sejak Rabu, (30/9/2026) sore, sekitar 10 hektare area tempat pemrosesan sampah di Kota Semarang terbakar. Pemprov Jateng bersama berbagai unsur kini berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara penyebab kebakaran masih dicari.

T. Budianto
Last updated: Oktober 2, 2026 3:29 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ARMADA PEMADAM: Satu unit armada pemadam kebakaran milik Pemkot Semarang bersiaga di TPA Jatibarang, Rabu, (30/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang berubah menjadi titik panas. Kebakaran yang mulai terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 18.04 WIB itu hingga Kamis (1/10/2026) siang masih belum sepenuhnya padam.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jateng, area yang terdampak api diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Sebanyak 8 hektare berada di zona 1 dan 2, sementara sekitar 2 hektare lainnya berada di zona 3.

Pemprov Jateng ikut mengerahkan kekuatan untuk menangani kebakaran tersebut. BPBD Jateng menurunkan sejumlah truk tangki air dan light tower untuk mendukung proses pemadaman di lokasi.

Penanganan juga melibatkan BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, PMI, hingga relawan.

Baca juga: Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Operasi pemadaman dilakukan secara bertahap berdasarkan zona. Sebanyak delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan, ditambah delapan unit penyuplai air.

Tak hanya mengandalkan air, petugas juga menggunakan alat berat untuk membantu menangani tumpukan sampah yang terbakar. Proses pendinginan dilakukan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali muncul.

Meski berbagai upaya sudah dilakukan, api belum sepenuhnya berhasil dijinakkan hingga Kamis siang. Petugas masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kejadian Kebakaran

Kebakaran TPA Jatibarang menambah panjang daftar kejadian kebakaran di Jateng sepanjang 2026. Data BPBD Jateng periode 1 Januari hingga 27 September 2026 mencatat ada 864 kejadian kebakaran.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 481 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan. Sementara 383 kejadian lainnya terjadi pada bangunan dan permukiman. Catatan tersebut belum memasukkan kebakaran TPA Jatibarang yang baru terjadi pada 30 September.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan kebakaran selama musim kemarau tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.

Baca juga: Kebijakan Pengolahan Sampah di Jateng Tuai Penghargaan

“Yang jelas kita menggandeng seluruh komponen masyarakat. Tapi yang lebih utama adalah mendidik masyarakat kita,” kata Luthfi seusai Panen Raya Jagung di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/10/2026).

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran secara sembarangan. Salah satunya membuang puntung rokok maupun meninggalkan lahan ketika sedang melakukan pembakaran.

“Tidak boleh sembarangan buang puntung rokok. Kemudian kalau membakar lahan ditungguin, tidak ditinggal dan lain sebagainya,” ujarnya. Menurut Luthfi, penanganan kebakaran membutuhkan kolaborasi lintas instansi. Dalam kondisi tertentu, dukungan dari pemerintah pusat juga dapat diperlukan.

Kebakaran TPA Jatibarang menunjukkan bahwa urusan sampah ternyata belum selesai ketika sampah sudah masuk ke tempat pembuangan. Ketika tumpukan bertemu musim kemarau dan api, persoalannya bisa berubah menjadi jauh lebih besar.

Sampah memang sudah dibuang, tapi masalahnya ternyata belum ikut dibuang. Bahkan ketika dibakar, yang datang bukan cuma asap, tapi juga satu rombongan petugas lengkap dengan damkar, tangki air, alat berat sampai relawan. Jadi, mungkin yang perlu dipadamkan bukan hanya apinya, tapi juga kebiasaan menganggap urusan sampah selesai begitu masuk TPA. (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Beri Apresiasi Kru Trans Jateng

Ratusan Perusahaan di Semarang Nunggak BPJS, Utangnya Tembus Rp13,7 Miliar

Hukuman Diperberat, Andhi Pusing Mikir Cara Balikin Rp152 Miliar Duit Korupsi ke Pemda Cilacap

PLN Icon Plus Gandeng SMK Batur Jaya 1 Ceper, Siapkan Talenta Vokasi Hadapi Transformasi Teknologi

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAGGED:kebakaranpemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Plafon KUR Diusulkan Naik Jadi Rp2 Miliar, UMKM Kelas Menengah Disorot
Next Article Jaga Lisan, Karena Satu Kata Bisa Berujung Dosa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)

7.315 Pekerja Jateng Kena PHK, DPRD: Jangan Cuma Dicatat, Harus Dicarikan Solusi!

Koordinator Abjat Presidium Jateng, Aulia Hakim menyampaikan keterangan di sela aksi demontrasi di kantor Gubernur Jateng, Kamis (1/10/2026). (dul)

Buruh Minta UMK Naik 10 Persen, Abjat: Upah Masih di Bawah KHL

Lapas Purwodadi Buka-bukaan Soal Layanan Kunjungan

Jaga Lisan, Karena Satu Kata Bisa Berujung Dosa

TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

Juli 3, 2026
Plesir

Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

Juli 7, 2026
Ekonomi

KPR Perumahan di Jateng Tembus Rp4,96 Triliun, Nomor Satu di Indonesia

Agustus 1, 2026
MENCERDASKAN ANAK BANGSA - Ilustrasi guru honorer sedang mengajar siswa. Meski mereka berjuang sekuat tenaga mencerdaskan anak bangsa, nasib mereka acap kali terbaikan oleh kebijakan.
Info

Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan

Juni 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?