BACAAJA, SEMARANG– Sepak bola putri usia dini di Kota Semarang mulai menunjukkan geliatnya. Sebanyak 18 tim SD dari berbagai sekolah ambil bagian dalam Junior Putri Cup 2026 yang digelar di Lapangan SDN Sendangmulyo 04, Jumat-Sabtu, 11-12 September 2026.
Turnamen yang diselenggarakan Komite SDN Sendangmulyo 04 tersebut menjadi ajang bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan langsung atmosfer pertandingan.
Kompetisi mendapat dukungan PSSI Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Bank Jateng, serta sejumlah sponsor dan mitra pendukung.
Baca juga: Sepak Bola Bukan Cuma Laki-laki, 18 Tim Putri SD Buktikan di Semarang
Pertandingan berlangsung selama dua hari hingga akhirnya SDN Wonotingal berhasil menyabet gelar Juara 1 Junior Putri Cup 2026. Gelar tersebut menjadi hasil dari perjuangan para pemain di lapangan sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola putri bisa dimulai sejak bangku sekolah dasar.
Kepala SDN Sendangmulyo 04 Semarang Rosamaji mengatakan, anak-anak perlu terus diberi ruang untuk mengembangkan potensi mereka. “Terus kembangkan bakatmu, bahwa belajar tidak hanya di kelas saja,” ujarnya.
Dapatkan Pengalaman
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat dalam penyelenggaraan turnamen. Para pemain tidak hanya belajar teknik bermain, tetapi juga mendapat pengalaman mengenai disiplin, kerja sama, keberanian, dan bagaimana menghadapi hasil pertandingan.
Ketua KKG Kecamatan Tembalang Titus juga menilai pengalaman bertanding penting bagi perkembangan pemain usia dini. “Anak-anak usia ini perlu pembinaan yang lebih dan pengalaman bertanding yang banyak. Jadi acara seperti ini sangat membantu mereka untuk berkembang dan berlatih secara lebih baik,” katanya.
Baca juga: Empat Pemain Timnas Sepak Bola Putri Disetujui Naturalisasi oleh DPR, Berikut Namanya
Menurutnya, anak-anak membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk bertanding agar kemampuan bermain dan mental mereka semakin terbentuk. Junior Putri Cup 2026 pun diharapkan bisa menjadi salah satu pintu bagi tumbuhnya sepak bola putri usia dini di Kota Semarang.
Sebab, sebelum bermimpi bermain di stadion besar, para pemain muda ini harus lebih dulu berani berlari di lapangan sekolah.
Pialanya memang cuma satu yang dibawa pulang. Tapi 18 tim sudah membawa pulang pengalaman. Karena di usia mereka, kalah-menang boleh bergantian. Yang penting jangan sampai semangat ikut kalah. (tebe)

