Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Anak Jago Cari Solusi, Ini Trik dari Psikolog
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Mau Anak Jago Cari Solusi, Ini Trik dari Psikolog

Nugroho P.
Last updated: September 13, 2026 8:10 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ide dan solusi dari anak. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kemampuan anak dalam menghadapi masalah ternyata bisa diasah lewat hal-hal kecil di rumah. Orangtua tidak perlu selalu menyiapkan aktivitas belajar yang serius karena situasi sehari-hari juga bisa menjadi tempat anak belajar mencari jalan keluar.

Contents
1. Jangan Paksa Anak Langsung Menemukan Jawaban2. Ajak Anak Memikirkan Banyak Pilihan3. Biarkan Anak Mencoba, Lalu Perbaiki4. Dampingi, Bukan Ambil Alih

Mulai dari mainan yang sulit dirakit, tugas yang bikin bingung, sampai perselisihan dengan teman, semua bisa menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan problem solving. Kuncinya, orangtua tidak buru-buru turun tangan dan memberikan jawaban.

Psikolog berlisensi Dr. Connie McReynolds menyebut anak perlu memahami bahwa mengalami kebuntuan, melakukan kesalahan, dan mencoba lagi merupakan bagian normal dari proses belajar. Dukungan orangtua dalam situasi tersebut dapat membantu anak membangun cara berpikir yang lebih fleksibel.

1. Jangan Paksa Anak Langsung Menemukan Jawaban

Saat anak merasa buntu, beri kesempatan untuk berhenti sejenak. Menurut McReynolds, mengambil jeda bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari proses menyelesaikan masalah.

Anak bisa diajak menarik napas, beristirahat, atau melakukan aktivitas fisik ringan sebelum kembali menghadapi persoalan. Jeda seperti ini dapat membantu mengurangi beban mental dan mengembalikan perhatian anak.

“Gerakan dapat mengganggu beban mental dan membantu mengatur ulang perhatian,” ujar McReynolds, dikutip dari Parade.

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat mendukung perhatian, memori kerja, dan fleksibilitas mental. Karena itu, ketika anak mulai kewalahan, orangtua tidak harus terus memaksanya duduk dan berpikir.

2. Ajak Anak Memikirkan Banyak Pilihan

Setelah anak memahami masalahnya, orangtua bisa mengajak mereka mencari beberapa kemungkinan solusi. Jangan langsung menuntut jawaban paling tepat karena proses mengeluarkan berbagai ide juga penting.

Misalnya, ketika anak kesulitan menyusun balok, orangtua bisa bertanya, “Kalau cara ini belum berhasil, kira-kira ada cara lain nggak?”

Pertanyaan semacam itu membantu anak belajar melihat masalah dari beberapa sudut pandang. Mereka juga memahami bahwa satu persoalan bisa memiliki lebih dari satu jalan keluar.

McReynolds menyarankan orangtua mendorong anak mengeksplorasi berbagai kemungkinan, alih-alih langsung memberikan jawaban. Setelah itu, anak dapat memilih satu solusi untuk dicoba.

“Melakukan brainstorming terhadap beberapa ide mengajarkan bahwa ide yang belum sempurna merupakan bagian dari proses,” jelasnya.

3. Biarkan Anak Mencoba, Lalu Perbaiki

Kemampuan memecahkan masalah tidak cukup dilatih hanya dengan berdiskusi. Anak juga perlu mendapat kesempatan untuk mencoba solusi yang sudah dipilih, termasuk ketika hasilnya belum sesuai harapan.

Jika percobaan pertama gagal, orangtua bisa membantu anak mengevaluasi apa yang terjadi. Setelah itu, beri ruang untuk mencoba cara lain tanpa membuat mereka merasa malu atau takut salah.

Menurut McReynolds, kegigihan dan kemauan untuk mencoba kembali merupakan bagian penting dalam mengembangkan kemampuan problem solving. Anak perlu melihat bahwa kesalahan bukan tanda dirinya tidak mampu.

4. Dampingi, Bukan Ambil Alih

Dalam praktiknya, orangtua bisa membiasakan pola sederhana ketika anak menghadapi persoalan. Bantu mereka mengenali masalah, beri waktu untuk menenangkan diri, lalu ajak memikirkan beberapa pilihan dan menguji solusinya.

Pendampingan tidak harus selalu berupa nasihat panjang. Terkadang, pertanyaan sederhana seperti “Menurut kamu, apa yang bisa dicoba?” justru memberi kesempatan anak untuk berpikir sendiri.

McReynolds menilai, memberikan waktu, ruang, dan dukungan kepada anak merupakan hal berharga yang tidak membutuhkan biaya besar. Kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi bekal bagi anak untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

You Might Also Like

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

Minum Obat 3×1 Jangan Asal, Jamnya Ada Aturan, Ini Kata Guru Besar UGM

Jangan Asal Cium Bayi, Risikonya Bisa Serius

Udah 40 ke Atas? Stop Makan Enak yang Bikin Sengsara Ini

Anak Tantrum? Jangan Langsung Suruh Diam

TAGGED:anakorangtuapsikologsolusi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MTQ di Semarang Bukan Cuma Soal Lomba, UMKM Ikut Cari Pasar
Next Article Seharian Berhijab atau Helm, Kok Ketombe Muncul?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Kemenimipas Salurkan Bantuan Air Bersih

LELAYU: Papan bertuliskan berita duka kematian Ayudiah Rivana Tridiandinita dipajang di depan kediaman almarhumah di Gedawang, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). (bae)

Atlet Silat Porprov Jateng Asal Semarang Meninggal setelah Operasi, Polisi Bakal Periksa Dokter RS Primaya

SEMANGAT PENGABDIAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah turut mengikuti upacara peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 yang diselenggarakan oleh PLN UID Jawa Tengah.

Semangat Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Mendukung Transformasi Digital

LEPAS JENAZAH: Keluarga dan pentakziah melepas jenazah atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, Rabu (28/10/2026). (bae)

Apa Penyebab Kematian Atlet Silat Semarang? Begini Keterangan Rumah Sakit

RESMIKAN INFRASTRUKTUR JALAN - Danang Wicaksana Sulistya (DWS), bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD Blora resmikan pembangunan jalan beton yang menghubungkan Dusun Sunggun, Dusun Parengan, hingga Desa Mendenrejo, di Kecamatan Kradenan, Blora, Senin (26/10/2026).

DWS Kawal Pembangunan Jalan di Blora, Dongkrak Perekonomian Warga Lewat Program PISEW

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Nebulizer Murah Belum Tentu Aman Buat Anak

Juli 16, 2026
Tips

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

September 27, 2026
Tips

Pegal Karena Duduk Lama, Coba Gerakan Ini

September 29, 2026
Tips

Tips Agar Tidak Terjebak Gogle Maps yang Ngaco

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Anak Jago Cari Solusi, Ini Trik dari Psikolog
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?