BACAAJA, SEMARANG- Bidak Mutiara Chess Club (BMCC) menunjukkan kekuatannya dalam Turnamen Catur Beregu Antar Club se-Kota Semarang yang digelar di Verve Bistro & Coffee Bar, Jalan MT Haryono, Semarang, Minggu (13/9/2026).
Dua tim Bidak Mutiara berhasil melaju hingga partai final. Dalam duel internal tersebut, Bidak Mutiara Phyton keluar sebagai juara, sementara Bidak Mutiara Go harus puas sebagai runner up.
Bidak Mutiara Phyton tampil sebagai yang terbaik setelah mengumpulkan 11 poin dari enam babak dengan sistem Swiss. Tim tersebut diperkuat Ephesian P, M Ilham Rizky, Nathanael, dan Brandon Sujanto.
Baca juga: Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim
Sementara Bidak Mutiara Go yang beranggotakan Catur Adi Sagita, Godwien Liem, Ahmad Riziq, dan Sebastian mengoleksi 10 poin dan menempati posisi kedua.
Ketua Bidak Mutiara Chess Club, Lukas Edy Santoso mengatakan, keberhasilan dua tim menembus final menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar klub.
“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga. Dua tim bisa bertemu di final merupakan hasil dari kerja keras para pemain dan proses latihan yang selama ini kami jalankan. Ini bukan hanya soal gelar juara, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan semangat teman-teman Bidak Mutiara,” kata Lukas.
Bukti Pembinaan
Menurut dia, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan klub mulai menunjukkan hasil. Namun, prestasi tersebut diharapkan tidak membuat para pemain cepat berpuas diri.
Justru, keberhasilan membawa pulang dua podium teratas harus menjadi bahan bakar untuk terus meningkatkan kemampuan. “Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih. Tantangan ke depan tentu semakin berat, sehingga kami ingin anak-anak tetap rendah hati, disiplin dan terus belajar dari setiap pertandingan,” ujarnya.
Turnamen tersebut mempertemukan klub-klub catur anggota Percasi Kota Semarang. Persaingan berlangsung ketat karena setiap tim tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga strategi dan kekuatan kolektif.
Baca juga: Bidak Mutiara Cari Ratu Baru, Pecatur Perempuan Jadi Target Regenerasi
Dua podium sekaligus bagi Bidak Mutiara pun mempertegas posisi BMCC sebagai salah satu klub yang memiliki kekuatan kompetitif dalam persaingan catur beregu di Kota Semarang.
Bagi klub, hasil tersebut bukan sekadar urusan trofi. Pertandingan juga menjadi bagian dari proses pembinaan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menguji mental para pecatur. Dan kali ini, Bidak Mutiara boleh dibilang menang dua kali: satu tim mengangkat trofi, satu tim lainnya berdiri di sebelahnya sebagai runner up.
Final idealnya mempertemukan dua kubu yang berbeda. Tapi Bidak Mutiara punya cara sendiri: lawan di papan, satu keluarga setelah pertandingan. Trofinya dua, kebanggaannya satu. (tebe)

