Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemerintah Tegas! 87 Siswa Keracunan ‘MBG’, Pengelola Dapur Terancam Denda Rp111 Miliar dan Putus Kontrak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemerintah Tegas! 87 Siswa Keracunan ‘MBG’, Pengelola Dapur Terancam Denda Rp111 Miliar dan Putus Kontrak

R. Izra
Last updated: September 14, 2026 8:43 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.
BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah sangat ketat mengawasi keamanan makan bergizi yang dibagikan kepada siswa sekolah. Sanksinya tak main-main, mulai dari pidana denda hingga penutupan dapur secara permanen alias putus kontrak.

87 siswa sebuah sekolah mengalami keracunan massal setelah menyantanp ‘makan bergizi gratis (MBG)’. Instansi terkait langsung melakukan investigasi secara serius terhadap tata kelola dan kebersihan dapur.

Hal itu terjadi di Taipe. Bukan di Indonesia. Dikutip dari CNA, laporan dari pihak sekolah diterima Departemen Kesehatan Taipei pada Selasa (8/9/2026). Petugas kemudian turun langsung untuk mengecek dugaan keracunan makanan tersebut.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah persoalan kebersihan. Di antaranya ada kotoran di bawah kulkas, genangan air di lantai, serta rak dan bingkai yang kotor.

Bacaaja: BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG
Bacaaja: Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Khusus untuk Keluarga yang Rawat Anak dan Lansia

Para siswa diketahui makan siang sekitar tengah hari pada Senin. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.00, sejumlah siswa mulai mengalami diare.

Departemen Kesehatan Taipei masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah keluhan para siswa memang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Petugas mengambil 11 sampel untuk pemeriksaan. Sampel tersebut meliputi sisa makanan, usapan dari berbagai permukaan dapur, hingga sampel dari tangan pekerja yang menangani makanan.

Sampel dari para siswa yang mengalami gejala juga akan diperiksa. Hasil seluruh pemeriksaan nantinya digunakan untuk mengetahui penyebab kejadian.

Terancam denda Rp111 miliar

Sambil investigasi berjalan, Departemen Kesehatan Taipei memerintahkan penyedia makanan untuk menghentikan sementara operasionalnya.

Penyedia juga diminta memperbaiki seluruh pelanggaran yang ditemukan paling lambat Jumat. Jika nantinya terbukti melanggar aturan keamanan dan sanitasi pangan, penyedia makanan tersebut terancam denda hingga NT$200 juta atau sekitar Rp111 miliar.

Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pemerintah langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan.

Pemerintah juga mengambil sampel dan menyiapkan makanan dari pemasok lain agar kebutuhan makan para siswa tetap terpenuhi.

Layanan makan sekolah baru akan kembali seperti biasa setelah dapur memenuhi persyaratan kesehatan dan proses investigasi selesai.

Departemen Pendidikan Taipei menyebut tindakan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil laboratorium dan hasil penyelidikan terhadap penyedia makanan.

Jika ditemukan masalah dalam layanan makanan atau pelanggaran kontrak, pemerintah kota bisa menghentikan sebagian maupun seluruh kontrak dengan penyedia tersebut.

Untuk saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Penyebab pasti siswa mengalami diare juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (*)

You Might Also Like

Ada Kasus Baru di Semarang, Kejari Kulik Dugaan Korupsi BUMD Rugikan Negara Rp5,2 Miliar

Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker

Lilin Menyala, Doa-doa Keselamatan Dilangitkan: Solidaritas dari Semarang untuk 5 Jurnalis Hilang

Febrie Ardiansyah Dikabarkan Kabur ke Tanah Suci, Kejagung: Masih di Indonesia, Dipantau

Pesan Megawati saat Resmikan Monumen Kudatuli: Jangan Sampai Terulang Lagi!

TAGGED:dendaheadlinekeracunan MBGpemkotputus kontraktaipe
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kalau Bencana Datang, Jangan Biarkan Akal Ikut Mengungsi
Next Article 130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Misterius

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Empat Anak Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Ini Cara Pulihnya

Sultan HB X Sentil Pembawa Sajam di Demo Yogya

YLKI Minta Pajak Pembalut Disetop, Ini Alasannya

Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Ihwal Relokasi 535 KK Terdampak Bendungan Karangnongko, DWS: Kami Kawal hingga Pusat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Transportasi Hijau Tak Cukup Bermodal Baterai

Juni 22, 2026
Info

Tukar Sampah Jadi Lumpia: Cara Agustina Bikin Warga Antre Bukan karena Diskon

Mei 3, 2026
Pendidikan

Jangan Asal Pilih Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Agustus 18, 2026
Hukum

Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba

Juni 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemerintah Tegas! 87 Siswa Keracunan ‘MBG’, Pengelola Dapur Terancam Denda Rp111 Miliar dan Putus Kontrak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?