Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya

Nugroho P.
Last updated: September 25, 2026 10:39 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi anak terserang Super Flu.
Ilustrasi anak Influenza A.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Meski angkanya sudah terdeteksi, pemerintah daerah belum mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan secara massal kepada masyarakat.

Contents
Pemantauan Dilakukan Lewat Fasyankes TerpilihSudah Ada 18 Kasus Influenza ABelum Ada Alasan Tes MassalGejalanya Mirip Flu BiasaMasker dan Etika Batuk Tetap Penting

Pemantauan tetap berjalan lewat fasilitas kesehatan tertentu yang masuk dalam jaringan sentinel. Sistem ini dipakai untuk membaca pergerakan virus influenza di masyarakat, sehingga petugas bisa melihat apakah kasus sedang naik atau justru menurun.

Kepala Dinkes DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. menjelaskan, sistem sentinel merupakan mekanisme pemantauan yang sudah rutin digunakan Kementerian Kesehatan. Jadi, pemeriksaan Influenza A tidak dilakukan secara acak kepada seluruh warga.

Pemantauan Dilakukan Lewat Fasyankes Terpilih

Anung mengatakan, Influenza A termasuk virus yang secara rutin dipantau melalui sistem sentinel atau metode sampling di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tertentu.

Pemantauan itu dilakukan melalui dua jaringan, yakni Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Keduanya memiliki sasaran pemantauan yang berbeda sesuai kondisi pasien.

Sentinel ILI menyasar pasien rawat jalan yang datang ke puskesmas yang sudah ditunjuk. Sementara itu, Sentinel SARI diterapkan pada pasien rawat inap di rumah sakit yang masuk dalam jaringan pemantauan.

Dengan pola tersebut, pemeriksaan Influenza A memang tidak ditujukan kepada seluruh masyarakat. Data dikumpulkan dari fasyankes sentinel untuk melihat gambaran serta tren virus influenza yang berkembang di masyarakat, termasuk di DIY.

Sudah Ada 18 Kasus Influenza A

Dari pemantauan tersebut, Dinkes DIY mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026. Angka itu merupakan temuan dari site sentinel ILI dan SARI yang berjalan di wilayah DIY.

“Data per 23 September 2026 terdapat 18 kasus Influenza A pada site sentinel ILI/SARI di DIY,” kata Anung, dikutip dari Tribun Jogja, Rabu (23/9/2026).

Namun, angka tersebut belum menunjukkan adanya tren kenaikan kasus yang mengkhawatirkan. Dinkes DIY juga tidak hanya melihat data dari jaringan sentinel, tetapi membandingkannya dengan laporan rutin dari seluruh fasyankes.

Hasil pemantauan menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam empat pekan terakhir justru mengalami penurunan. Sebelumnya, memang sempat ada kenaikan kasus ISPA di DIY.

Belum Ada Alasan Tes Massal

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dinkes DIY belum memperluas pemeriksaan Influenza A secara massal. Tidak ditemukan kenaikan kasus secara berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.

Anung menyebut data selama empat minggu terakhir belum memperlihatkan peningkatan kasus dari minggu ke minggu. Karena itu, sistem pemantauan yang sudah berjalan masih dianggap cukup untuk membaca perkembangan Influenza A di DIY.

Masyarakat tetap diminta waspada, tetapi tidak perlu berlebihan menyikapi temuan tersebut. “Masyarakat diharapkan waspada namun tidak perlu panik dan tetap mengutamakan pencegahan penyakit,” ujar Anung.

Artinya, pemerintah daerah saat ini memilih mempertahankan pemantauan melalui fasyankes sentinel sembari melihat perkembangan kasus dari waktu ke waktu. Jika situasi berubah, data tersebut bisa menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Gejalanya Mirip Flu Biasa

Di tengah pemantauan tersebut, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gangguan pada saluran pernapasan.

Gejala Influenza A dapat terlihat seperti flu musiman pada umumnya. Beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Pada kelompok tertentu yang rentan, infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Karena itu, langkah pencegahan tetap penting meski belum ada pemeriksaan massal.

Dinkes DIY mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satunya dengan rutin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir.

Masker dan Etika Batuk Tetap Penting

Orang yang sedang mengalami batuk atau pilek juga dianjurkan memakai masker, terutama ketika berada di tempat yang memungkinkan kontak dengan banyak orang. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.

Etika batuk dan bersin juga jangan dianggap sepele. Mulut dan hidung sebaiknya ditutup menggunakan lengan bagian atas atau tisu ketika batuk maupun bersin.

Setelah menggunakan tisu, tangan perlu segera dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap sehat.

Dinkes DIY juga terus menyebarkan edukasi mengenai penyakit pernapasan melalui berbagai saluran informasi. Edukasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih paham kapan harus waspada dan bagaimana mencegah penularan.

Selain edukasi, Dinkes DIY berencana menggelar webinar khusus mengenai influenza bersama sejumlah mitra. Kegiatan itu akan melibatkan lintas sektor dan dibuka untuk masyarakat umum.

Dengan pemantauan yang terus berjalan, Dinkes DIY masih mengandalkan data dari jaringan sentinel untuk melihat perkembangan Influenza A. Masyarakat pun diminta tetap tenang, menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, serta segera mencari pertolongan medis bila mengalami gejala yang memburuk. (*)

You Might Also Like

Polisi Ubah TKP Kecelakaan, IKA FH Unnes Ungkap Kejanggalan Kematian Iko Juliant

Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta

TAGGED:diyfluinfluenza ainfokesehatanyogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cuma Punya Dua Kaki, Pedet di Bantul Curi Perhatian
Next Article Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN) Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

Ilustrasi anak terserang Super Flu.

Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya

Cuma Punya Dua Kaki, Pedet di Bantul Curi Perhatian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

UMKM - Ilustrasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Info

Saleh Dorong Kredit Murah untuk UMKM, Bank Jateng Diminta Perluas Pembiayaan

Juni 25, 2026
IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.
Info

Isu War Tiket Haji Muncul Bukan Rebutan Tapi Evaluasi

April 12, 2026
Info

Kekeringan Meluas di Jateng, 432 Desa Terdampak

Agustus 18, 2026
Pendidikan

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

Agustus 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?