Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu

Nugroho P.
Last updated: September 17, 2026 9:49 am
By Nugroho P.
8 Min Read
Share
Imam Malik bin Anas.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Menuntut ilmu bukan sekadar soal seberapa banyak pengetahuan yang berhasil dikuasai. Dalam tradisi Islam, adab kepada guru, kesungguhan belajar, dan penghormatan terhadap majelis ilmu menjadi bagian penting yang tak bisa dipisahkan. Hal itu tergambar dalam perjalanan hidup Imam Malik, ulama besar yang dikenal luas karena keluasan ilmu sekaligus keteguhannya menjaga kehormatan ilmu.

Nama Imam Malik tak hanya harum berkat karya Al-Muwaththa’ dan mazhab fikih yang dinisbatkan kepadanya. Cara ia memperlakukan hadis, guru, murid, dan majelis ilmu juga menjadi pelajaran berharga bagi generasi setelahnya.

Dari Madinah, Imam Malik menunjukkan bahwa ilmu bukan sekadar bahan untuk berdebat atau mencari pengakuan. Ilmu harus dipelajari dengan kesungguhan, disampaikan secara jujur, dan diwujudkan dalam akhlak sehari-hari.

Pesan Ibu: Adab Lebih Dulu

Sejak kecil, Imam Malik mendapat pendidikan yang menekankan pentingnya adab. Ibunya berpesan agar ia mempelajari akhlak dan tata krama dari para guru sebelum mendalami ilmu mereka.

Nasihat tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan intelektualnya. Meski dikenal cerdas, Imam Malik tetap diarahkan untuk tidak terlena dengan kesenangan masa muda dan terus menjaga kesungguhan dalam belajar.

Salah satu guru yang membentuk perjalanan keilmuannya adalah Rabi’ah al-Ra’yi, seorang ulama yang dikenal memiliki pemahaman mendalam dalam fikih. Di hadapan gurunya, Imam Malik belajar dengan penuh hormat dan disiplin.

Dalam riwayat yang populer, Imam Malik disebut pernah mengatakan bahwa dirinya mempelajari adab selama 30 tahun, kemudian mempelajari ilmu selama 20 tahun. Ungkapan ini kerap dijadikan pengingat bahwa pengetahuan yang luas perlu dibangun di atas akhlak yang baik.

Majelis Hadis yang Penuh Wibawa

Majelis Imam Malik di Masjid Nabawi dikenal memiliki suasana yang tenang dan tertib. Para murid mendengarkan penjelasan dengan serius, sementara perdebatan yang tidak perlu dan suara keras tidak menjadi bagian dari kebiasaan majelis tersebut.

Penghormatan Imam Malik terhadap hadis juga terlihat dari persiapannya sebelum menyampaikan sabda Rasulullah SAW. Dalam sejumlah riwayat, ia disebut mandi, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, dan membakar bukhur atau dupa sebelum mengajarkan hadis.

Bagi Imam Malik, menyampaikan hadis bukan kegiatan yang dilakukan secara sembarangan. Persiapan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap ilmu dan sumber ajaran yang disampaikannya.

Sikap ini menunjukkan bahwa proses belajar dan mengajarkan ilmu juga membutuhkan kesungguhan batin. Bukan hanya isi pelajaran yang diperhatikan, melainkan pula adab ketika ilmu itu disampaikan.

Berani Mengatakan Tidak Tahu

Salah satu keteladanan Imam Malik yang banyak dikenang adalah keberaniannya mengakui ketidaktahuan. Ia tidak merasa harus menjawab setiap pertanyaan hanya demi terlihat menguasai semua persoalan.

Dalam tradisi keilmuan Islam, mengatakan “tidak tahu” merupakan bagian dari kejujuran. Sikap tersebut menunjukkan bahwa seorang alim tetap menyadari batas pengetahuannya.

Imam Malik juga dikenal dengan prinsip bahwa hadis sahih harus menjadi pedoman utama. Pendapat pribadi tidak boleh ditempatkan lebih tinggi daripada dalil yang benar.

Keteguhan tersebut membuatnya dihormati banyak murid, termasuk Imam Syafi’i. Hubungan keduanya menjadi salah satu contoh penting tentang bagaimana ilmu, ketawadukan, dan penghormatan kepada guru dapat berjalan beriringan.

Ilmu Tak Boleh Tunduk pada Kekuasaan

Imam Malik hidup pada masa pergantian kekuasaan dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal memiliki pendirian kuat dan tidak mudah menyesuaikan pandangan ilmiahnya demi kepentingan penguasa.

Ia juga dikenal dengan ungkapan, “Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.” Pesan tersebut menggambarkan pandangannya bahwa majelis ilmu harus tetap memiliki wibawa dan tidak kehilangan kehormatan karena kepentingan kekuasaan.

Dalam salah satu peristiwa yang terkenal, Imam Malik menghadapi tekanan setelah menyampaikan pandangan tentang baiat yang dilakukan secara terpaksa. Ia kemudian mengalami hukuman dan perlakuan keras dari penguasa.

Meski demikian, ia tetap dikenal sebagai ulama yang berusaha mempertahankan prinsip keilmuan. Kisah tersebut menjadi bagian dari sejarah keteguhan Imam Malik dalam menghadapi tekanan politik.

Nasihat untuk Murid dan Generasi Berikutnya

Murid-murid Imam Malik datang dari berbagai wilayah dunia Islam. Mereka tidak hanya mempelajari fikih dan hadis, tetapi juga menyerap pelajaran tentang kesabaran, ketelitian, serta cara menghormati guru.

Imam Syafi’i merupakan salah satu murid yang memiliki hubungan keilmuan erat dengannya. Dalam sejumlah riwayat, Imam Malik memberikan nasihat agar Imam Syafi’i menjaga ketakwaan dan menjauhi maksiat.

Nasihat itu memperlihatkan bahwa pendidikan dalam majelis Imam Malik tidak berhenti pada hafalan atau pemahaman hukum. Pembentukan karakter menjadi bagian penting dari proses belajar.

Karena itu, warisan Imam Malik tidak hanya terlihat dari karya-karya tertulisnya. Pengaruhnya juga terasa melalui murid-murid yang meneruskan tradisi keilmuan dan akhlak tersebut.

Al-Muwaththa’, Warisan yang Terus Dibaca

Salah satu karya terbesar Imam Malik adalah Al-Muwaththa’. Kitab ini memuat hadis, pendapat sahabat, serta pembahasan hukum Islam yang disusun dengan ketelitian.

Karya tersebut menjadi rujukan penting dalam perkembangan ilmu hadis dan fikih. Hingga kini, Al-Muwaththa’ tetap dipelajari dalam berbagai tradisi pendidikan Islam.

Penyusunan kitab itu mencerminkan perhatian Imam Malik terhadap ketepatan riwayat dan kehati-hatian dalam menyampaikan ilmu. Baginya, ilmu bukan sekadar untuk memperbanyak perdebatan, tetapi harus memiliki manfaat nyata.

Keteladanan ini mengingatkan bahwa ilmu yang baik semestinya mendorong seseorang menjadi lebih rendah hati, jujur, dan bertanggung jawab.

Pelajaran dari Kota Madinah

Imam Malik lahir dan wafat di Madinah. Kota tersebut menjadi pusat kehidupan, pendidikan, dan pengabdiannya terhadap ilmu Islam.

Kedekatannya dengan Madinah membuatnya sangat menghormati tradisi keilmuan dan praktik keagamaan yang diwariskan generasi awal Islam. Ia memandang kota itu sebagai tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah umat.

Kecintaan terhadap Madinah turut membentuk cara pandangnya dalam menjaga sunnah dan menghormati para ulama. Majelis ilmu baginya bukan ruang untuk mencari popularitas, melainkan tempat memperdalam petunjuk agama.

Warisan tersebut kemudian berkembang melalui Mazhab Maliki yang banyak dianut di Afrika Utara, Afrika Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.

Menjaga Adab di Tengah Zaman

Kisah Imam Malik dan kemuliaan majelis ilmu tetap relevan untuk kehidupan sekarang. Di tengah kemudahan mengakses informasi, seseorang perlu membedakan antara sekadar mengetahui sesuatu dan benar-benar memahami ilmu dengan cara yang bertanggung jawab.

Menghormati guru, memeriksa kebenaran informasi, tidak malu mengakui ketidaktahuan, serta mengamalkan pengetahuan merupakan pelajaran yang bisa diterapkan siapa saja.

Majelis ilmu juga seharusnya menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan, kesungguhan, dan saling menghargai. Semangat itulah yang tercermin dalam perjalanan Imam Malik.

Pada akhirnya, kisah ulama besar dari Madinah ini mengajarkan bahwa ilmu dan adab tidak bisa dipisahkan. Pengetahuan yang disertai akhlak, ketulusan, dan kejujuran akan menjadi bekal berharga bagi kehidupan dunia sekaligus akhirat. (*)

You Might Also Like

Tips Gas Pulang Kampung Naik Motor, Aman Sampai Tujuan

Data Kendaraan Sekejap Terbuka, Begini Cara Kerja Mata Elang

Badan Gampang Loyo Terus, Bisa Jadi Ginjal Lagi Kasih Sinyal

Rumah Bau Wangi Malah Tikus Kabur, Ramuan Dapur Jadi Andalan

Masuk Usia 40 Tahun, Menkes Minta Jangan Malas Cek

TAGGED:derajat ilmuimam malikulama besar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Misteri Nusron Wahid Menghilang setelah OTT KPK Jerat Pejabat ATR/BPN dan 4 Orang Kepercayaannya
Next Article KASUS BLN--Penyidik kepolisian melimpahkan ke kejaksaan berkas perkara kasus Koperasi BLN dengan tersangka Nicholas Nyoto Prasetyo. (ist) Koperasi BLN Punya Tanggungan Rp2,1 Triliun, Minta Anggota Tak Fokus Pidana

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KASUS BLN--Penyidik kepolisian melimpahkan ke kejaksaan berkas perkara kasus Koperasi BLN dengan tersangka Nicholas Nyoto Prasetyo. (ist)

Koperasi BLN Punya Tanggungan Rp2,1 Triliun, Minta Anggota Tak Fokus Pidana

Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Misteri Nusron Wahid Menghilang setelah OTT KPK Jerat Pejabat ATR/BPN dan 4 Orang Kepercayaannya

Mau Bepergian? Ini Doa agar Perjalanan Berkah

Taj Yasin Pastikan Penutupan MTQ Tak Kalah Meriah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Telinga Berlubang Lebih dari Satu, Emang Boleh? Ini Obrolan Fikihnya

Maret 4, 2026
Tips

Ramadan Datang, Kurma Dipilih Makin Penuh Pertimbangan

Februari 23, 2026
Tips

6 Doa Tolak Bala Saat Bencana Mengintai

Agustus 16, 2026
Tips

Habis Lebaran Gas Olahraga? Santai Dulu Biar Nggak Drop

Maret 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Imam Malik dan Adab yang Mengangkat Derajat Ilmu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?