BACAAJA, YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Meski angkanya sudah terdeteksi, pemerintah daerah belum mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan secara massal kepada masyarakat.
Pemantauan tetap berjalan lewat fasilitas kesehatan tertentu yang masuk dalam jaringan sentinel. Sistem ini dipakai untuk membaca pergerakan virus influenza di masyarakat, sehingga petugas bisa melihat apakah kasus sedang naik atau justru menurun.
Kepala Dinkes DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. menjelaskan, sistem sentinel merupakan mekanisme pemantauan yang sudah rutin digunakan Kementerian Kesehatan. Jadi, pemeriksaan Influenza A tidak dilakukan secara acak kepada seluruh warga.
Pemantauan Dilakukan Lewat Fasyankes Terpilih
Anung mengatakan, Influenza A termasuk virus yang secara rutin dipantau melalui sistem sentinel atau metode sampling di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tertentu.
Pemantauan itu dilakukan melalui dua jaringan, yakni Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Keduanya memiliki sasaran pemantauan yang berbeda sesuai kondisi pasien.
Sentinel ILI menyasar pasien rawat jalan yang datang ke puskesmas yang sudah ditunjuk. Sementara itu, Sentinel SARI diterapkan pada pasien rawat inap di rumah sakit yang masuk dalam jaringan pemantauan.
Dengan pola tersebut, pemeriksaan Influenza A memang tidak ditujukan kepada seluruh masyarakat. Data dikumpulkan dari fasyankes sentinel untuk melihat gambaran serta tren virus influenza yang berkembang di masyarakat, termasuk di DIY.
Sudah Ada 18 Kasus Influenza A
Dari pemantauan tersebut, Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Angka itu merupakan temuan dari site sentinel ILI dan SARI yang berjalan di wilayah DIY.
“Data per 23 September 2026 terdapat 18 kasus Influenza A pada site sentinel ILI/SARI di DIY,” kata Anung, dikutip dari Tribun Jogja, Rabu (23/9/2026).
Namun, angka tersebut belum menunjukkan adanya tren kenaikan kasus yang mengkhawatirkan. Dinkes DIY juga tidak hanya melihat data dari jaringan sentinel, tetapi membandingkannya dengan laporan rutin dari seluruh fasyankes.
Hasil pemantauan menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam empat pekan terakhir justru mengalami penurunan. Sebelumnya, memang sempat ada kenaikan kasus ISPA di DIY.
Belum Ada Alasan Tes Massal
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dinkes DIY belum memperluas pemeriksaan Influenza A secara massal. Tidak ditemukan kenaikan kasus secara berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.
Anung menyebut data selama empat minggu terakhir belum memperlihatkan peningkatan kasus dari minggu ke minggu. Karena itu, sistem pemantauan yang sudah berjalan masih dianggap cukup untuk membaca perkembangan Influenza A di DIY.
Masyarakat tetap diminta waspada, tetapi tidak perlu berlebihan menyikapi temuan tersebut. “Masyarakat diharapkan waspada namun tidak perlu panik dan tetap mengutamakan pencegahan penyakit,” ujar Anung.
Artinya, pemerintah daerah saat ini memilih mempertahankan pemantauan melalui fasyankes sentinel sembari melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu. Jika situasi berubah, data tersebut bisa menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Gejalanya Mirip Flu Biasa
Di tengah pemantauan tersebut, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gangguan pada saluran pernapasan.
Gejala Influenza A dapat terlihat seperti flu musiman pada umumnya. Beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
Pada kelompok tertentu yang rentan, infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Karena itu, langkah pencegahan tetap penting meski belum ada pemeriksaan massal.
Dinkes DIY mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satunya dengan rutin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir.
Masker dan Etika Batuk Tetap Penting
Orang yang sedang mengalami batuk atau pilek juga dianjurkan memakai masker, terutama ketika berada di tempat yang memungkinkan kontak dengan banyak orang. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.
Etika batuk dan bersin juga jangan dianggap sepele. Mulut dan hidung sebaiknya ditutup menggunakan lengan bagian atas atau tisu ketika batuk maupun bersin.
Setelah menggunakan tisu, tangan perlu segera dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap sehat.
Dinkes DIY juga terus menyebarkan edukasi mengenai penyakit pernapasan melalui berbagai saluran informasi. Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih paham kapan harus waspada dan bagaimana mencegah penularan.
Selain edukasi, Dinkes DIY berencana menggelar webinar khusus mengenai influenza bersama sejumlah mitra. Kegiatan itu akan melibatkan lintas sektor dan dibuka untuk masyarakat umum.
Dengan pemantauan yang terus berjalan, Dinkes DIY masih mengandalkan data dari jaringan sentinel untuk melihat perkembangan Influenza A. Masyarakat pun diminta tetap tenang, menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, serta segera mencari pertolongan medis bila mengalami gejala yang memburuk. (*)

